Rabu, 03 September 2008

Rumah Cinta kasih 3

Malam Sobat.
Maaf saya menulis terus sehingga memenuhi email Anda, saya menulis mumpung ada kesempatan karena kemarin sibuk. Jadi membaut anda puyeng dengan tulisan saya.
Saya berterima kasih kalau Anda masih mau membaca, berterima kasih kalau sudah tidak mau membaca dan juga berterima kasih kalau langsung mendelete tulisan-tulisan saya.
Malam ini, saya menjadi sulit membedakan apa yang namanya keberuntungan ini ?
Saya yang selama ini bergulat dengan orang-orang yang tidak bisa makan tetapi mereka dapat tersenyum bahkan senyum itu mengagumkan, Namun disisi lain ada banyak pribadi dengan uang berlimpah bahkan gaji sampai puluhan juta tetapi tidak memiliki senyum bahkan cenderung mengalami kesepian dalam hidupnya.
Sungguh perbedaan yang drastis dalam hidup ini.
Kemarin sore, saya bersama dua orang dokter muda berkesempatan mengunjungi seorang nenek yang hidup dalam keadaan yang "menyedihkan"
Nenek-nenek ini tinggal sendirian dalam rumah kontrakan dengan mata yang sudah lamur "tidak dapat melihat dengan jelas karena katarak"
Nenek ini adalah asli orang bali yang menikah dengan koster gereja dan akhirnya menjadi katolik, setelah menikah malah ditinggal pergi suaminya dan saat ini tinggal sendirian tanpa teman dengan mata lamur sehingga kalau jalan harus "rambatan"
Sewaktu saya datang ke rumah itu nenek itu kelihatan bahagia apalagi pada saat sedang diperiksa oleh dokter dan nenek yang bahagia ini menangis ketika menerima obat dari dokter dengan mengatakan kalau ia tidak mau menerima obat karena tidak memiliki uang untuk membayar.
Kami mengatakan kalau obat tidak usah dibayar dan akan datang lagi untuk mengantarkan obat setelah obat habis.
Tekanan darah nenek ini 210/120, dan ini tekanan darah yang lumayan tinggi dan hal ini yang mengakibatkan badan nenek ini sakit-sakitan terutama pada lehernya yang selalu terasa kaku.
Dalam keadaan yang demikian nenek ini masih memiliki semangat yang mengagumkan dan memiliki kesetiaan dalam hidupnya walaupun mengalami banyak kekurangan.
Bahkan nenek ini bercerita yang membuat dia susah bukan karena tidak memiliki apa-apa tetapi karena nyamuk yang menggigiti tubuh dan wajahnya.
Lalu kami meminta ijin untuk melihat kamar dan dapur rumah nenek ini, kamarnya sewaktu saya intip kelihatan bersih karena memang hanya ada tempat tidur sedrhana dengan lemari kecil.
Yang membuat kamis edih adalah dapur rumah nenek ini terutama makanan yang dimakan nenek ini.
Nenek ini masih masak sendiri dan hari ini nenek ini makan nasi dengan sayur kacang merah dan ini nampak dari makanan yang ada di lemari tanpa tutup, saya sempat memfoto makanan nenek ini sebagai kenang-kenangan kalau saya telah megnunjungi rumahnya.
Foto yang saya bawa ini sewaktu saya tunjukkan apda dokter lain, ada dokter yang mengatakan,"apakah benar ini makanan nenek itu? atau ini adalah makanan anjing?".
Saya marah dengan dokter itu dan mengatakan,"ngawur, jangan ngomong gitu, aku jadi tambah sedih?.
Sungguh mengharukan kehidupan nenek ini tetapi dalam keharuan ini kegembiraan nampak disana walaupun hidup penuh perjuangan bahkan kesulitan yang teramat parah.
Disisi lain,
Malam ini tepat jam 00.31 selesai saya berdoa, pijetan saya berbunyi dan terlihat nomor asing yang nampak di layar pijetan saya.
Saya mengangkat pijetan itu dan terdengar suara, ternyata suara dari salah satu rekan yang pernah saya kenal di Jakarta tetapi sudah lama saya tidak bertemu rekan ini.
Rekan ini pertama meminta ijin untuk bercerita keadaanya dan saya diminta mendengarkannya.
Sebagai rekan yang baik, saya mengatakan, "Ok".
Rekan ini bercerita banyak sekali tentang pengalaman pribadinya tertama pengalaman cintanya dengan seorang yang sudah memiliki isteri dan teman ini takut kehilangan teman yang dicintainya ini.
Rekan ini menceritakan kalau hidupnya hampa walaupun saat ini telah memiliki banyak hal dari barang -barang berharga yang telah ia miliki, bahkan rekan ini menceritakan dengan gajinya yang puluhan juta tetapi ia merasa tidak memiliki apa-apa.
Rekan ini merasa hidup sendirian tanpa dukungan walaupun memiliki banyak hal termasuk banyak teman.
Semua terasa tidak berarti dan hidup tidak memiliki harapan lagi tertuama harapan cinta karena ia tidak bisa selalu bersanding dengan orang yang dicintainya.
Saya tidak dapat memberi banyak saran dan saya hanya mendengarkan apa yang diceritakan rekan ini
Yang pasti kekayaan yang dia miliki tidak menjadikan ia bahagia dan hidupnya jauh dari yang namanya kegembiraan dan senyum.
Saya jadi bignung dengan dunia ini.
Siapa orang yang beruntung dan kaya antara dua orang ini.
Apakah nenek yang makan saja sulit tetapi bisa tersenyum bahagia dalam hidup ini ?
Ataukan rekan yang memiliki banyak hal termasuk gaji puluhan juta tetapi tidak dapat tersenyum bahagia?
Membayangkan uang puluhan juta terasa banyak sekali terutama bagi orang kecil ini.
Saya bahkan membayangkan kalau punya uang puluhan juta mungkin bisa membiaya hidup nenek-nenek yang kekurangan ini terutama nenek yang bernama Made simon yang hidup dalam kesendirian dan kekurangan itu.
Sayang saya tidak memiliki uang seperti rekan yang menelepon saya malam ini. (tapi saya bersykur lho, walaupun tidak punya uang puluhan juta namun saya tetap sebagai orang yang berbahagia dan beruntung karena boleh tetap tersenyum dalam hidup ini dan tidak berkekuarangan apapun. uang punya walaupun dikit, makan cukup, tidur punya kamar dan temapt tidur, perg kemana-mana bisa walaupun hanay naik angkot atau jalan kaki. beruntung kan gua. he he he.)
Setelah rekan ini bercerita, saya hanya mengatakan kalimat ini,"Berdoalah kepada Allah dan berharaplah padaNya agar IA sebagai sumber kegembiraan memberimu kesempatan untuk bahagia. Kau pasti akan bahagia kalau kau mau terbuka padaNya terutama mau terbuka pada orang lain disekitarmu termasuk yang membutuhkan bantuanmu dan bukan karena cinta dari orang yang kau harapkan itu.
Jangan bodoh memikirkan orang yang mungkin tidak memikirkan dirimu karena lagi sibuk dengan anak dan isterinya.
Berpikirlah untuk dirimu sendiri jangan memikirkan orang itu".
Lalu rekan itu meminta saya berdoa untuknya, lalu kami berdoa jarak jauh saya di Bali dan rekan itu di Jakakta.
Jujur wajah teman inipun saya sudah lupa karena lama tidak bertemu dengannya.
Setelah itu saya memintanya berdoa rosario seandainya ia tidak bisa tidur malam ini.
Pertemuan yang aneh dengan dua orang berbeda dengan permasalahan yang berbeda pula.
Inilah dunia yang katanya merupakan panggung sandiwara,
Ada yang berkelimpahan tetapi hidup tidak bahagia,
Ada yang berkekurangan walaupun "mungkin" hidup tidak bahagia tetapi masih bisa tersenyum.
Ada yang senyum-senyum sendirian karena telah gila sehingga kelihatan seperti orang bahagia.
Dan ada yang masih boleh tersenym bahagia walaupun tidak punya apa-apa tetapi boleh berbagi cinta dengan mereka termasuk dengan Anda
Hidup memang tidak seperti yang disangka-sangka.
Inilah misteri keagungan dan keadilah Tuhan.
Semua orang memiliki beban yang harus dipikul sendiri dengan beban berbeda.
Namun Hidup memiliki panggilan.
Panggilan untuk menjadi rekan dari setiap orang yang memiliki beban ini.
Pangilan ini diberikan kepada kita yaitu saya dan Anda.
Kita semua dipanggil untuk memiliki kepekaan akan kehidupan orang sekitar karena ternyata banyak ketidakberesan terjadi bahkan dalam diri kita sendiri.
Banyak orang yang kelihatan menyakinkan ternyata penuh kekeroposan dan ada yang kelihatan penuh kekeroposan tetapi hidup dalam keyakinan.
Panggilan hidup menjadi bagian dari orang lain ternyata masih sangat relevan di dunia ini.
Panggilan untuk telibat adalah sebuah "keharusan" yang secara tidak langsung dipaksakan oleh kehidupan ini dan semua ini akan bisa kalau ada keterbukaan hati.
Allah memang hebat.
Ia menciptakan jembatan Cinta untuk menhubungkan semua hati,
Jembatan yang menghubungkan hati kita,
Hati dari nenek yang tidak bisa makan dan hidup dengan gigitan nyamuk, hati rekan yang mengalami kesepian walaupun penuh kekayaan dan hati kecil orang berdosa ini dan juga hati Anda yang sangat berharga.
Hati kita telah disatukan oleh jembatan cinta Allah ini dalam keterlibatan.
Saya terlibat dalam menemukan ketidakberesan dan Anda terlibat secara tidak lansung dengan membaca tulisan ini.
Keterlibatan yang disebarluaskan agar panggilan Allah dalam keterlibatan ini tidak berhenti sehingga dengungannya sampai ke ujung bumi.
Semua diajak dalam penyatuan cinta agar semua boleh berbagia.
Kebahagiaan saya adalah boleh berbagi cerita dengan Anda,
Kebagaian nenek dan Rekan di jakarta itu karena punya teman seperti saya, he he he Sombong dikit.
Dan kebahagian Anda karena memiliki kehidupan yang mungkin tidak sama dengan kehidupan nenek yang sulit makan karena kemiskinan atau rekan saya yang memiliki banyak hal tetapi hidup dalam kesepian atau kehidupan saya yang semoga Anda tahu keadaannya.
Sehingga Anda boleh semakin mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan pada Anda.
Saya bagagia jika Anda juga bahaia terutama mau terlibat pada orang -orang disekitar Anda.
Salam dalam kegembiraan melalui keterlibatan untuk membangun dunia baru yang dipenuhi cinta
petrusp.

Selasa, 02 September 2008

Rumah Cinta kasih 2

"Sungguh tidak mudah menangkap apa yang dikehendaki Allah dalam hidup ini, sehingga banyak orang jatuh pada pandangan sendiri akan apa yang terjadi sebagai kehendak Allah atas apa yang terjadi".
Sore ini selesai praktek klinik, saya bertanya pada dokter berkaitan dengan meninggalnya seseorang.
Dokter itu mengatakan masih berat jika mengingat apa yang terjadi pada orang yang meninggal itu karena orang itu tidak mau dirawat di rumah sakit.
lalu saya mengatakan," memang orang itu harus meninggal dengan cara demikian itu, jadi pak dokter tidak harus bersusah hati".
"benar tetapi saya menyesal mengapa tidak bisa memaksa orang itu untuk pergi ke rumah sakit", tambah dokter itu.
Lalu suster biarawati yang ada disamping dokter itu berkata," orang itu meninggal karena kehendak Allah, jadi dokter tidak usah menyesalinya".
Saya yang bodoh ini menjawab," saya rasa hal ini 'mungkin' bukan kehendak Allah karena Allah pasti menghendaki orang itu sembuh jika ia mau dirawat dirumah sakit atau setidaknya meninggal setelah mendapatkan perawatan".
Suster itu lalu cemberut dengan saya karena memang ia kurang suka dengan saya yang sering ceplas-ceplos berbicara terutama jika menenggapi hal yang tidak sesuai dengan hati saya.
Mengenai meninggalnya orang ini, memang ini harus terjadi yaitu meninggal tetapi "kemungkinan" bukan kehendak Allah tetapi kehendak orang itu sendiri karena tidak mau dirawat di rumah sakit.
Saya tidak terima kalau Allah dijadikan kambing hitam penyebab orang itu meninggal sedangkan "mungkin" masih ada kemungkinan sembuh adaikan ada perawatan di rumah sakit.
Lain ceritanya kalau orang itu sudah berusaha ke rumah sakit dan diobati dengan segala upaya dan akhirnya meningal.
Jadi buka karena kesalahanya sendiri,.
Alangkah menyedihkan kalau apa-apa yang terjadi terus dikatakan sebagai kehendak Allah.
Sepengetahuan saya, Allah menghendaki kebaikan, sukacita dan kegembiraan bukan kematian seperti yang dialami oleh orang ini.
Memang pandangan saya cukup berbeda dengan pandangan orang lain terutama tetang "kehendak Allah ini".
Saya tidak bisa terima dengan mudah kalau Allah yang saya cintai itu hanya sebagai pemanis mulut dan sebagai kambing hitam yang harus "bertanggungjawab" karena hal yang sebenarnya tidak dikehendakiNya.
Kesalahan dan ketololah manusia tidak sepantasnya menjadi tanggung jawab Allah.
Allah memang memiliki kuasa untuk semuanya tetapi bukan kuasa untuk berbuat sesukaNya termasuk mencabut nyawa seseorang terutama yang sudah tidak mau memelihara dan menjaga nyawa yang dianugerahkanNya dengan baik terutama karena keteledoran.
Lalu apa bedanya orang yang sakit yang sebenarnya memiliki kemamuan sembuh tetapi tidak mau berobat dengan seorang miskin yang berobat saja tidak mampu jika mereka sama-sama meninggal?
Apakah semua menjadi tanggung jawab Allah.
Bukankah orang pertama ini yang tidak mau mengusahakan kebaikan bagi dirinya sehinggga harus meninggal yang telah menyia-nyaikan kesempatan untuk hidup lebih lagi.
Bagaimana orang pilek yang tidak mau berobat atau berusaha melawan melawan pileknya dan menyalahkan Allah dengan mengatakan kalau pileknya ini adalah kehendak Allah ?
Aneh.
Ini sangat tidak masuh akal terutama dibenak orang yang bodoh ini.
Cerita ini saya tuliskan untuk Anda agar Anda tidak terjatuh pada pandangan bahwa semua yang terjadi adalah kehendak Allah ?
Allah memang menghendaki semua hal tetapi tidak menghendaki ketotolan dan kecerobaohan yang mengakibatkan kematian.
Sama seperti aborsi dan eutanasia.
Kematian memang kehendak Allah tetapi cara kematian yang tidak sesuai "hakekat' dan "kebenaran" tentu bukan kehendak Allah tetapi kehendak manusia.
Mengapa gereja masih menjunjung tinggi kehidupan karena Allah menghendaki kehidupan ini terus berlangsung dan bukan dirampas dan dihancurkan.
Allah telah menyediakan banyak sarana dan cara untuk kebaikan manusia dan jika mansuia sendiri yang tidak mau memakainya jadi bukan salah Allah kalau ada ketidaknyamanan pada manusia.
Salah siapa tidak mau naik mobil kalau disediakan mobil grastis?
Atau salah siapa jika orang kelaparan sedangkan ada makanan disiapkan gratis ?
Apakah salah Allah dan menghendaki demikian atau karena ketotolan orang itu sendiri.
Berhati-hatilah dalam mengatakan "kehendak Allah " dalam kehidupan ini.
Karena Allah tidak harus bertanggunjawab dengan semua hal yang terjadi dalam diri kita terutama karena ketololan kita.
Ia memang menghendaki kalau semua orang pasti mati dengan cara yang bebeda tetapi bukan cara konyol karena kebodohan manusia.
Memang semua ini harus terjadi tetapi bukan semua yang terjadi adalah kehendak Allah.
Semoga kita diberi penerang hati sehingga selalu bisa menangkap kehendak Allah dalam hidup ini sehingga semua menjadi baik,
Kehendak Allah adalah damai, sukacita dan keselamatan yang menghantar semua orang pada kegembiraan surga.
Salam dalam cinta dengan hidup dalam kehendak Allah.
petrusp.

Senin, 01 September 2008

Rumah Cinta Kasih

"Kebaikan pada dasarnya adalah menyebar seperti harumya bunga bukan hanya diam ditempatnya, ini berarti kebaikan harus dikomunikasikan dan diwujudnyatakan dalam setiap kesempatan untuk menyentuh semua orang", Inilah pesan singkat yang saya kirimkan kepada seorang teman untuk menutup hari ini.
Ternyata pesan sms ini mendapat tanggapan dari rekan dengan mengirimkan tujuh sms balasan.
"kebaikan tanpa Tuhan adalah nol besar. Hmmmmm?????
Tapi adakah kebaikan tanpa Tuhan ?
Jika kita berbuat baik, bukankah Tuhan selalu ada dalam kebaikan itu?" Pesan pertama.
"Seorang kawan mengirimkan pesan singkat di handphone, jangan terlalu sering berbuat baik, sehingga engkau lupa berbuat benar", Pesan kedua.
"Sebagai orang Kristen, kita memang harus berbuat baik.
Tapi mengapa kita harus berbuat baik?
Kita harus memahami apa sebenarnya tujuan kita berbuat baik?
Untuk mendapat pujian? agar kita selalu dianggap sebagai malaikat ?
Untuk mendapatkan keuntungan dimasa mendatang bila kita mengalami kesulitan?", Pesan ketiga.
"Perbuatan baik yang kita lakukan belum tentu merupakan perbuatan benar.
Jika kita hanya bisa berbuat baik saja, maka kitapun tak ada bedanya dengan orang-orang yang tidak mengenal kristus.
Malah ada kalanya kita kalah baik bila dibandingkan dengan mereka", pesan ke empat.
"Kita bebuat baik pada sesama, seperti yang dikatakan rasul Paulus dalam surat Galatia, seharusnya kita memang harus berbuat baik.
Tak ada alasan apapun bagi kita untuk tidak berbuat baik kepada sesama", pesan kelima.
"Bagaimana kita bisa mengetahui apakah kebaikan yang kita berikan sudah benar? Firman Allah. Itulah jawabannya", pesan keenam.
"Jadi tanpa kebenaran, maka Tuhan tidak ada dalam perbuatan baik.
Jangan lupakan Tuhan dalam setiap kebaikan yang kita lakukan. Mintalah hikmat Tuhan, maka kita tidak hanya berbuat baik, tetapi lebih dari itu, kita akan menyatakan kebaikan Tuhan dalam kebenaran.
Tak ada lagi nol besar", pesan ketujuh.
Saya menjawab pesan yang dikiramkan itu dengan dua jawaban sebagai penutup malam ini.
"Ingatlah, Allah adalah kasih yang adalah kebenaran yang nampak dari kebaikan.
Kebaikan dan kebenaran adalah berbeda.
Baik berhubungan dengan tindakan sedangkan benar berhubungan dengan nilai.
Kebaikan adalan salah satu dari kebenaran yang diharapkan oleh Allah sendiri.
Apa arti kebaikan jika tidak ada kebenaran? atau Apa arti kebenaran itu jika tidak nampak dalam kebaikan.
Tetaplah berbuat baik dan tinggalah dalam kebenaran" tanggapan pertama saya.
"Ingatlah sobat, Kebenaran yang hakiki hanya milik dari Allah semata, sedangkan kebaikan dapat dilakukan semua orang.
Jika kita berbuat baik berdasarkan cinta Allah dan kebaikan itu merupakan balasan pada cinta Allah itu, maka kebenaranakan mengikutinya.
Ingat pula kalau dalam kebaikan ada racun yang dapat merusak orang sehingga orang lupa akan hekekat dirinya sendiri dan hanya Allah penawarnya.
Jangalah pikiran dikacaukan oleh arti dari kebaikan dan kebenaran Tapi lakukanlah kebaikan itu dalam terang Allah maka kebenaran akan ada disana", tanggapan saya yang kedua.
Inilah buah pikiran dari dua orang yang berkecimpung dalam karya cinta kasih kepada sesama.
Saya yakin semua ini dilakukan bukan untuk saling menjatuhkan tetapi untuk saling meneguhkan agar pelaksanaan karya pelayanan kasih tidak melenceng pada "keuntungan sendiri" demi kebesaran pribadi sehingga ego menjadi lebih besar dari Allah sebagai sumber kebaikan yang dilakukan.
Pemikiran-pemikiaran ini menjadi sebuah acuan akan apa yang harus dilakukan dalam setiap tindakan kebaikan.
Semua diharapkan berakar pada Allah sebagai sumber kebenaran dan kebaikan di dunia ini.
Jika Allah adalah sumber dari apa yang dilakukan oleh setiap orang yang terpanggil, maka dunia akan menjadai tempat yang sangat membahagiakan dan cinta dapat berkembang disana.
Karena apa yang dilakukan adalah semata-mata demi kebesaran Allah sendiri.
Saya yakin jika kebaikan yang dilakukan bersumber pada Allah maka "frustasi" tidak akan dialami karena semua adalah dalam kerangka penyelenggaraan Allah.
Memang kesulitan akan ada tetapi kesulitan ini tidak akan melemahkan semangat malah kesulitan menjadi tangangn untuk semakin menemukan kebenaran Allah dalam setiap tindakan yang dilakukan.
Keyakinnan lain dalan diri orang kecil ini, kalau kebaikan bersumber pada Allah maka kesulitan akan selalu memiliki jalan.
Kebaikan kepada sesama akan menggugah hati Allah untuk juga baik kepada kita.
Jika kita mulai mau menyapa sesama demi kemuliaan Allah, maka Allah akan menyapa hidup kita dengan cintaNya.
Jika kita mulai mau memperhatikan sesama demi kemuliaan Allah, Maka Allah akan memperhatikan kita.
Jika kita mulai mau membantu sesama demi kemuliaan Allah, maka Allah akan membantu kita.
Jika kita mulai mau terlibat pada kesulitan orang lain demi kemuliaan Allah, maka Allah akan terlibat pada penyelesaikan kesulitan dan masalah kita.
Allah sungguh sangat mencintai kita yang mau melakukan kebaikan bagi sesama.
Karena dalam kebaikan itu ada kebenaran akan Allah.
Beberapa hari yang lalu,
Ada keluarga yang datang kerumah dimana saya tinggal.
Kelaurga ini datang dengan anaknya yang berjumlah tiga masih kecil-kecil membawa televisi.
Keluarga ini mengatakan kalau mau menggadaikan televisi karena kesulitan uang untuk berobat ayahnya ke rumah sakit dimana ayahnya ada dikampung "karangasem"
Apa yang dapat dilakukan dalam keadaan demikian ini?
Apakah kebenaran Allah harus diwartakan dahulu atau kebaikan Allah yang harus dinyatakan?".
Tentulah kebaikan Allah dengan mau menolong kesulitan ini.
Kebenaran Allah pasti akan ada disana jika orang telah berani berbuat baik asal bukan demi dirinya sendiri.
Saya yakin jika orang menyediakan diri bagi orang lain demi kebesaran dan kemulaian Allah secara tidak langsung hal ini juga demi keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Hal ini tidak dapat dipungkiri.
Tak bisa semua melulu bagi Allah sedangkan diri sendiri terabaikan tidak mendapat bagian apa-apa.
Karya kebaikan selalu merupakan segitiga yang terjalin sama sisi.
Allah sebagai salah satu sudutnya yang ada dipuncak sedangkan sudut lain adalah diri sendiri dan orang lain.
Sisi sisinya dalah satu sisi kebenaran, satu sisi kebaikan dan yang lain adalah sisi keselamatan.
Kebaikan adalan sisi antara yang ditolong dengan Allah, Kebenaran adalah sisi penolong dengan Allah dan keselamatan adalah sisi alas antara penolong dengan yang ditolong.
Inilah segitiga iman kepercayaan kepada Allah dengan relasi kepada orang lain.
Dengan gamabran segitiga inilah pesan yang terkandung dalam pesan dari rekan yang menanggapi pesan sederhana diatas menjadi sebuah bangunan kehidupan didunia ini yang penuh keselarasan.
Semoga kita boleh selalu unggul dalam kebenaran Allah dan melakukan kebaikan Allah sehingga keselamatan ada dalam diri kita.
Salam dalam cinta membangun dunia baru dalam cinta dengan kebenaran dan kebaikan Allah.
petrup.

Kamis, 14 Agustus 2008

Sapaan Pagi - 14 Agustus 2008

Setiap orang pasti memiliki rumah sebagai tempat tinggalnya, entah rumah itu layak ataupun tidak, gedongan ataupaun gubuk, pinggir rel atau kolong tol.
Saya yakin semua pasti memiliki tempat tinggal ini, maka mulailah mewartakan cinta.
Cinta berawal dari rumah, mulailah menyebarkan cinta dari rumah.
Mulailah setiap hari dengan mencintai mereka yang ada di dalam rumah, sapa mereka dengan kehangatan cinta, perhatikan mereka dengan kehangatan kasih dan hargai mereka dengan cinta sepenuh hati.
Jika hidup telah dimulai dengan cinta yang berawal dari dalam rumah maka langkah menyebarkan cintapun menjadi ringan untuk semakin mencintai orang lain.
Dengan kemampuan mencintai mereka yang ada dalam rumah lalu mereka yang ada diluar rumah, maka cinta dalam hidup menjadi penuh dan sempurna serta keselamatan akan ada dalam kelaurga itu.
Dunia membutuhkan cinta kita namun yang utama adalah orang-orang yang ada dalam rumah kita.
Ada seorang yang hidupnya laur biasa dengan rajim berdoa dan melakukan pelayanan cinta bagi orang lain bahkan waktumya hampir habis untuk pelayanan ini namun kelaurganya kurang diperhatikan serta anak-anak tumbuh dalam "kesendirian" dan "kehampaan" cinta.
Apa yang akan terjadi dalam keluarga semacam ini.
Pastilah kehancuran karena mereka tidak saling hidup dalam mencinta.
Ini akan sangat disesalkan.
Apa artinya memasukkan semua orang ke dalam surga tetapi orang yang tinggal dirumahnya masuk neraka?
Ini mungkin sangat "hebat" tetapi sangat "disayangkan"
Mari memulai cinta dalam keluarga dahulu sehingga cinta itu akan semakin bersinar sehingga hidup menjadi lebih penuh dan semakin sempurna.
Godaan dan "cenkeraman' kejahatan dunia ini akan dapat ditangkal jika orang telah mendapatkan cinta dalam keluarga.
Cinta ini bukan sebatas pengajaran melainkan sebuah pengamalan dalam perbuatan sehari -hari.
Cinta harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Semoga kita dapat membangun cinta dalam keluarga dan orang sekitar sehingga dunia tahu kalau kita adalah muridNya.
"Hendaklah engkau saling mencintai supaya dunia tahu kalau engkau adalah muridKU"
Pesan cinta ini diwartakan oleh Yesus dan kita diharapkan untuk melaksanakannya.
Selamat berakhir pekan dalam cinta dengan keluarga Anda.
Salam dalam cinta membangun dunia baru melalui keluarga.
petrusp.

Sapaan Pagi - Cinta dalamKeluarga

Setiap orang pasti memiliki rumah sebagai tempat tinggalnya, entah rumah itu layak ataupun tidak, gedongan ataupaun gubuk, pinggir rel atau kolong tol.
Saya yakin semua pasti memiliki tempat tinggal ini, maka mulailah mewartakan cinta.
Cinta berawal dari rumah, mulailah menyebarkan cinta dari rumah.
Mulailah setiap hari dengan mencintai mereka yang ada di dalam rumah, sapa mereka dengan kehangatan cinta, perhatikan mereka dengan kehangatan kasih dan hargai mereka dengan cinta sepenuh hati.
Jika hidup telah dimulai dengan cinta yang berawal dari dalam rumah maka langkah menyebarkan cintapun menjadi ringan untuk semakin mencintai orang lain.
Dengan kemampuan mencintai mereka yang ada dalam rumah lalu mereka yang ada diluar rumah, maka cinta dalam hidup menjadi penuh dan sempurna serta keselamatan akan ada dalam kelaurga itu.
Dunia membutuhkan cinta kita namun yang utama adalah orang-orang yang ada dalam rumah kita.
Ada seorang yang hidupnya laur biasa dengan rajim berdoa dan melakukan pelayanan cinta bagi orang lain bahkan waktumya hampir habis untuk pelayanan ini namun kelaurganya kurang diperhatikan serta anak-anak tumbuh dalam "kesendirian" dan "kehampaan" cinta.
Apa yang akan terjadi dalam keluarga semacam ini.
Pastilah kehancuran karena mereka tidak saling hidup dalam mencinta.
Ini akan sangat disesalkan.
Apa artinya memasukkan semua orang ke dalam surga tetapi orang yang tinggal dirumahnya masuk neraka?
Ini mungkin sangat "hebat" tetapi sangat "disayangkan"
Mari memulai cinta dalam keluarga dahulu sehingga cinta itu akan semakin bersinar sehingga hidup menjadi lebih penuh dan semakin sempurna.
Godaan dan "cenkeraman' kejahatan dunia ini akan dapat ditangkal jika orang telah mendapatkan cinta dalam keluarga.
Cinta ini bukan sebatas pengajaran melainkan sebuah pengamalan dalam perbuatan sehari -hari.
Cinta harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Semoga kita dapat membangun cinta dalam keluarga dan orang sekitar sehingga dunia tahu kalau kita adalah muridNya.
"Hendaklah engkau saling mencintai supaya dunia tahu kalau engkau adalah muridKU"
Pesan cinta ini diwartakan oleh Yesus dan kita diharapkan untuk melaksanakannya.
Selamat berakhir pekan dalam cinta dengan keluarga Anda.
Salam dalam cinta membangun dunia baru melalui keluarga.
petrusp.
Previous | Next | Back to Messages

Rabu, 06 Agustus 2008

Domus Karitatis 10

Keadaan hidup bukan apa yang terjadi pada diri kita melainkan apa yang terjadi pada jiwa kita.
Jiwa yang sehat mampu memandang positip apa yang terjadi walaupun diri dalam keadaan yang tidak menguntungkan.
Tadi pagi selesai berdoa ada pesan yang masuk ke pijetan saya,
Bunyi pesan itu,"Pak tua, aku udah tidak di kute lagi, pindah ke denpasar, kok Tuhan tidak tolong aku ya. Banyak sekali pengeluaran sampai-sampai harus jual cincin kawin, hp dan barang-barang lain. Tapi Tuhan cuek aja, aku merasa Tuhan tidak menolongku. Aku jadi malas berdoa, padahal sebelum pindah aku rosario dan novena tapi tetap tidak ada jawaban".
Saya tidak bisa berbuat banyak menanggapi pesan yang masuk ke pijetan saya ini.
Hanya satu hal yang bisa saya lakukan yaitu menelepon rekan ini yang telah memberitahukan keadaannya yang seolah "menyedihkan" ini.
Sewaktu pijetan saya menyambung ke pijetannya, teman itu langsung cerita banyak sekali tentang apa yang dialaminya.
Ia merasa Tuhan sangat jauh dan tidak mendengarkan doa-doanya malah ia bercerita kalau di tempat barunya ini pengeluaran membengkak karena untuk urus "kipem" saja hampir dua ratus ribu rupian untuk dia dan suaminya, belum biaya lain-lain.
Dalam ceritanya, teman ini mengalami keputusasaan akan apa yang terjadi.
Tuhan serasa jauh dengan dirinya.
Saya hanya bisa mendengarkan keluh kesah teman ini.
Setelah teman ini selesai berbicara, giliran saya yang berbicara.
Pertama saya katakan," Benarkan Tuhan sudah tidak berpihak kepadamu?".
Tambah saya,"Kalau Tuhan tidak menolong, bagaiamana U dan suami U bisa sampai ditempat baru itu dan hidup sampai saat ini bahkan kita bisa bicara dalam telp ini".
Teman ini menajwab," Iya saya juga syukur pada Tuhan karena dalam keadaan sulit ini, saya dan suami tetap bisa mengerjakan sendirian tanpa teman dan sampai saat ini tidak punya hutang sedikitpun walaupun sudah menjual apa yang kami punyai".
Jawab saya,"itulah cinta Tuhan, Anda dan suami diberi kekuatan".
Ingat sms saya pagi tadi," Anda memerlukan Allah dalam hidup ini karena dalam Allah ada segalanya. Cinta, kekuatan dan semangat hidup ada dalam Allah. Pegang Allah dan bawa kedalam hati agar hidup terpenuhi".
Jawab teman itu," Iya, tetapi Tuhan kok sampai membuat aku demikian ini lho?".
"Ya bersyukurlah karena dengan demikian berarti Allah masih ada dan memberi kekuatan dalam diri Anda".
Lalu saya bercerita tentang kejadian yang saya alami pada hari minggu kemarin.
Kejadian ini tentang anak-anak yang kami kunjungi dengan bakti sosial kesehatan disana.
Saat saya bersama anak-anak ini,
Saya bercerita kepada mereka tetang perlunya semangat hidup dan tidak cepat putus asa akan apa yang terjadi dalam hidup ini.
Saya bercerita tentang sejarah KFC.
Saya tanyakan apakah pernah mengetahui tentang siapa orang pertama yang membuat ramuan KFC sehingga menjadi suskses sampai sekarang.
Ada anak yang bertanya KFC itu apa.
Saya menjawab," ayam yang digoreng dengan tepung kriuk-kriuk, apakan pernah makan?"
Ada anak menjawab,"belum, apakah KFC itu sama dengan Pizza, kalau Pizza pernah makan".
Saya jadi sedih mendengar cerita anak-anak ini, anak-anak ini yang belum makan yang namanya KFC ini dan saya tidak jadi menceritakan tentang KFC ini dan saya ganti dengan cerita Fores Gam, seorang anak yang dapat meraih cita-citanya walaupun mengalami kecacatan bahkan tumbuh sebagai anak yang memiliki semangat persaudaaraan yang tinggi dengan teman-temannya.
Anak-anak senang dengan cerita ini dan diakhir cerita ada anak yang bilang, "kak nanti kalau kesini dibawain kenang-kenangan ya".
Jawab saya,"kenang-keenangan apa?".
Jawab anak itu,"permen".
"Apa?, Permen?", saya tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh anak itu.
Kenang-kenangan yang diharapkannya adalah "permen".
lalu saya berjanji untuk datang lagi guna mengantarkan permintaan anak-anak ini.
Hanya KFCnya tidak saya belikan kerena tentu akan mengeluarkan baiya yang bayak terutama untuk sekitar 150 anak.
Sungguh tidak dapat dipercaya.
Hanya dalam waktu 2 jam perjalanan dari denpasar, anak-anak belum pernah makan yang namanya KFC, atau mereka memang pernah makan tetapi tidak tahu kalau makanan itu bernama KFC.
Yang pasti kejujuran dan kepolosan anak-anak ini membangkitkan semangat dalam diri saya untuk bisa melakukan yang lebih bagi kehidupan ini.
Apalagi menyangkut sebuah permintaan kenang-kenangan yang hanya berupa,"permen".
Inilah hidup dalam Allah yang penuh kesederhanaan dan bukan hidup yang muluk-muluk sehingga tidak dapat digapai.
Hidup dalam kebersamaan dengan Allah adalah hidup yang penuh dengan cinta kasih, kerendaha hati dan semangat kemiskinan yang nampak dari hidup dalam kesederhanaan.
Beruntunglah orang yang hidup dalam cinta Allah karena segala perkara daapt ditanggung.
Allah tidak akan membiarkan orang beriman berjalan sendirian dalam menanggung beban hidup karena cintaNya akan menyertai sepanjang jalan.
Dengan hidup dalam kebersamaan dengan Allah ini hidup akan terpenuhi karena keinginan daging bukan menjadi prioritasnya.
Semua bisa digapai.
Inilah cerita yang saya ceritakan kepada teman ini dan saat ini saya ceritakan kepada Anda, semoga berguna pula.
Hidup harus bisa selalu bersyukur kepada Allah akan Apa yang telah diberikan.
Karena dengan bersyukur maka Jiwa kita akan selalu dalam kedamaiannNya yang mengagumkan.
Dalam perjalanan hidup, tidak harus ada kekawatiran, karena cinta Allah tidak berubah.
Semua akan berjalan sama seperti matahari akan tetap terbit dari arah timur dan tengggelam ke arah barat, hanya kadang ada awan yang menghalangi.
Semua tetap sama pada peredarannya.
Maka nikmatilah hidup ini dengan cinta dan sukacita walaupun kesulitan ada.
Ingatlah kita punya dunia sendiri yang berbeda dengan dunia orang lain, jangan membandingkan karena dengan membandingkan, hidup akan terjebak pada persaingan yang akhirnya menimbulkan kekecewaan dan kekawatiran.
Tetaplah tenang dalam keadaan hidup ini dan teruslah percaya kepada Allah akan apa yang terjadi dalam perjalanana hidup ini.
Teman saya hanya bilang," akan saya coba ya pak tua".
"Ok, tetapi jangan hanya di coba melainkan harus dihidupi dalam keberadaan sehari hari", jawab saya.
Sambung saya," saya paham dengan apa yang Anda alami karena saya pernah mengalaminya bahkan saya pernah sampai pada titik paling bawah dalam hidup ini".
Keyakinan kalau Allah tetap mencintai walaupun dunia membenci adalah kunci pertama yang diperlukan untuk bangkit dalam hidup ini.
Karena pintu rumah saya ada yang membuka maka saya cepat-cepat keluar kamar dan mengakhiri percakapan pagi ini dengan mengatakan kalsu saya akan mencari tempat barunya ini dan percakapan selesai. Lalu saya menemui tamu yang datang,
Mungkin Anda tahu tamu "macam" apa yang mencari saya pagi-pagi, ini urusan...... dimana saya diharapkan ikut menyelesaikan persoalan yang dihadapi tamu ini.
sunggguh hari ini menjadi hari yang "membahagiakan" sekaligus "meneydihkan" karena sejak pagi sudah berurusan dengan berbagai macam persoalah hidup yang menimpa orang lain tetapi saya dilibatkan kedalam permasalahan itu.
kegembiraanya adalah boleh menjadi bagian dari hdiup orang lain, kesedihannya adalah harus ikur menyelesaikan permasalahan hidup mereka.
Inilah panggilah kita di dunia ini yaitu menjadi bagian dari hidup orang lain dalam keadaan apapun, walaupun hanya bagian kecil saja.
Hidup bukan hanya milik diri sendiri tetapi milik orang lain dan kalau kita sudah sampai peda tahap ini maka hidup akan menjadi lebih berarti.
Jiwa akan selalu berbahagia walaupun diri dalam keadaan yang tidak mengenakkan.
Dengan keadaan ini maka Allah tidak akan merasa sia-sia telah menciptakan kita karena kita sungguh memiliki arti bagi kehidupan ini.
Untuk apa hidup ini kalau akhirnya hanya untuk mati? jawabannya adalah untuk menjadi bagian hidup orang lain terutama dalam hal berbagi cinta.
Semoga kita sungguh menjadi bagian orang lain sehingga hidup kita sungguh berarti sehingga keadaan apapun yang terjadi menjadi berkat bagi diri kita.
Jiwa kita akan semakin disempurnakan dalam keabaikan jika telah melakukan tindakan demikian
salam dalam cinta membangun dunai abru dengan keterliabtan apda keebradan orang lain.
petrusp.

Jumat, 01 Agustus 2008

Domus Karitatis 9

Percayakah Anda kalau kekuatan jahat mulai memasuki kehidupan anak-anak?
Saya tercengang dengan kejadian yang diceritakan dokter spesialis kulit yang praktek di tempat kami, (walaupun spesialis bayaranya tetap Rp.5.000, untuk obat dan tatap muka dengan dokternya).
Memang ini hanya sebatas cerita singkat dan bukan "testimoni" yang bisa dipercaya.
Tetapi ini bisa menjadi pelajaran bagi hidup kita.
Anda percaya boleh, tidak percaya "monggo' terima kasih.
Selesai praktek dokter ini bercerita kepada saya kalau tadi menangani seorang anak SMA yang sudah kena penyakit menular seksualitas, lalu pasien itu ditanya oleh dokter ini sejak kapan "bermain" dan anak ini mengatakan sejak kelas SMP.
Bahkan anak ini mengatakan kalau ada anak-anak SD yang bisa "dipakai" sekedar untuk senang-senang.
Anak ini juga menawarkan kepada dokter ini kalau mau ketemuan dengan anak-anak SD, SMP atau SMA bisa diatur.
Anak ini dengan ketenangannya menceritakan petualangannya dalam "bermain" dengan teman-temannya.
"Gila", pikir saya sambil tercengang dari cerita dokter ini.
Bahkan dokter ini mengajak saya untuk bertemu dengan anak ini karena ia harus kontrol minggu depan.
Saya menghiyakan saja, dan dokter ini menawarkan apakah boleh hari Sabtu malam minggu membuka praktek khusus menangai penyakit kulit dan kelamin.
Saya belum bisa menghiyakan karena harus berkoordinasi dengan dokter yang lainnya serta pengurus klinik yang lain.
Apalagi obat untuk penyakit ini harganya lebih mahal dibanding dengan penyakit yang lainnya.
Dokter ini mengatakan," ini praktek menolong pasien yang sudah dikenal saja dan obatnya dibikinkan resep"
Yang pasti ini ajang memberikan penanganan kepada anak-anak sekaligus memberikan pembinaan kepada mereka.
Pertanyannya saya,"apakah bisa dibina anak-anak demikian ini?".
Apalagi dengan enaknya mereka mengatakan,"hanya dengan uang rp.30.000,00, bisa bermain dengan perempuan muda usia sekitar 25 tahun bahkan tidak bayar bermain dengna teman-temannya".
Apa yang bisa kita harapkan dari generasi yang demikian?
Memang masih banyak anak-anak lain yang "baik" dan belum terkontaminasi dengan keadaaan ini tetapi yang terkontaminasipun juga banyak.
Malah menurut dokter ini, selama dia praktek menangani pasien.
Anak -anak ini mulai melakukan hubungan badan pada usia 15 atau 16 tahun.
Sebagin besar ketika mereka masih dibangku sekolah dan melakukan hubungan dengan pacarnya atau teman-temamnya.
Apa tidak mengerikan kejadian yang demikian ini?
Pulau Dewata memang pulau yang penuh budaya dengan religi yang kuat sekaligus pulau yang menyediakan bidadari dengan usia yang masih muda untuk bisa menjadi pelayan laki-laki.
Kebiasan melakukan "permaian" sudah menjalar dalam diri anak-anak seusia sekolah bahkan ketika masih dibangku SMP.
Penyakit seksualitaspun merajalela.
Anak-anak muda yang seharusnya masih berkutat dengan cinta monyet tenyata sudah menajdi "monyet" yang bergelantungan dari satu pohon ke pohon.
Tak ayal lagi keadaan ini tentulah akan menjadi bencana di kemudian hari.
Kasus penyakit hiv aids akan sangat kuat dalam kancah kehidupan yang demikian ini.
Semakin maju daerah dalam pariwisata maka semakin maju pula tuntutan penyediaan tempat -tempat penyedia "kenikmatan" bagi pengunjungnya.
Keadaan ini tidak bisa dipungkiri dan dicegah karena memang ini adalah "tuntutan" yang harus ada dalam dunia pariwisata.
Gerak kehidupan yang tidak berhenti sepanjang malam membutuhkan keseimbangan dari setiap penghuninya.
Keseimbangan ini disamping kesenangan badan, jiwa juga kesenangan biologis.
Keadaan sungguh sangat mengerikan jika hal ini dibiarkan.
Kasus -kasus penyakit seksualitas akan meningkat bahkan menyerang anak-anak yang seharusnya masih "murni" sebagai calon pemimpin masa depan.
Ini bukan salah siapa-siapa namun ini adalah keadaan yang terjadi sesuai dengan tututan yang ada.
Saat ini yang bisa dilakukan adalah menangani mereka dengan cinta dan memberikan kesadaran akan kebaikan hidup mereka.
Memang yang saya tuliskan ini bukan gambaran secara menyeluruh tetapi ini hanya pengamatan kecil dari dokter yang membantu praktek di tempat kami dan saya sendiri belum membuktikannya.
Ini hanya cerita yang saya dengan sore ini setelah dokter ini praktek.
Memang beberapa kali kami menangani kasus "keputihan" yang menyerang beberapa pemudi dengan usia yang masih belia,
Bahkan ada dua yang mengaku memang berprofesi sebagai "pramunikmat".
Jelas kami tidak bisa menyalahkan dan berbuat banyak kecuali memberi saran demi kebaikan mereka.
yang pasti keadan ini pantas menjadi pelajaran bagi kehidupan kita untuk semakin menjaga anak-anak dalam cinta dan memberikan gambaran hidup yang baik jauh dari "kelicikan" kuasa jahat dunia ini dengan terus mendampingi perjalanan kehidupan anak-anak.
Kita semakin sadar bahwa bahaya ini bukan hanya menyerang anak-anak perempuan tetapi anak-anak laki-lakipun dapat menjadi korban bagi mereka yang mengintai disekitar kita.
Kehati-hatian dalam menjaaga anak-anak adalah penting dalam hidup ini terutama dalam dunia yang seperti saat ini.
Siapa yang menyangka kalau "setan" mulai berkuasa di dunia ini dan kerjanya sulit diduga.
Kita lihat apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus yang sedang "gegar" di negeri ini dengan seorang bernama "Ryan"
Semua orang negeri ini pasti mengeti beritanya.
Ternyata orang seperti Ryan ada diantara kita.
Kita sulit membedakan mana yang "Baik" dan mana yang "buruk" karena memang mereka tidak nampak dipermukaan.
Siapa yang tahu juga kalau anak-anak SMP atau SMA yang masih memakai baju seragam ternyata sudah "ditelanjangi" oleh tangan-tangan sahabatnya sendiri.
Sungguh semua tidak bisa diduga dan dikira-kira.
Maka hanya kehati-hatian dan kewaspadaan yang diperlukan dalam kehidupan ini.
Pekerjaan kita masih banyak untuk "menyelamatkan" kehidupan ini.
Bukan dari kehancuran perang atau kehancuran "kiamat" Tuhan tetapi dari kehancuran yang berasal dari dalam diri kita sendiri.
Kehancuran ini secara pelan tapi pasti sudah diciptakan tanpa disadari.
Sungguh dunia akan semakin merana dengan keadaan ini dan Allah yang menciptakan dunia dengan penuh cinta akan meratap sedih dengan apa yang terjadi.
Ia yang menciptakan dengan cinta telah dihancurkan oleh ciptaanNya sendiri.
Dan ini tentu adalah sebuah luka yang amat dalam di hati Allah.
Kebebasan yang diberikan pada manusia telah disalahgunakan hanya demi kenikmatan dan kegembiraannya sendiri yang sebenarnya adalah jalan yang menghancurkan.
Semoga kita boleh berbuat lebih baik dalam dunia ini dengan menjadi rekan bagi mereka yang membutuhkan.
Terutama -anak-anak yang hidup dalam cengkeraman kuasa kegelapan dunia ini.
Mari bergandeng tangan untuk mereka yang sudah "terjerumus kedalam sumur nistapa ini", mereka akan terjermus dan mereka yang belum terjerumus.
Hanya dengan cinta mereka akan tertolong.
Salam dalam cinta membangun dunia baru.
petrusp.