Kamis, 16 Juli 2009

Misteri Illahi 6

Selalu ada ruang kosong dalam hidup manusia yang tidak dapat dimasuki oleh apapun dan siapapun tanpa seijin manusia itu.
Ruang kosong inilah yang sering menyebabkan manusia mengalami apa yang namanya kesepian, kesunyian dan kesendirian.
Ruang itu hanya bisa dimasuki oleh orang itu sendiri,
Maka selalulah menggandeng Tangan Tuhan untuk memasuki ruang kosong itu maka "persahabatan" denganNya akan selalu ada dan terjaga sehingga kesepian, kesunyian dan kesndirian tidak aakn dialami
Sungguh hidup tergantung pada diri kita sendiri dan orang lain hanya sebagai rekan seperjalanan.
Namun sayang banyak orang memasuki ruang itu dengan tidak menggandeng Tangan Allah sehingga dalam sejarah perjalanan hidupnya selalu dipenuhi oleh rasa kesendirian tanpa batas.
Bukalah kesempatan untuk memberi peluang pada orang lain untuk masuk ke ruang kosong itu bersamamu maka pastilah akan ada hal indah yang akan dialami.
Beberapa hari yang lalu saya mendapat kesempatan berkenalan jarak jauh dengan seorang teman.
Teman ini mengalami "banyak" kesedihan dalam hidupnya karena selama ini mengalami kesendirian setelah putus "cinta" dengan pacarnya yang telah menjalani pacaran cukup lama yaitu lebih dari 10 tahun, memang teman ini telah memiliki pasangan lain tapi sebab dari pernikahanya dengan pasangan inilah yang merenggangkan hubungan dengan mantan pacarnya dan ia ingin sekali menjalin persahabatan dengan mantan pacarnya itu dengan menjelaskan duduk masalah yang sebenanrya terjadi aygn tidak diketahui oleh mantan pacarnya itu
Teman ini mengatakan akan menemuai "mantan" pacarnya ini tetapi mantan pacarnya ini mengatakan tidak memiliki waktu, sibuk dengan banyak urusan dan andaikan bertemu tak bisa lebih dari satu jam atau malah hanya setengan jam saja.
Saya tidak tahu alasan mengapa hal ini bisa terjadi.
Apa yang membuat hal itu terjadi???
Karena hanya diberi kesempatan bertemu setengah jam dan paling lama satu jam, maka teman saya ini mengatakan akan datang menemui mantan pacarnya itu dari kota A ke kota B dengan penerbangan yang tiba dikota B jam 14.30 dan akan kembali ke kota A pada pukul 18.00.
Waktu yang sangat mepet sekali,
Saya katakan pada teman itu," apakah tidak terlalu mepet dengan waktu yang demikian itu?",
Teman itu menjawab,"tidak, untuk apa saya berlama-lama sedangkan ia hanya mau bertemu dengan saya satu jam saja bahkan kalau bisa hanya setengah jam, Lebih baik saya cepat kembali ke rumah daripada tidak ada kegiatan".
Saya menjawab," Jangan begitu, menurut saya, ambil waktu yang cukup karena dengan waktu yang cukup hati dan pikiran akan menjadi lebih baik, jangan menutup kesempatan yang ada. Ingat manusia itu punya hati, pikiran dan rasa jadi dengan memberikan banyak kesemaptan pasti akan ada manfaat yang lebih baik lagi".
Jawab teman itu," apa yang akan saya lakukan kalau saya lama-lama di kota B itu kalau beliau tidak mau ketemu dengan saya".
Jawab saya," nanti pasti akan ada hal baru yang terjadi, hanya Allah yang tahu dan Anda yang akan menjalaninya".
"Wah saya tidak menjamin hal ini karena saya telah mencoba dan ini adalah hal yang ketiga kalinya saya inggin menemui beliau tepai dua kali saya tidak bisa ketemu dan saya langsung balik ke kota saya daripada tidak ada artinya apa-apa", sambung teman itu.
Jawab saya," itulah kekeliruan nalar manusia, andaikan waktu itu Anda tidak langsung pulang pasti akan ada certia lain karena saya yakin tidak ada hal yang sia-sia dalam hidup ini, semua akan ada artinya dan arti itu kadang diluar nalar sehat kita".
Jawab teman itu," saya baiknya berapa lama di kota B itu sedangkan beliau bisanya hanya jam itu,"
Jawab saya," usahkan menginap semalam dikota itu dan lihat apa yang akan terjadi nanti".
Jawab teman itu,"Ok, saya akan usahakan datang jam 14.00 dan pulang pagi hari pesawat paling pertama ke kota A agar saya bisa langsung masuk kantor".
Jawab saya," itu yang terbaik karena memberi waktu luang lebih banyak akan perjumpaan itu akan menjadikan semua lebih baik".
Teman ini akhirnya mengikuti saran saya dan tinggal semalam di kota B itu dan saya menginapkanya di rumah susteran dekat dengan bandara.
Syukur apda Allah rumah suster itu ada tempat jadi teman itu bisa menginap di susteran itu.
Akhirnya perjumaan itu terjadi dan sungguh diluar dugaan, pertemuan yang sudah sekian tahun tertunda dan seolah tak mungkin terjadi itu berlangsung cukup cair membahagiakan.
Pertemuan yang rencanya hanya satu atau setengah jam itu bisa berlangsung lebih dari tiga jam dan kedua orang yang telah lama berpisah itu bisa menjelaskan permasalahan ayng selama ini terjadi dan berkat mengalir dari perjumpaan itu dimana hati mereka boleh dilapangkan untuk menerima apa yang sebenanrya telah terjadi.
Tali "persaudaraan" yang telah koyak itu telah tersambung kembali bahkan pertemuan itu bisa berlangsung lama dan bahkan setelah tiga jam lebih mereka berbicara, Pertemuan masih berlangsung lama di susteran itu sewaktu rekan itu diantar oleh mantan pacarnya.
Saya mendapat kabar hasil pertemuan rekonsiliasi itu dari rekan itu sewaktu ia di bandara sebelum pesawat membawanya ke kota A temapt asal rekan itu
Keceriaan kembali ada dalam diri kedua rekan itu dan mereka telah menemukan jalan apa yang terbaik bagi mereka di kemudian hari dengan pasangan hidupnya masing -masing tanpa memiliki rasa tidak percaya satu dengan yang lainya yang disertai rasa sakit hati karena merasa ada penkhianatan sedangkan bubarnya pacaran mereka jauh dari apa yang mereka kehendaki..
Mereka kembali boleh bergandengan tangan sebagai sahabat dengan memiliki pasangan masing -masing dan pasangan mereka juga mengetahui pertemuan itu sehingga semakin jelaslah kalau cinta persaudaraan mengalahkan rasa benci dan dendam yang menjadikan orang hidup dalam kesedirian dan kesunyian batin karena tidak bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu yang berat menekan hidup mereka setelah perpisahan.
Hati boleh bergandeng tangan sebagai sahabat setelah lama hidup dalam kecuriaagaan dan rasa benci karena merasa ada pengkhianatan.
Inilah awal sebuah kegembiraan.
Kegembiraan adalah milik dan hak setiap orang dalam keadaan dan situasi apapun.
Tapi kadang orang tidak mau melangkan mendekati hak untuk mengalami kegembiraan itu karena hidup berkutat dengan kesendirian dan ruang kosang dalam dirinya.
Maka berani terbuka memberi ruang pada kesempatan untuk bekerja adalah hal yang utama.
Kesempatan itu selalu ada hanya kita mau mengambil dan mengolahnya menajdi peluang baik dalam diri kita atau mengabaikannya,
Kalau kita mau mengambil maka tentu kebaikan akan dapat tercapai tetapi
Kalau hidup membatasi diri dengan menutup kesempatan maka peluang itupun juga tidak akan bisa memberikan kebaikan.
Semau hanya akan menjadi kesemaptan kosong tanpa harapan sama sekali.
Sama seperti rekan saya andaikan ia membatasi diri pulang cepat karena merasa tidak ada gunanya tinggal tanpa ada kejelasan apa yang akan dilakukan, tentu ia tidak akan bisa menjelaskan secara gambalang akan peerisiwa yang sebenarnya terjadi dalam hidup mereka berdua.
Sebenarnya harapan, kesempatan dan peluang itu seperti jalan dan semua orang bisa menapakinya, tapi sayang banyak orang sibuk dengan kendaraan apa yang akan dipakai untuk menapaki jalan itu sehingga karena merasa tidak ada kendaraan maka jalan tidak bisa ditempuh.
Harapan mejadi hilang tidak memberikan kebaikan.
Harapan selalu terbuka dengan banyak kesempatan dan peluang asalkan kita mau terbuka dengan apa yang ada disekitar kita.
Hidup harus terbuka dan tidak menutup diri karena sekali menutup diri maka pintu harapan juga akan tertutup.
Semoga kita selalu mengambil kesempatan dalam hidup sehingga peluang semakin terbuka pada kita dan kebaikan diberikan pada kita.
Salam dalam keterbukaan menerima kesempatan dalam hidup.
petrusp

Jumat, 03 Juli 2009

Misteri Illahi 5

Setiap orang dapat menentukan dirinya sendiri.
Menjadi apa mereka??? dan bertindak bagaimana mereka???
"kita dapat membawa hidup kita kemana saja kita kehedaki".
Inilah pepatah yang mungkin tepat untuk diri kita.
Pepatah gerak langkah kita yang sesuai dengan apa yang kita kehendaki.
Dalam keadaan sulit dan keadaan apapun kita dapat melakukan apa yang kita pandang paling baik bagi kita.
Kita mau cuek dengan keadaan orang lain, kita mau diam saja melihat dengan tidak melakukan apa-apa atas hidup orang lain atau kita mau terlibat pada kesulitan orang lain ada pada keputusan diri kita sendiri.
Kita sendirilah yang dapat menentukannya keputusan apa yang akan kita ambil.
Seperti apa yang saya alami dalam hari-hari ini.
Saya sebagai pribadi bebas menentukan apa yang bisa saya ambil dalam menyikapi keadaan yang terjadi.
Saya bisa hanya melakukan sebatas tangungjawab atau keterlibatan penuh adalah pilihan hidup saya.
Kemarin sore dan sore ini ada kejadian yang luar biasa hebat di klinik kami yaitu pasien yang "pingsan" karena sakit "parah".
Kemarin sore ada seorang bapak yang muntah-muntah dan tubuhnya loyo tinggal "ndeprok" saja dan hal ini mengundang kekawatiran sehingga harus dibawa ke rumah sakit.
Sebenarnya kewajiban saya sebagai pribadi "cukup" mengantar pasien sampai ke rumah sakit.
Namun karena merasa memiliki "tangung jawab" saya menungui bapak itu dan benar ternyata bapak itu tidak cepat ditangani oleh dokter dan hanya ditanya "kiri kanan" oleh perawat, bahkan perawat itu dengan santainya kadang menerima telp sambil menanyai pasien.
Karena "kemropok" saya bilang,"hp memang penggangu dalam bekerja".
Pasien yang dalam keadaan "payah" harus menjawab dan menceritakan riwayat kejadian sampai mengalami keadaan ini tanpa penanganan dengan baik.
Pasien menceritakan riwayat keadaan dan menjadi semakin parah setelah minum obat merek "........" perawat itu malah menyalahkan bapak karena minum obat itu.
Saya yang ada ditempat itu rada "panas" dan langsung menyahut perawat itu," pak beliau minum obat itu sudah rutin tiap hari karena memiliki riwayat darah tinggi jadi bukan masalah obat".
Perawat itu bilang,"tapi obat ini berat seharusnya minum obat....."
Untung pasien menjawab," saya kalau minum obat itu..... mengangu kelamin saya jadi saya diberi oleh dokter mass ini obat......".
Baru perawat diam saja.
Jujur saya jengkel karena pasien tidak ditangani malah disalahkan karena minum obat yang biasa diminum tiap hari.
Dan setelah terjadi "perdebatan" antara saya dan perawat itu baru bapak itu ditangani karena dokter baru datang.
"UGD kok gaka da dokternya", pikir saya malah adanya perawat dodok.
Setelah beres saya meninggalkan bapak itu dan pulang dengan perasan jengkel pada perawat itu.
Sesampainya di klinik saya cerita pada dokter klinik apa yang terjadi, dokter klinik malah marah dan bilang "kurang ajar, kok bicara begitu dengan pasien, ini menyalahi kode etik penanganan pasien".
Dokter klinik tanya," brud, itu dokter atau perawat".
Saya jawab,"perawat karena belum ada dokternya".
"dasar perawat bego", sambung dokter klinik.
"kalau ada saya, saya maki-maki perawat itu kok sok tahu saja", sambung dokter yang memang menangani pasien bapak ini.
Kejadian di rumah sakit itu ternyata terulang kembali tapi tidak separah kemarian.
Malam ini ada pasein yang demam tinggi dan dokter klinik mengatakan ini kemungkian DB, ini kelihatan dari "pecahnya pembuluh darah di kulit". (saya lupa) dan pasien sudah lemah sekali tidak bisa jalan.
Maka dokter meminta saya cepat-cepat membawa pasien ke rumah sakit.
"Wah gak ada mobil, pakai motor aja bisa dok", jawab saya.
"iya pakai motor saja sambil dipegangi dari belakang", jawab dokter kami.
Saya langsung tancap gas membawa pasien ke rumah sakit seperti pembalap tanpa helm karena tergesa-gesa.
Sesampainya di rumah sakit.
Syukur ada dokter jaga tidak seperti kemarin malam.
Saya bilang ke dokter," pak tolong ini ditangani segera karena keadaan sudah parah".
Dokter jaga itu memeriksa dan saya bilang," kalau bisa cepat diinfus karena kalau terlambat dokter klinik tadi bilang bisa bahaya".
Dokter bilang,"klinik apa?"
"klinik saya", jawab saya sambil memegangi pasien yang menggigil.
dokter masih menanyai pasien itu dan karena tak sabar, saya bilang sepertinya DB dok menurut dokter karena tanda -tandanya udah kelihatan di lengan dan tubuhnya,
Setelah dokter membuka lengan jaket pasien dokter langsung bilang,"lho udah parah ini, cepat diinfus dan ambil darahnya" pinta pada perawatnya.
Setelah diinfus baru anamnese dilakukan dan saya menjadi lebih tenang.
Setelah diperiksa "ini-itu" dokter memberikan resep.
Teman pasien diam saja dan tidak menebus resep itu mska saya minta resep dan saya tebus obat di apotik.
Setelah menebus resep dengan harga yang lumayan mahal termasuk infus cadangan, saya kembali ke ruang penanganan pasien itu.
Pikiran saya menjadi kacau melihat keadaan ini,"Siapa yang bertangung jawab pada pasien ini kok saya yang urus beli obat belikan minum bahkan sampai mencarikan pipet untuk minum pasien ini".
Sambung saya," saya kan cukup mengantarkan ke rumah sakit saja cukup, kok saya sekarang yang repot??".
Pikiran itu memenuhi diri saya dan dalam keadaan demikian saya menyadari diri.
"andaikan saya yang sakit, siapa yang mengurusi sedangkan saya seperti pasien ini tidak punya siapa-siapa di bali ini, pasti rekan-rekan dan dokter klinik yang akan mengurus saya jadi merekalah saudara saya yang akan memperhatikan kalau saya mengalami apa-apa dalam hdiup ini".
Hidup sendiri tanpa saudara memang bukan sesuatu yang mudah, apalagi dalam keadaan yang tidak punya apa-apa.
Saya yakin teman dari pasien itu hanya diam ketika terima resep bukan karena tidak bisa berbuat apa-apa tapi tentu faktor "lain" yang menjadi masalah karena harus menebus resep ke apotik untuk pasien.
Saya juga yakin apotik tidak akan dengan mudah memberikan obat kalau tidak ada jaminan akan siapa yang akan membayar obat itu sedangkan saudara atau bos dari pasien ini belum datang.
Apakah jika obat belum ditebus maka pasien tidak diberi perawatan dan pengobatan?
saya tidak tahu, yang pasti mereka hanya akan melakukan menurut standar keberadaan saja dan bila obat belum ada maka penangan sebatas apa yang bisa dilakukan.
Inilah hidup hidup orang kecil selalu mendapat bagian yang kecil pula.
Setelah penanganan dan pemberian obat telah dilakukan serta kamar dipilihkan untuk pasien yaitu kamar yang sederhana, barulah Bos pasien itu datang.
Bos pasien itupun hanya diam dan tanya-tanya keadaan serta tak berapa lama menelepon saudara dari pasien itu.
Andaikan orang-orang itu bertindak hanya berdasarkan tanggungjawabnya saja maka pasien pasti akan "lewat" tanpa memperoleh kesempatan menjadi lebih baik.
Maka dalam hidup diperlukan keberanian untuk maju melakukan apa yang terbaik demi keselamatan mereka yang mebutuhkan.
Standar penanganan harus ditingkatkan pada tangungjawab untuk menyelamatkan sampai tuntas bahkan keberanian untuk menembus batas-batas aturan demi kebaikan dan menjunjung martabat kehidupan.
Dokter hanya sebatas melakukan kewajiban sebagai dokter, teman hanya melakukan kewajibans sebagai teman, bos hanya melakukan kewajiban sebatas Bos dalam stuktural dan saudara hanya melakukan kewajiban sebagai saudara dan jika hanya sebatas kewajiban bahkan melempar tanggung jawab maka kehidupan ini hanya akan bergerak kerena kewajiban dimana "belas kasih" dan cinta menjujung kehidupan terlupakan karena tertutup oleh sebatas kewajiban belaka.
Jika saya telah melakukan kewajiban saya maka selesailah sudah.
Apakah kehidupan hanya sebatas kewajiban???
Tentulah tidak.
Kita bisa melakukan lebih dari semua itu dan membuat dunia menjadi lebih baik,
Kita bisa menentukan arah hidup ini dan kehidupan kita,
Tapi arah kehidupan kita itu harus juga merupakan sebuah panggilan menjadikan kehidupan orang lain menjadi semakin baik.
Maka menentukan arah hidup dengan menyesuaikan dengan jalan Allah adalah yang paling tepat.
Jalan Allah adalah jalan kebaikan, kebenaran dan cinta kasih,
Jika jalan ini yang dilakukan maka saya yakin dunia akan menjadi sangat baik dan lebih baik lagi.
Misi keberadaan dan panggilan manusia menjadi semakin sempurna dengan keberanian mengikuti arah jalan Tuhan ini.
Semoga kita boleh terus melakukan kewajiban dengan penuh tanggungjawab untuk memberikan kebaikan pada kehidupan ini.
Salam dalam keberanian menjadikan dunia menjadi lebih baik dalam keberanian mewujudkan tatanan dunia baru yang bukan hanya sebatas melakukan kewajiban tetapi kewajiban yang bertanggung jawab berdasarkan belas kasih dan pengorbanan.
Semoga rahasia arah hidup kita yang sesuai dengan arah hidup yang dikehendaki Allah senantiasa ada dalam diri kita.
Selalu bertindak berdasarkan hati yang bersumber pada cinta Allah pada diri kita.
Kita dapat melakukan banyak dalam hidup ini bahkan banyak sekali kalau kita mau dan mau.
Kebaikan ada pada tangan kita dan dimulai dari diri kita sendiri.
Sehingga apa yang akan kita lakukan disamping menentukan arah diri sendiri juga diharapkan mempengaruhi arah hidup orang lain terutama mereka yang hidup dalam ketidak berdayaan karena keterbatasannya.
ingatlah "kita akan mati dalam kesendirian dan ini dipenuhi oleh kesepian yang mencekam".
Maka sejak sekarang ambil bagian dalam kesendirian orang lain dengan terlibat pada kesendirian mereka adalah jalan untuk emngakrabi kesendirian diri sendiri.
Salam dalam cinta membangun dunia baru dalam keberanian terlibat pada orang lain.
petrusp.

Selasa, 30 Juni 2009

Sapaan akhir pekan.

Hidup kita kadang-kadang mengalami hal yang diluar dugaan.
Ada rasa malas, ada rasa benci dan ada rasa tidak nyaman yang menyerang.
Kadang kita tidak tahu penyebab dari perasaan-perasaan itu.
Pagi ini ketika ada telp masuk ke pijetan saya, teman itu bertanya," sedang sibuk apa?".
Saya menjawab,"gak ada kesibukan, saya baru malas sekali hari ini, ada perasaan berat yang menekan pikiran saya dan seolah apa yang telah saya lakukan selama ini tidak ada manfaatnya sama sekali".
Teman itu menjawab," masak gak ada masalah kok bisa mengalami hal itu".
Sambung saya," aku sendiri tidak tahu".
Sambung teman itu," kitalah yang menentukan apa yang terbaik dalam diri kita, rasa tidak nyaman itu harus dilawan dengan keberanian dan bangkit dari keterpurukan, ayo semangatlah!".
Jawab saya,"Iya, inginya sich begitu tapi kok rasanya berat sekali ya".
sambung teman," Ok, dech, nikmati kemasalan hari ini tapi jangan berlarut-larut, cari penyebabnya agar hidup tidak dipemainkan oleh perasaan".
"Terima kasih", jawab saya.
Teman itu tidak jadi bilang apa-apa untuk menyampaikan maksud tujuan telp saya.
Mungkin dia ragu dan "kasihan" karena saya sendiri baru dalam keadaan malas tidak seperti biasanya yang bersemangat berkobar-kobar dalam menghdapi perjuangan hidup harian.
Dalam kemalasan hari ini, saya menyempatkan membaca buku karangan master Cheng Yen tokoh dari Budha Tze Chi,
Dalam buku ini ada kata yang istimewa," Manfaatkan setiap detik dengan sebaik-baiknya, jalani kehidupan dengan baik dan pasti, maka tidak ada penyesalan dalam kehidupan ini".
Kalimat ini menggugah dan memberikan ispirasi bahwa kemampuan dirilah yang menentukan "derajat" akan kemampuan menggunakan waktu yang disediakan.
Ketika orang mampu menciptakan kreativitas dalam hidupnya maka dapat dipastikan orang tersebut tidak akan mengalami penyesalan dalam hidup karena tidak melakukan apa-apa.
Pastlah ada hal yang bisa dilakukan dalam keadaan apapun???
Karena banyak hal tersedia disekitar kita dan banyak kesempatan menunggu keberanian kita untuk menngunakannya
Kemalasan harus dilawan dengan keberanian kelaur dari diri untuk memanfaatkan waktu yang diberikan.
Kemampuan melakukan tindakan dengan kreasi dan inovasi akan menciptakan sebuah nilai lebih dalam kehidupan ini.
Banyak orang ada disekitar kita dan dari mereka hidup juga bisa berinteraksi dan dari interaksi itu akan muncul pesan baru akan apa yang bisa dilakukan.
Maka cara pertama melawan kemalasan dan rasa berat karena tekanan pikiran adalah keluar dari diri dan berani memulai melakukan sesuatu yang ebrguna ayng bisa meningkatkan derajat diri dan serajat hidup orang lain,
Akhirnya saya memutuskan untuk menulis sedikit pengalaman kemalasan itu dalam sharing ini guna menciptakan sesuatu yeng bisa berguna pertama bagi diri saya sendiri dan kalau boleh bagi orang lain termasuk Anda yang bersedia menbaca tulisan ini.
Yang pertama adalah bagi diri sendiri dahulu karena diri sendiri itulah yang pertama mengalami rasa malas dan mengalami beban pikiran menekan.
maka sebenarnya kemalasan bisa menjadi batu loncatan untuk melangkah pada hal yang lebih berguna.
Sungguh, "Tak ada tempat yang paling indah kecuali tempat kita berada walaupun hidup sedang dalam keadaan tidak menentu, keberanian menciptakan kegembiraan, keberanian dan kedamaian dengan inovasi, kreativias dan kreasi diri akan menghadirkan surga. Surga ada karena kemampuan menciptakan dan bukan karena sudah disediakan. Sungguh Kita diciptakan oleh Allah untuk menghadirkan surga".
Menghadirkan surga tidak harus ditempat yang nyaman dan penuh kemudahan tapi dimanapun surga daapt diciptakan kerena surga berasal dari diri kita sendiri.
Bahkan pernah ada seorang teman bilang," biarkan saya masuk dalam neraka kalau itu dikehendaki oleh Allah dan saya akan menciptakan surga di neraka itu karena surga ada dalam diriku melalui kemampuan menciptakannya".
Mungkin ini kesombongan tetapi hal ini bisa memberi motivasi untuk tidak putus asa dalam keadaan yang tidak mengenakkan.
Sungguh keberanian keluar dari diri sendiri inilah pintu gerbang menciptakan surga.
Selamat melakukan aktivitas hari ini dan semoga setiap dari kita mampu mencitakan surga sehingga dapat menghadirkannya pada orang sekitar.
Salam dalam melawan kemalasan dan mencipkan surga disekitar kita,
petrusp.

Misteri Illahi 4

Setiap orang diciptakan Allah dalam keadaan baik.
Saya, Anda dan setiap orang diciptakan baik dengan maksud istimewa di dunia ini.
Keistimewaannya ada dalam pengalaman setiap hari yang terjadi dan ada dalam kemampuan mengolah pengalaman itu menjadi berkat bagi kehidupan ini.
Sungguh apapun yang terjadi hal itu adalah istimewa dan semakin menunjukkan kebaikanNya pada Anda, termasuk hal yang paling tidak menyenangkan sekalipun.
Saya sebagai pribadi kadang mempertanyakan kehidupan ini.
"Kok menyedikan diri ini", namun jika direnungkan ternyata pengalaman itu bukan penglaman menyedihkan tetapi pengalaman rahmat akan cinta dan kebaikanNya.
Dalam minggu ini, saya memiliki pengalaman yang beruntun luar biasa "mengelikan" sekaligus "menyedihkan".
Bagaimana tidak ini adalah pengalaman "ditolak" dan "tidak dihargai".
Pengalaman pertama pada malam Minggu ketika kami pulang dari kondangan teman yang menikah.
Dasar salah satu teman kami rada "gila", sewaktu pulang setelah menghadiri kondangan teman itu teman yang menyetir mobil tidak melalui jalan biasanya tetapi belok ke arah jalan yang biasa dipakai mangkal "bencong".
Di jalan itu, teman yang menyetir mobil berhenti dan mengganggu kerumunan bencong yang lagi mangkal di jalan ini.
"benong-bencong" itu mendekati kami mobil dan karena kaca dibuka maka bencong itu bisa leluasa melihat keberadaan kami di dalam mobil itu.
Yang terjadi diluar dugaan, eh bencong-bencing itu malah tertarik dengan rekan-rekan kami dan bahkan mereka menawar 1juta pada dua koas kami yang duduk di jok belakang dan menawar 500rb pada dokter spesialis tht yang duduk di pinggir kaca jendela mobil.
Spontan kami menggoda dua koas agar turun dan dapat duit sejuta.
Rekan yang menyopir mobil itu kurang ajar, ia menwarkan yang barkumis dan bencong itu menyenter saya dengan sdokter spesialis kulit yang ada disamping saya, eh bencong itu bilang," aku gak suka yang berkumis karena hitam, yang belakang saja lebih Ok"
Saya dan dokter spesialis kulit tidak laku dan tidak dilirik oleh bencong-bencing itu sertelah disenteri.
Sedangkan bencong itu dengan santainya mengelus-elus dokter spesialis tht yang duduk di dekat jendela itu dengan terus ngoceh menawar kedua koas kami.
Tak berapa lama banyak bencong datang dan ada satu yang gelisah melihat keberadaan dua kos kami dan bilang,"cepat yang belakang turun aku bayar sejuta juga boleh".
Karena kaadaan sudah mulai tidak "aman" karena banyak becong berdatangan akhrinya kami tancap gas meningalkan kerumunana bencong-bencong itu.
Syukur bencongnya alim jadi tidak merusah dan menggangu mobil kami.
Dalam mobil kami menggoda dua koas kami," turun aja semalam sejuta bisa untuk bayar kos".
Dua koas kami hanya bisa diam karena memang mereka yang paling kecil di mobil ini.
Saya nyeletuk dalam mobil ini," sedih nasibku ini, bencongpun menolak saya dan dr arif apalagi wanita".
"Sabar bro, nanti pasti akan ditawar kalau udah gak ada yang lain lagi", celetuk dokter spreialsin tht,
"Enak sampeyan udah laku ditawar sejuta, dan dielus-elus pahanya", sambung saya.
Suasana dalam mobil itu menjadi sangat mengembirakan karena boleh bercanda dalam kebersamaan akibat ulah bencong -bencong itu.
Kejadian pertama akan penolakan itu terjadi karena saya dipandang bukan "pasaran" untuk bencong itu.
kejadian kedua yang tidak kalah seru adalah kejadian di depan kos rekan saya.
Kami sedang nongkrong di depan kos teman dan ada cewek lewat disana dan teman kami mengodainya, eh cewek itu tersenyum pada teman saya dan kami tertawa dengan kejadian itu,
Lalu mereka bilang," nanti kalau ada cewek lewat mas petrus yang ngodain ya".
Rekan-rekan ini muslim dan emnggail saya dengan nama mas.
Giliran kedua adalah bagian saya, Ada cewek SPG Ramayana pulang dan saya yang menggodai dengan memanggil cewek itu, eh cewek itu malah lari meninggalkan kamisambil teriak "dasar", mungkin cewek itu ketakutan karena digodain orang tua yang tidak masuk nominasi mereka.
Teman-teman tertawa dengan kejadian itu dan mereka bilang,"godainya kurang sip sih jadi ceweknya lari".
Saya hanya senyum-senyum menanggapi tertawaan dan celotehan teman-teman ini
Kejaidan penolakan kedua terjadi pada orang kampung yang item, kecil dan cenderung jelek ini.
Penolakan ketiga juga terjadi dan ini berkaitan dengan orang kecil item satu ini.
Malam kemarin saya dengan 2 dokter dan 3 koas janjian ama "gay" di seminyak.
Saya yang kenal Gay itu dari teman dan akhirnya janjian ketemuan karena gay itu ingin berkenalan dengan saya..
Karena saya takut, tentu saya bawa pasukan yang lumayan banyak dan gay itu hanya berdua saja tapi teman-teman tidak tahu keberadaan gay itu.
Sewaktu ketemu "gay" itu tidak ada respeck dengan saya namun respecknya dengan seorang koas dan dokter arif sang spesialis kulit kelamin.
Dalam pembicaraan gay itu hanya fokus pada perawatan kulit dengan dokter spesialis kulit itu sampai kami pulang.
Sewaktu dalam mobil gay itu sms saya," dokter kulit namanya siapa??? dan ivan Cute banget ya".
gay itu tidak menuyinggung tetang saya sedangkan pertama kan ingin bertemu dengan saya.
Dalam mobil saya bilang," dasar apes, mau kenalan ama gay tapi yang ditaksir gaynya malah dokter arif dan Ivan".
Malang nasib orang "jelek" ini, hidup kok ditolak terus menerus.
Perempuanmenolak, gay menolak dan bencingpun menolak.
Memang saya dilahirkan untuk sendirian saja nich,
Teman-teman hanya tertawa menangapi "celotehan" kekesalah saya ini.
Salah satu teman bilang," menang bruder diciptakan hanya untuk Tuhan saja, kalau ama perempuan gak boleh, ama gay dilarang dan ama bencong gak cocok".
"yang sabar ya bro", hibur dokter tht.
"iya nich memang untuk Tuhan ajalah hidup saya karena telah ditolakbermacam-macam orang", sambung saya.
Rekan lain menjawab," tidak juga bro, nyatanya selalu ada nenek-nenek yang mencari bruder kalau mereka datang ke klinik".
Spontan pecah tertawa di mobil itu.
Nenek-nenek memang sering menanyakan.," dimana mas yang diobat itu kok gak ada, kalau ada mas itu jadi ramai".
Sayang hanya nenek-nenek yang bisa melihat pesona diri saya yang menawan ini.
Dari semua kejadian ini, PENOLAKAN yang terjadi bukan sebuah kutuk tetapi sebuah berkat dari Tuhan.
"PENOLAKAN" itu berarti Tuhan masih mecnintai dan mempercayakan karya baik dalam diri orang kampung ini.
Andaikan saya diterima bencong, gay atau perempuan pasti akan lain ceritanya.
Kesombongan akan ada sehingga akan mencari kesana ketika kesepian hati ada dan kesulitan sedang menghampiri,
Dari penolakan dan penerimaan nenek-nenek itu "panggilan" Allah semakin dimurnikan dan diteguhkan kalau memang dunia relasi itu bukan dunia yang harus saya lalui.
Dunia itu adalah dunia jauh yang tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah.
Penerimaan oleh nenek-nenek dan kerinduan nenek-nenek untuk bertemu adalah sebuan isyarak kalau hidup masih berharga karena nenek-neenk itu menerima bukan karena tampilan luar tetapi karena pesona dalam yang terpancar dari diri orang jelek ini.
Maka dalam keadaan sesulit penuh pencobaan dan penolakan apapun akan ada sebuah berkas cahaya penyertan Allah dimana memang Allah menghendaki kalau penolakan itu adalah jalan menuju kehendakNya yang tidak terselami.
KehendakNya yang semakin mendewasakan proses kehidupan ini.
Maka jangan takut akan penolakan dan kuatlah dalam penderitaan karena memang disana Allah berkarya dan semakin dimuliakan.
Penerimaan dan penghargaan kadang menjadikan orang buta dan melupakan siapa dibalik penciptaan kehidupan ini.
Allah yang adalah berkuasa memiliki masuk dari banyak hal yang terjadi baik penerimaan, penghargaan dan penolakan.,
Jangan senang diterima dan sedih ketika ditolak karena dalam keduanya Allah bekerja.
Semoga kita sanggup manangkap kehendak Allah dalam setiap penolakan dan kesulitan karena dengan kemapuan menangkap ini hidup akan mengalami kegembiraan.
Salam dalam cinta menerima kehendak Allah dalam hidup ini,
karena Allah akan memberikan yang terbaik dalam diri kita melalui penerimaan maupun penolakan.
Salam dalam kesetiaan pada Allah dalam keadaan apapun karena Allah menciptakan kita dalam keadaan baik dan istimewa.
Salam dalam cinta membangun dunia baru dengan menangkap kehendak Allah.
petrusp.

Rabu, 17 Juni 2009

Misteri Illahi 3

Hendaklah hidup selalu berbuat baik dimanapun berada guna memberi kegembiraan kepada setiap orang yang dijumpai, karena dengan berbuat baik dan mengembirakan orang lain maka tujuan penciptaan Allah pada diri kita telah terpenuhi.
Kebaikan yang dilakukan tidak akan terbuang percuma tetapi akan dikembalikan pada hidup kita.
Biarkan ada pengkhianatan, kebencian dan penolakan tetapi tetaplah berbuat baik di tempat kita berada dan yakinlah kalau kebaikan itu akan membawa hidup Anda pada satu sisi misteri Allah yang tidak akan Anda sadari disaat yang tidak terkira.
kebaikan itu akan mancari Anda dan menempatkan Anda ditempat yang selayaknya.
Kebaikan adalah jalan bagi mereka yang telah berani berbuat baik dan mereka akan "pulang" ke tempat dimana ia telah melakukan kebaikan.
dengan berbuat baik maka seseorang telah membangun rumah yang akan selalu siap menerima kedatangannya.
memang penokan ada tapi penolakan itu tidak akan mempengaruhi kebaikan yang telah dilakukan.
Maka selalulah berbuat baik dalam hidup ini.
Beberapa hari ini, saya mengalami "kebimbangan" akan perjalanan hidup ini.
Bagaimana tidak???
Pastor paroki dimana saya dulu tinggal, mengsms dan menelepon dengan menceritakan keadaan dimana saya dulu mengapdikan diri.
Beliau bercerita kalau keadaan dimana saya tinggal dulu menjadi "parah" karena ditinggalkan oleh pengganti saya yang notabene "mendongkel" dan mengusir saya dari tempat saya mengabdikan diri selama belasan tahun.
Orang-orang yang "tidak" suka dengan "keberadaan" saya waktu itu, mereka mencari cara agar saya bisa meninggalkan tempat pengapdian itu dengan banyak cara termasuk cara yang tidak "manusiawi" dengan "pertimbangan" atau alasan mereka bisa tinggal menggantikan "kedudukan" saya di tempta itu.
Hal ini dilakukan karena mereka melihat saya memiliki "kuasa" yang menghasilkan banyak "kenikmatan" dunia.
Setahun setengah sudah saya dipaksa meninggalkan tempat pengabdian ini dan setelah setahun setengah ternyata apa yang mereka "harapkan" tidak menjadi kenyataan.
Tempat yang dipandang "surga" penuh kemudahan ternyata tempat penuh "perjuangan" yang sangat tidak mengenakkan karena tuntutan kerja dan pelayanan kepada mereka yang dilayani cukup tinggi dengan resiko dan kesulitan yang juga cukup besar.
Hanya dengan hati yang penuh kesadaran, kerendahan dan kerelaan akan bisa masuk dalam pelayanan kepada mereka yang "paling" terbelakang ini terutama keterbelakangan "mental".
Setelah dirasa berat dengan medan yang tidak mudah dan harapan akan "kenyamanan" tidak ada maka mereka meninggalkan tempat itu bahkan dengan cara yang amat "menyedihkan" dimana mereka tidak pamit dengan pastor paroki dan pemimpin yayasan apalagi orang yang dilayani.
Pelayanan itu akhirnya seperti ayam kehilangan induk, syukur karyawan yang dulu bekerja dengan saya bisa menggantikan dengan baik walaupun masih jauh dari apa yang diharapkan karena bagaimanapun mereka hanya karyawan.
Selama saya "dipaksa" meninggalkan tempat itu, tak sekalipun mereka menghubungi saya bahkan saya "ditolak" ketika akan datang baik-baik untuk mengurus surat agar rumah itu bisa menjadi milik mereka dan digunakanasebagai rumah karya mereka.
Mereka antipati dengan keberadaan saya.
Syukur kepada Allah.
Selama belasan tahun, saya boleh melakukan apa yang terbaik ditempat itu hingga Romo paroki meminta saya "kembali" membantu karya di tempat itu atau setidaknya memulai karya baru ditempat itu untuk menyelamatkan karya lama.
Selama belasan tahun itu pula, saya merasa tidak melakukan hal yang tidak selayaknya baik kepada mereka yang saya layani maupun kepada pihak-pihak lain bahkan boleh membangun kebersamaan dengan mereka dalam setiap masalah dan pelayanan yang dilakukan.
Hal inilah yang membuat Romo paroki berani menghubungi saya untuk menghidupkan pelayanan ini sekaligus menyelamatkan "panggilan" saya yang telah tercampak tanpa kepastian sampai saat ini karena tidak ada surat "pembebasan".
Romo paroki melihat kalau "panggilan" pelayanan itu masih ada dan cinta kepada Allah melalui serikat masih hidup sampai saat ini.
Dengan kembali berkarya ke tempat itu ada harapan akan tumbuhnya benih panggilan yang mesih ada itu.
Sayang kalau panggilan itu hilang karena tidak diawasi, disirami, dibimbing dan diarahkan.
dengan tinggal dengan pastor paroki maka panggilan itu bisa terjaga sehingga ada kemungkianan "kembali" ke "ruman" yang tepat untuk panggilan itu.
Bingung dan bimbang yang saya alami.
Bagaimaan tidak???
Di tempat baru ini benih karya itu telah tumbuh dan dirasakan kehadirannya oleh banyak orang.
karya baru ini telah boleh berakar pada mereka yang terbuang dipulau pariwisata ini dan rencana-rencana baru telah disusun untuk perkembangan kearah yang lebih baik.
Kesetiaan dan kebaikan itu telah boleh dirasakan oleh banyak jiwa yang membutuhkan sentuhan kasih Allah melalui hati orang yang mau bekerja di rumahNya.
Bekerja dirumahNya sebenarnya tanpa harus dibebani oleh status, jabatan, pangkat dan kekuasaan serta nama besar.
Bekerja di rumahNya hanya dengan satu kata yaitu "kesediaan" tinggal bersama dengan Dia dengan yang Ia miliki dalam pelayana ini.
Kesediaan untuk melakukan apa yang dikehendakiNya.
Sungguh tinggal bersama Allah tidak harus berdasarkan darimana, siapa dan apa yang bisa dilakukan, tetapi cukup berserah pada kehendakNya dan melakukan apa yang dikehendakiNya.
Dari banyak pertimbangan ini.
Ada satu kata yang utama dalam palayanan kepada Allah dalam diri orang kecil yaitu,
Melakukan apa yang terbaik dimana hidup berada,
Jika hidup telah melakukan yang terbaik untuk menghadirkan Dia dan menyapa mereka yang terbelakang dengan keberanian untuk mengembirakan mereka maka cukuplah arti dari panggilan itu.
Tujuan utama panggilan Allah adalah menghadirkan Dia secara nyata dan menyeluruh untuk mengembirakan dunia dan menyelamatkannya.
Ini adalah hal utama yang harus dilakukan oleh setiap orang tak terkecuali mereka yang hidup dalam panggilanNya.
Setiap yang telah dibaptis, mereka diutus oleh Dia dalam pewartaan cinta kasih untuk menghadirkan Allah.
Jika hal ini dilakukan maka dimanapun orang berada maka mereka akan selalu menjadi berkat dan saluran berkat itu,
sehingga keberadaannya akan selalu dicari dan dipertahankan.
Entah kapan dan dimanapun mereka akan dicari dan diberi kesempatan untuk tetap menjadi yang terbaik.
Maka mulai saat ini, jangan menunda waktu lagi,
Lakukan apa yang terbaik dalam hidup untuk menghadirkan Allah dan mengembirakan orang lain.
Semoga Anda menjadi berkat dan saluran berkat bagi oran sekitar sehingga setiap orang yang bertemu dengan Anda mengalami kehadiranNya dan boleh bergembira dalam hidupnya.
Salam dalam cinta membangun dunia baru untuk menghadirkan Allah dalam kehidupan sehari-hari.
petrusp.

Senin, 15 Juni 2009

Misteri Ilahi 2

Misa hari minggu yang menyenangkan dan bermakna.
Sore ini, saya bahagia sekali waktu mengikuti misa di gereja,
Disamping misanya sendiri, saya bertemu dengan anak-anak SMP dari semarang mereka dari sekolah milik suster PI di kebon dalem.
Sewaktu saya masuk gereja.
tempat duduk penuh dengan anak-anak dan saya duduk diantara mereka.
Dalam misa itulah saya sesekali bicara dengan mereka.
Sebuah perasaan bahagia setelah lebih dari 1 tahun tidak bertemu dengan anak-anak, saat ini bisa duduk dengan mereka dan sedikit berbicara dengan mereka.
Sewaktu Romo Kotbah, mungkin karena capek seorang anak yang duduk dibelakang saya tertidur dengan posisi yang lucu, sayang saya tidak membawa kamera jadi tidak bisa mengabadikannya.
Saya tidak berbaut apa-apa pada anak itu, eh pas salam damai anak itu mencium tangan saya dan meminta maaf karena tertisur sambil mengatakan kalimat," maaf ya pak saya tertidur".
Saya kaget dengan apa yang dilakukan anak itu karena saya bukan apa-apa anak itu.
Apa yang terjadi hingga anak itu begitu dekat dengan saya yang belum pernah ketemu dan hanya dalam misa ini ketemu bahkan anak inipun tidur sehingga saya tidak melakukan apa-apa pada anak ini.
Sebuah pengalaman yang "menyentuh" hati dan saya katakan pada anak itu," minta maaf pada romo karena kamu tidak mendengarkan kotbah romo".
Salam damai adalah salam yang menyentuh jiwa karena memang kedamaian adalah harapan semua orang.
Anak itu ingin damai maka ia meminta maaf dan mencium tangan saya walaupun saya tidak "mengambil" peran apa-apa pada anak itu.
Usaha damai bisa dilakukan dengan siapa saja dan divisualkan pada orang sekitar sebagai perwujudan minta maaf agar hidup menjadi sah dan hati boleh berdamai.
Berani mengakui kesalahan dan meminta maaf adalah tindakan yang luar biasa dan hal ini terjadi pada anak yang tidur itu.
dengan meminta maaf yang disaksikan oleh teman-temannya, hal ini akan menjadi peneguhan padanya sebagai orang yang telah mengaku kesalahan.
disamping kejadian anak ini, ada kejadian yang juga membuat saya tertawa karena celetukan anak menanggapi kotbah romo.
Sewaktu romo mengatakan," siapa yang merasa tidak berdosa silahkan berdiri angkat tangan dan tinggalkan gereja karena gereja adalah tempat orang berdosa".
Eh ada anak nyeletuk," Romonya sendiri yang berdiri dan angkat tangan mengapa romo tidak meninggalkan gereja".
Saya tertawa dengan celetukan anak itu.
Saya bilang," Itulah manusia, mereka tidak kadang tidak menyadari apa yang dikatakan dan dikalukan".
Jawab anak itu," iya, kalau romonya pergi kan misanya bisa cepat selesai".
Saya tambah tertawa dengan jawaban anak ini.
Saya gak tahu anak ini bilang demikian karena kritis atau karena "jengkel" karena kotbahnya lama dan tidak menarik.
yang pasti ada satu hal istimewa yaitu seperti apa yang dilakukan oleh romo itu.
Ia mengatakan yang tidak berdosa silahkan berdiri, angkat tangan dan meninggalkan gereja eh romonya kan berdiri sendiri dan romo juga mengangkat tangan memberi contoh tetapi kok tidak meninggalkan gereja.
Tak ada komitmen dari apa yang dikatakn oleh romo itu.
Ia hanya bicara dan ia tidak melakukan hal yang paling utama.
Ia berdiri, angkat tangan tapi tidak mau meninggalkan gereja.
Keteladanan yang tidak bisa diteladani, pengajaran yang tidak layak ditiru.
"maaf' kalau andaikan romo itu tepat dalam pemilihan contoh tentu tidak mendapat celetukan anak kelas dua smp.
Maka dalam hidup orang diharapkan berhati-hati dalam berbicara dan bertindak karena selalu dilihat dan diawasi oleh orang lain termasuk oleh anak kecil.
Sikap kritis anak ini bisa menjadi pelajaran agar orang bisa semakin mencapai kesempurnaan seperti Tuhan sendiri yang sempurna dan selalu penuh dengan "komitmen" dengan apa yang dikatakan.
Memang kalau romo itu kelaur tentu misa tidak akan berjalan dengan baik dan akan mengakibatkan banyak ketidakjelasan tapi
seharusnya Romo lebih berhati-hati dalam mengambil contoh dari apa yang akan dia bawakan dan dia lakukan dalam misa itu.
Dua hal yang bertolak belakang.
Anak yang tertidur berani mengakui diri dengan meminta maaf dan mencium tangan sebagai komitmen dari apa yang dilakukan sedangkah
romo itu tidak melakukan dari apa yang dikatakan dan dilakukannya.
Dua buah kutup berbeda yang terjadi dalam hidup,
Orang kecil biasanya mudah dalam melakukan rekonsiliasi karena menyadadi apa yang dilakukan sedangkan mereka yang merasa "besar" berwewenang merasa benar dari apa yang dilakukan yang sebenarnya adalah kesalahan.
Semoga kita bisa belajar dari kejadian kecil ini bahwa hidup kita dalam "penilaian" orang dan ini memerlukan sebuah kehati-hatian dalam berbicara dan bertindak.
Semoga kita menjadi cermin dari kebenaran dan kebaikan sehingga siapapun yang merasakan kehadiran kita dapat merasakan kehadiran Allah dan menjadikan kerinduan orang untuk bertemu dengan Allah melalui kita.
Salam dalam hidup dalam kebaikan dan kebenaran Allah.
petrusp.

Senin, 01 Juni 2009

Misteri Illahi 1.

Hiduplah dalam kejujuran karena bagi yang hidup jujur akan selalu diberikan jalan akan pemenuhan hidupnya secara jujur pula.
Saya yakin mereka yang hidup dalam ketidakjujuran akan selalu mengalami "ketakutan" dalam perjalanan hidupnya baik ketakutan peda dirinya sendiri ataupun pada orang yang telah ditipunya, atau andaikan ia tidak memiliki ketakutan setidaknya Tuhan mengerti ketidakjujurannya dan IA akan memberikan apa yang terbaik dari tidakan ketidakjujuran itu.
Siang ini saya mengalami hal yang luar biasa menjengkelkan tepi juga merupakan arena kerendahan hati dan kerelaan melepas keterikatan akan benda dunia ini.
Sewaktu kami akan pergi dengan teman dan kerena perginya jauh maka diputuskan memakai mobil, lha pas kami mau beli buah dan parkir, mobil kami menyenggol motor yang sedang parkir dipinggir jalan.
Motor itu roboh dan ada sedikit lecet bahkan bisa dibilang sedikit sekali.
Pemilik motor itu "mencak-mencak" dan bos yang punya toko tempat pemilik itu bekerja ikut mencak mencak dengan kata-kata yang membakar untuk menuntut ganti rugi.
Pemilik toko itu memakai kalung berleontinkan salib.
Suasana menjadi tegang dan dalam "mencak-mencaknya" pemilik motor itu mengeluarkan kalimat," motor ini kemarin sudah ditawar Rp 5.5 Juta dan saya minta ditambahi sedikit, sekarang Rp 4 jt saja tidak laku".
Saya spontan mau bilang," Ok, saya bayarin saja Rp4 Jt", tapi gak jadi karena gak mau suasana menjadi panas apalagi uang saja jelas tidak cukup untuk bayar motor dan andaikan cukup besok gak bisa beli obat .
Dalam proses tawar menawar ganti ruu akhirnya disepakati uang ganti rugi lecet cat dimotor itu.
Kejadian ini mengingatkan kejadian beberapa waktu yang lalu yang dialami oleh rekan ayng juga ada dalam mobil ini ketika mobilnya menyenggol mobil zebrra tahun "jebot" yang mengakibatkan lecet dan pemilik mobil dengan mencak-mencak meminta ganti rugi Rp. 1 jt dan akhirnay uang Rp. 1 Jt harus melayang gara-agra nyenggol mobil tua itu.
Anehnya bapak itu adalah aktifis gereja dan ketua lingkuangan dimana mobil itu milik salah satu anggota lingkungan itu.
Kejadian kedua ini terjaid di kota malang jawa timur.
Gila bukan, ketua lingkuang melakukan hal itu dengan anggota lingkuangnya bahkand engan kaliamt," urusan mobil gaka da urusan dengan lingkuang dan pertemanan".
Inilah kehidupan ini, Gila dan menakutkan dimana "kebohongan" dan "ketidakjujuran" serta "penyangkalan" telah meraja ella demi yang namanay rupian.
Pemilik mobil bilang macam-macam mana ia sedang buru-buru mau melatih orgen di gereja dan ia tak bisa diajak damai kecualali dengan uang sebesar sejuta dan mentoknya 750 ribu rupiah.
hebat bukan gereja, sibul salib hanya sebagai sibul dan tidak memiliki makna dalam kebersamaan di dunia ini.
Kejaidan-kejadian ini memang bukan kebetulan saja tetapi merupakan pelajaran untuk semakin berhati-hati dalam kehidupan ini.
Jika kita dianggap salah maka kita akan menjadi makanan empuk mereka yang merasa menang dan dirugikan.
Bentakan, tipuan dan banyak hal dipakai untuk mendapatkan ganti rugi atas kerusakan yang terjadi walaupun kerusakannya jauh dari uang yang dituntut dan kerusakan sebenarnya juga karena kesalahan dia karena parkir sembarangan dan jalan tidak menjaga jarak.
Namun siapa yang bisa membentak dan merasa menang dengan bukti kerusakan yang akan menjadi juara dalam kancah "pembohongan" hidup demi kepausan ego.
Jadi dalam beberapa hari ini, hidup harus berhubungan dengan orang-orang yang memanfaatkan kesempatan untuk memeras.
Saya sendiri merasa malas menanggapi orang-orang demikian apalagi emreka jelas memakai simbol religius akan kristus dalam dirinya yang nampak dari liontin tetapi hatinya tetap manusia yang serakah bukan seperti hati Yesus yang ada di bandul kalung yang dikenakannya.
Saya sadar, Tuhan tidak buta dan IA tidak tidur jadiIa melihat apa yang terjadi dan dengan hal itu kesabaran kita sedang diujiNya dan jika kita ikut marah maka dunia akan terbakar terutama Yesus yang ada dalam hidup anak-anak yang mengenakan Ia sebagai simbol keyakinan dalam dirinya.
Maka sebagai orang yang merasa "memiliki" Yesus secara nyata, membayar ganti rugi yang dituntut adalah lebih santun daripada melakuakn drama tandingan yang akan memperuncing masalah dan menjadikan "kesedihan" hati Tuhan yang telah diseleweungkan dengan yang namanya rupiah.
Uang memang sulit dicari apalagi dalam keadaan seperti saat ini tapi apakah uang akan menghancurkan keimanan akan Yesus yang selalu dipasang sebagai bandul kalung yang dikenakan setiap hari yang selalu menemani perjalanan hidup pemakainya.
Kita begitu bangga memakai kalung berbandul Salib Kristus yang melambangkan penderitaanNya dikayu salib bahkan menunjukkan bandul kalung itu pada banyak orang dengan menaruh diluar baju atau "membuka kancing baju agar dilihat orang tetapi hati pemakaianya jauh dari sikap asih dan kasih seperti yang diteladankan Kristus.
Kristus hanya sebagai pajangan dan hiasan belaka sehingga Ia tidak mengubah apa-apa dalam kehidupan ini
Inilah yang membuat Yesus semakin menangis dan merasa tidak berharga dalam kancah kehidupan manusia dan berkata," aku senantiasa disalibkan setiap hari oleh mereka yang mengaku mencintaiKu tapi hidupnya jauh dari apa ayng Aku lakukan".
"Aku sudah tidak kuat lagi memanggul salib penderitaan ini yang setiap hari semakin berat karena tingkah mereka yang menamakan diri anak-anakKu".
Apakah kita juga akan bertindak demikian?????
Menyalibkan Yesus setiap hari.
Jawabanya terserah Anda.
Hidup yang telah panas ini jangan dipanasi lagi dengan "kebohongan" dan "ketidakjujuran".
Hidup tidak jujur dengan melakukan banyak kebohongan bahkan dengan kebohongan "religius" seperti mereka yang selalu memakai kalung berbandul salib Yesus namun hidup dan hatinya jauh dari cara hidup Yesus.
Miris bukan dunia saat ini??????????,
Simbol-simbol religius hanya sebatas simbol dan tidak memiliki makna apa-apa lagi.
Bahkan Ia yang adalah gambaran dari cinta tak lagi menjadi teladan cinta bahkan pengesah dari "kejahatan" dan "kebohongan" yang dilakukan pada kehidupan ini.
Sayang seribu sayang.
Maka sebagai pribadi lebih baik "berkorban" dari apa yang dimiliki untuk menghidupkan cinta dalam diri akan penderitaan Kristus.
Apa artinya "uang" jika dibanding kedamiaan dalam hati karena keberanian melepas keterikatan akan uang ini.
Saya yakin jika kita menjadi seperti Dia dengan berani berkorban dan hidup dalam kerendahan hati serta kejujuran maka Dia sendiri yang akan memenuhi hidup kita.
Setelah kejadian itu,
Sore harinya setelah praktek klinik, saya dengan dokter dan seorang teman makan di Ramayana.
Saya sendiri pergi ke kamar mandi dan saya meminta reman untuk membayar dengan memberinya uang satu lembar ratusn ribu.
Setelah selesai dari kamar mandi, saya menerima uang kembalian dan ternyata kembalian uang itu kelebihan.
setelah saya lihat ternyata ada minuman yang belum dihitung karena kesalahan kasir dan saya membayar minuman itu di kasir.
Kasir berterima kasih atas apa yang saya lakukan.
Setelah dihtung-hitung kok uang masih kelebihan eh ternyata sewaktu memberi kembalian kasir salah memberi uang dan sesewaktu saya kembalikan kasirnya malah bengong dan "ngeyel" kalau kembalian sudah cocok.
Saya menjelasak dan mengatakan kalau ia memberi kembalian lebih yang seharusnya............ribu kembaliannya ...........ribu, jadi kelebihan ......ribu.
Kasir malah sibuk menghitung dengan kalkulator akan kembalian itu.
Jelas hitungan tidak salah yang salah adalah jumlah uang kembalian.
Sewaktu makan saya katakan pada rekan-rekan, "hendaklah kita belajar untuk hidup jujur walaupun kita tidak punya uang".
Bayangkan kalau kita yang salah memberi kembalian maka kita akan kena denda untuk mengganti atau malah kena sangsi.
Maka berani hidup jujur adalah sebuah jalan yang akan meberikan kegembiraan dan kemudahan pada orang lain yang telah melakukan kekeliruan.
Jangan memeperparah kekeliruan tetapi jadilah jalan kebenaran dan kebaikan.
Hidup jujur dalam kebenaran, pasti hidup akan diberkati Tuhan dan semua akan menjadi lebih baik dibandingkan kita makan apa yang bukan hak kita untuk dimakan.
Kami masih ngobrol banyak tentang kejujuran itu sambil makan bahkan obrolah itu sampai ada dirumah,
Sewaktu kami ngobrol itu ada sms masuk ke pijetan saya.
Isi sms itu sangat mengejutkan pikiran saya dan saya seolah tidak percaya.
Sms itu berbunyi, "mlm br wis turu? Tadi pak .....tranfer .....Juta. semoga bermanfaat baik. Salam JLU".
Saya membaca sms itu dan langsung menunjukkan pada dokter dan teman saya.
Mereka bilang,"kok bisa, kita baru bicara kejujuran dan jika hidup jujur maka Allah yang akan memenuhi, kok ada yang kasih uang ke mas".
Jawab saya,"percayalah pada Allah. Ia akan memelihara hidup kita jika kita berani jujur pada kehidupan ini terutama jujur padaNya".
"Saya yakin akan hal ini,saya baru mendaptkan motor, rencana kredit tapi malah diberi tanpa bayar dan sekarang ada yang mengirimkan uang, Ini adalah cara kerja Allah bagi mereka yang mau mepercayakan hidup dan jujur padaNya", sambung saya.
Rekan-rekan hanya geleng-geleng kepala akan kejadian ini.
Mujizat Tuhan terjadi bagu yang berani jujur padaNya.
Jika kita berani membuka gengaman tangan dan melepas yang ada dalam genggaman itu maka Allah akan mengisi dengan hal baru yang lebih indah dari apa yang kita miliki.
Jika demikian untuk apa kita terus berpegang pada hal-hal yang menghambat cara kerja Allah ini ????
Tak ada artinya mepersulit hidup dengan kebohongan.
Allah merencanakan hal baik bagi yang mau percaya dan berserah padaNya dengan tidak mengingkariNya dengan kebohongan dan ketidakjujuran.
orang -orang yang mendapatkan uang karena "menipu" seperti yang punya mobil dan motor yang kesenggol itu , Mungkin memperolah apa yang diingikan tapi berbeda dari apa yang diingikan Allah dan ayng akan diberikan padanya.
Allah akan memberikan pada mereka yang mau dengan kerendahan hati menjaga kejujuran dan kedamian dalam hatinya untuk semakin mempererat tali persaudaraan antar sesama dan bukan pada mereka yang hidup dalam ketidakbenaran melalui ketidakjujuran dan kebohongan.
Semoga kita boleh hidup dalam kejujuran dan kerendahan hati akan orang lain sehingga dunia menjadi lebih menggembirakan dan penuh damai.
Salam dalam cinta melakukan kejujuran dalam keseharian.
Jadikan Tuhan sebagai teladan hidup dan bukan hanya simbol mati yang tergantung di leher.
Hidupi Dia dalam keseharian dan bukan memajang dia seharian.
Ia sungguh berat memanggul salib pengkhianatan kita terutama pengkhianatan yang terjadi saat ini oleh mereka yang mengatakan anak-anakNya.
petrusp.