Rabu, 27 Januari 2010

Topeng kejahatan bernama kebaikan.

Kejahatan memiliki banyak topeng dan topeng yang paling berbahaya adalah
kebaikan.
Jadi hati-hatilah dengan kebaikan orang lain yang ada disekitar kita agar
tidak masuk dalam perangkap kejahatan itu.

Kalau kita mencermati apa yang terjadi disekitar kita berkaitan dengan
kejahatan, kita bisa melihat kalau kejahatan yang serign terjadi dilakukan
oleh orang terdekat, orang yang dikenal bahkan kelaurga sendiri, dan pintu
yang pertama dipakai masuk adalah pintu kebaikan.

Kejadian terakhir yang cukup “menghebohkan” adalah kejadian jagal bernama
babe.

Ini adalah contoh paling nyata akan pintu kejahatan yang bernama kebaikan
itu.

Maka salah satu hal yang paling mungkin dilakukan dalam hidup untuk
meminimalkan kejahatan adalah menaruh kewaspadaan akan orang sekeitar
dengan tidak mencurigai keberadaan orang sekitar.

Waspada dan curiga itu berbeda jauh dan jangan salah arti.

Hidup harus waspada dan hati-hati dengan apapun yang orang lain lakukan
pada kita,termasuk kebaikan yang mereka lakukan.

Sesungguhnya pintu kebaikan ini adalah pintu yang sering dipakai oleh
setan atau kejahatan untuk memperdaya manusia terutama manusia yang sedang
mengalami “kesulitan” dan kurang dalam kepercayaan kepada Allah.

Setan atau kejahatan pandai mempergunakan momentum yang paling tepat dalam
aksinya.

Tapi ada beberapa hal yang bisa ditangkap untuk meminimalis aksi dari
kejahatan yang berwajah atau bertopeng kebaikan itu.

Kejahatan akan cepat menampakkan wajahnya jika tidak segera mencapai apa
yang diharapkanya, kejahatan tidak memiliki “kesetiaan” dalam melakukan
aksinya.

Jika apa yang diharapkan tidak segera tercapai, maka kejahatan ini akan
menyingkir dan tidak lagi melakukan kebaikan seperti yang dilakukan
sebelumnya.

Sekali lagi mereka tidak memiliki kesetiaan atau keberlangsungan atau
kelanjutan atau kesinambungan.
Mereka tidak bisa terus menerus melakukan kebaikan jika apa yang
diharapkan tidak tercapai.

Dan keadaan dari tindakan kebaikan ini akan “berpindah-pindah” menyerang
pada orang lain atau daerah yang dianggap akan memberikan peluang akan
keberhasilan dari kejahatannya ini.

Dengan demikian, kita tetap bisa menerima kebaikan orang lain tetapi
tidak mau terpengaruh dengan apa yang diharapkan oleh orang lain itu atau
diperdaya oleh kebaikan orang lain itu.
Kita harus memiliki “pendirian” dalam menyikapi kebaikan orang lain itu.

Jika kebaikan orang lain itu terus berlanjut bahkan tanpa henti sampai
jangka waktu yang lama apalagi mengangkap martabat dari yang dibantu
kebaikan itu, maka dapat “dipastikan” ini adalah kebaikan yang
sungguh-sungguh dan bukan wajah atau topeng dari kejahatan.

Ciri lain dari kejahatan yang memakai topeng kebaikan adalah, kebaikan itu
mencolok dan cenderung dipamerkan.
Jika kebaikan demikian ini, bisa dipastikan ada maksud lain dari kebaikan
itu, ini seperti kegiatan menjelang pemilihan pemimpin di negeri ini.

Jika ada bagi sembako, uang dan baju-baju seragam, maka ini adalah
kebaikan yang memiliki maksud dan ini bukan kebaikan sejati dan bisa
dinamai kejahatan yang berwajah kebaikan, atau kebaikan semu karena adanya
pamrih dibelakangnya.

Istilah tidak ada yang gratis mengisyarakan kalau sebenarnya apa yang
dilakukan adalah wajah atau topeng dari kejahatan.
Maka hidup harus berhati-hati akan apa yang biasa dilakukan oleh mereka
yang melakukan kebaikan itu.

Ciri lain dari kejahatan yang bertopeng kebaikan adalah, kebaikan yang
dilakukan secara “sembunyi-sembunyi” dengan pesan dibelakangnya demi
kemudahan yang melakukan kebaikan.
Ini seperti “sogokan” atau pelicin.
Ini adalah kebaikan yang dilakukan tapi ini adalah wajah dari kejahatan
yang menghalalkan cara demi kelancaan urusan yang dilakukan.
Hidup tidak mau ribet dan banyak kesulitan.

Kita harus sadar kebaikan berkaitan dengan kebenaran dan hal ini akan
nampak dan dapat diukur dari tingkat kesulitan yang dialami.
Jika kesulitan semakin besar dan semakin banyak maka ini bisa dipastikan
hal itu adalah kebaikan dan kebenaran yang sesungguhnya.

Jika kebenaran dan kebaikan itu mudah maka semua orang bisa melakukannya
dan hal yang dilakukan menjadi bukan kebenaran dan kebaikan lagi.

Jadi untuk menguji kebaikan sejati atau kejahatan berwajah kebaikan adalah
dengan melihat proses dan hasilnya.
Jika sungguh proses dan hasilnya adalah baik dan benar maka itu adalah
kebaikan sejati.

Semoga kita bisa belajar dari kesederhanaan hidup Tuhan sehingga mampu
menangkap akan arti kebaikan sejati itu.
Yesus adalah contoh dari kebaikan sejati.
Ia terus menerus melakukan kebaikan walaupun ditolak, Ia setia sampai mati
dan Ia melakukan dengan wajah tanpa menonjokan diri dan tidak
sembunyi-sembunyi.

Sungguh model terbaik untuk bercermin dari kebaikan sejati adalah ada
dalam Tuhan sendiri.

Lakukan segala hal dengan kesadaran akan Tuhan dan serahkan semua pada
Tuhan dengan terus menerus tanpa jemu-jemu maka itulah yang dinamakan
kebaikan itu.
Salam dalam cinta membangun dunia baru dengan melakukan kebaikan sejati.
Petrusp.

Kamis, 21 Januari 2010

Tuhan Marah?????

Beberapa hari yang lalu, ketika klinik kami buka dan ada seorang Ibu yang
berobat dengan anaknya yang masih berumur kita-kita 4 tahunan.

Karena kelamaan menunggu anak ini menangis dan sewaktu anak ini menangis
Ibu itu bilang," jangan menangis nanti pak dokter marah".

Saya mendengarkan apa yang diucapkan oleh Ibu itu tetapi anak itu tetap
saja menangis.
Saya dari ruang obat keluar dan ibu malah bilang," pak dokter....(menyebut
nama anak itu) nakal nanti pak dokter suntik ya ??".

Saya menjadi "jengah" dengan kata-kata Ibu itu dan saya bilang," saya
tidak akan menyuntik anak ibu dan Ibu jangan bilang kalau dokter marah
karena anak ibu menangis. Dokter-dokter disini bukan pemarah jadi jangan
bicara asal saja".

Ibu itu menjawab," saya mengatakan pak dokter nanti marah agar anak saya
diam dan tidak mengganggu klinik ini pak".

Jawab saya," Ibu boleh menenangkan anak ibu agar tidak menangis tapi
jangan dengan alasan dokter marah, ini tidak baik dan hal ini yang
menjadikan anak tidak mau ke dokter karena takut dokternya marah".

Ibu itu hanya diam saja dan saya memberi jajan pada anak itu dengan
bilang," pak dokter tidak akan marah sama kamu ya".

Saya tidak tahu apakah anak itu takut dengan saya atau apa tapi anak itu
diam ketika melihat saya dan menerima kue dati tangan saya, mungkin saya
memang kelihatan galak dan sangar jadi anak itu takut dan tidak menangis.

Alasan yang sering dipakai oleh Ibu yang anaknya menangis adalah "dokter
nanti marah atau Tuhan nati marah"..

Benarkan dokter akan marah ketika mendengar ada anak menangis?????

Jawabnya belum tentu dan malah kemungkinan dokter tidak akan marah karena
dokter mengerti kejiwaan anak dan perangai anak.

Dokter lebih paham akan keadaan anak sehingga dokter tidak akan marah
karena anak menangis sewaktu akan berobat pada dokter itu.

Dokter tentu malah akan melakukan banyak hal agar membuat anak itu tidak
menangis dengan perperilaku baik dan tidak marah pada anak itu.

Seklai lagi dokter paham dengan keadaan dan keberadaan anak sehingga
dokter tidak akan marah.

Ini juga sama dengan Tuhan.
Tuhan yang adalah maha tahu tidak akan dengan mudah marah kepada manusia
yang menjengkelkan dalam kehidupan ini.

Tuhan mungkin malah lebih memahami keberadaan mereka yang menjengkelkan
itu dan malah semakin berbelas kasih pada yang menjengkelkan itu.

Jadi alasan nanti Tuhan marah tidak berlaku pada keadaan orang yang
kelihatan menjengkelkan dalam kancah kehdiupan ini.

Jadi jangalah seting mengatakan "nanti Tuhan marah".

Tuhan tidak akan marah dengan sembarangan dalam kehidupan ini, bahkan
kemarahan Tuhan bisa dikatakan hampir tidak akan terjadi.

Tuahn akan selalu menjaga, memahami , mengerti dan mencarikan jalan keuar
dari keadaan yang tidak mengenakkan dengan hadir sesuai dengan apa yang
dibutuhkan oleh yang dipandang menjengkalkan itu.

Menyadari kerahiman dan kebaikan hati Allah seharusnya tidak menjadikan
orang sampai mengatakan, Tuhan akan marah".

Tuhan tidak akan murka dan marah kepada kita anak-anakNya yang telah
diciptakan dengan cintaNya dan bahkan serupa dengan diriNya sendiri.

Allah itu adalah baik ada dan Ia akan memberikan kebaikan kepada kita,
Jadi Tuhan akan marah,tak berlakum dalam kehdiupan ini.

Jadi jangan sekali-kali katakan Tuhan akan marah.

Salama hidup dalam cinta dan menyadari keabaikan Tuhan dan peneyertaan
Tuhan dalam hdiup kita.
Tuhah tdak marah tetapi dia sedang tiak dipahami dengan hdiup kita.


Salam dalam cinta membangun pandangan akan kebaikan Tuhan bukan kemurkaan
Tuhan.
petrusp.
jkt 18012010.

Senin, 11 Januari 2010

Sumpit

“Apa yang telah disatukan oleh Allah, tidak boleh diceraikan oleh manusia”.

Ini adalah salah satu kata yang selalu ada dalam pernikahan gereja katolik.

Kata ini mengisyaratkan agar perkawinan itu dijaga sampai langgeng dan
hanya Allah sendiri yang berhak memisahkan perkawinan itu serta manusia
tidak punya kuasa untuk mengakhiri perkawianan dengan alasan apapun
kecuali alasan yang disepakati oleh mereka yang memiliki “wewenang” yang
mewakili kekuasaan dan keberadaan Allah di dunia ini.

Dan diharapkan dari kebersamaan itu banyak hal boleh dilakukan bersama
demi kebaikan bersama pula.

Beberapa hari yang lalu, sewaktu saya makan disebuah restoran yang cukup
terkenal di Bali ini, saya memiliki sedikit pengalaman yang saya rasa
bagus dan saya ingin membagikan pengalaman itu kepada Anda yang bersedia
membaca tulisan ini.

Sewaktu semua hidangan sudah disiapkan, saya meminta sumpit pada pelayan
dan ada teman yang bilang,”bruder ini sok chinese, kita yang chinese saja
gak minta sumpit kok bruder gaya minta sumpit”.

Saya menjawab pernyataan teman itu dengan santai,” inilah saya, aneh
kan???. Mungkin saya dulu pernah dilahirkan sebagai orang chinese karena
teman saya kebanyakan chinese dan suka makan pakai sumpit seeprti orang
chinese”.

Jawab teman,” ya chinese gosong dan gak punya toko”.

Spontan kami tertawa dengan kaliamt salah satu teman itu.

Memang pas makan ini kami ada 6 orang dan yang item dan jawa hanya saya
sendiri dan yang lain kebetulan chinese semua.

Sambung saya sambil makan,” mengapa saya pakai sumpit, sumpit ini saya
pakai untuk mengambil saja karena dengan supit ini saya hanya bisa
mengambil satu lauk atau apa dan tidak bisa banyak dan kalau banyak akan
lepas, dengan ini saya merasa mengambil tidak akan berlebihan dan hanay
cukup satu untuk saya dan dengan hal ini keadilah akan ada dalam
kebersamaan”.

Sambing teman,”nyindir nich??”.
Sambung saya,” he he he he, begitu juga boleh”.

Tambah saya,” disamping itu, Sumpit ini memiliki makna yang kuat dan dalam
bagi saya”.

Sambung salah satu teman,” apa makna sumpit itu bagi bruder?”.

Jawab saya,” banyak, disamping keadilan, ketidakserakahan, keharonisan
dan keindahan, ada lagi yang terdalam bagi saya adalah relasi yang
membangun dalam keberadan sumpit ini”.

Lalu saya menjelaskan makna sumpit itu kepada teman-teman menurut
pandangan saya.

Ingatlah pada saat menghadiri perkawinan ada kalimat apa yang dipersatukan
oleh Allah jangan diceraikan oleh manusia.
Ini sama dengan sumpit ini.

Sumpit ini telah disatukan dalam satu plastik dan dibugnkis jadi satu oleh
pabriknya (kebetulan sumpit yang dipakai adalah sumpit yang dimasukan jadi
satu dalam kertas).

Jadi penggunaan sumpit ini harus sepasang dan mereka tidak boleh dipisahkan.

Jika dipisahkan maka mereka tidak akan mampu melakukan banyak hal dan
fungsi sumpit menjadi hilang, Ini sama dengan keluarga.

Mereka harus selalu bersatu dalam kebersamaan untuk melakukan tindakan
dalam hidup ini, mereka harus bisa bekerja sama dan bekerja bersama.

Bekerja sama berarti mereka bisa koordinasi dengan baik dan kekerja
bersama adalah dalam relasi yang berdekatan.

Jika dalam kelaurga bisa bekerja sama dan bekerja bersama maka saya yakin
kelaurga itu akan elbih baik dalam penghidupan dan kebersmaannya, jika
mereka tidak mampu bekerja sama dan bekerja bersama maka akibatnya kita
bisa memperdiksi dan membayangkan apa ayng akan terjadi.

Jadi dalam keluarga, prinsipnya hampir sama dengan sumpit ini dimana
makna seperti keluarga yang diharapkan selalu berelasi mesra dalam suka
dan duka untuk melakukan “pekerjaan” kehidupan ini dengan bekerja sama dan
bekerja bersama.

Mereka tidak boleh dipisahkan ikatan kelaurga.

Jadi saya suka pakai sumpit untuk mengingatkan kebersamaan dalam kehidupan
ini.

Disamping makna keluarga,
Bagi saya juga ada makna kebersamaan saya dengan Alllah.

Saya harus selalu berelasi dekat dengan Allah untuk melakukan pekerjaan
yang saya lakukan karena saya tidak mampu melakukan pekerjaan apapun
dengan hasil baik tanpa campur tangan Allah dalam hidup saya demikianjuga
Allah tidak akan memiliki “fungsi” kalau manusia atau saya tidak mau
menganggap keberadaanNya dalam hidup ini.

Maka ada istilah matiNya Tuhan.

Ini karena manusia tidak lagi memandang keberadaan Allah.

Allah tidak mati, tapi manusia mematikan keberadaan Allah dalam dirinya.

Dengan menyadari keberadaan dan relasi dengan Allah dan juga relasi dalam
keluarga seperti keberadaan sumpit ini, hidup menjadi lebih baik karena
suka dan duka selalu dikerjakan dalam kebersamaan dan ini akan menjadikan
kebersamaan menjadi lebih baik.

Kesadaran kalau hidup tidak akan mampu melakukan banyak hal tanpa
kebersamaan akan menyadarkan funsi dari peran kita baik dengan Allah
maupaun kebersamaan dalam kelaurga.


Jika setiap orang mau hidup bersama seperti sumpit ini dalam keluarga
maka dapat dipastikan keluarga akan bisa lebih lenggeng dan kebersamaan
mereka lebih baik karena mereka akan semakin tumbuh dalam keprecayaan,
keharmoinisan, keadilah dan cinta kasih.

Jadi apa yang telah disatukan oleh Allah memang “kalau bisa” jangan
dipisahkan oleh manusia.

Jadi dalam sumpit ini ada gambaran dari kebersaman dan apa yang dapat
dilakukan dalan kebrsamaan itu.

Duduklah makan dengan sumpit, pahami funsgi sumpit itu dan bawalah prinsip
kerja sumpit itu dalam keluaga dan relasi Anda dengan Allah.

Salamdalam kebersaman membangun dunia dengan melakukan mau sedikit
belajar dari yang namanya sumpit.

Kita tidak mampu melakuakn apa-apa tanpa kebersamaan itu terutama
kebersamaan dengan Allah untuk membangun kelaurga dan dunia ini.

Ingatlah dalam sumpit itu ada keadilah, kebersaman, keharminisan,
keindahan dan yang utama adalah ada cinta yang saling membangun dan
menumbuhkan menajdi pribadi yang saling melengkapi.
petrusp.

Sabtu, 02 Januari 2010

Sepotong lilin untuk tahun 2010

Tahun 2010 sudah ada di depan mata, tantangan baru siap menghadang di
depan kita yang siap menghalangi kita pada pemenuhan harapan akan
kegembiraan, kesuksusan dan kedamaian.

Namun sepotong lilinharapan, sepotong lilin semangan, sepotong lilin iman,
dan sepotong lilin cinta masih menyala.

Doa saya untuk Anda,

Semoga sepotong lilin harapan tetap bernyala untuk menerangi perjalanan
hidup Anda di tahun 2010 karena tahun depan adalah perjuangan tiada henti
yang harus Anda hadapi.

Semoga sepotong lilin semangat itu terus menyala membakar gairah hidup
Anda untuk maju menghadapi perjuangan hidup di tahun 2010 yang tentunya
semakin tidak mudah karena ketetnya persaingan meraih segala harapan dalam
hidup ini.

Semoga sepotong lilin iman terus menyala menghantar Anda kepada Allah pada
tahun 2010 karena Allah pada tahun depan akan semakin tidak nampak karena
banyaknya tawaran baru akan kenikmatan diluar kehendak Allah.

Semoga sepotong lilin cinta kasih terus menyala untuk menjadikan hidup
kita lebih baik di tahun 2010 karena hanya dalam cinta kasih ada harapan
akan kebaikan dalam hidup ini.

Sungguh semoga sepotong lilin itu terus menyala menjadi petunjuk hidup
menjalani tahun yang akan datang yang tentunya bukan merupakan tahun yang
mudah karena setan semakin berkehendak mematikan sepotong lilin itu.

Salam dalam cinta menjaga nyala sepotong lilin itu dengan terus berdoa
agar kita boleh hidup dalam kebaikan dan kebenanran Allah.

Salam dalam cinta membangun dunia baru.
petrusp.

Kamis, 24 Desember 2009

Natal untuk Kita

Natal adalah sebuah pperisitwa yang sangat mengembirakan karena natal
adalah peristiwa besar akan kelahiran pribadi istimewa yang bernama Yesus
dan dalam diri pribadi ini "misteri" keselamatan Allah dimulai dan
digenapi.

Natal adalah suatu peristiwa yang "langka" dan hanya bisa dialami dalam
satu sejaran keselamatan yang terjadi 2000 tahun yang lalu yaitu Allah
menjadi manusia yang sama dengan kita yang adalah ciptaanNya.

Maka natal diperingati sangat meriah bukan hanya di rumah-rumah, di
gereja-gereja tetapi di Mal-mal dan Plaza yang tersebar di seantero jagad
ini.

Orang menjadi sangat sibuk dengan apa yang di sebut perayaan natal ini.

Ini adalah baik dan sangat baik tetapi apakah natal yang demikian gemerlap
ini telah menyentuh "eksistensi" dari natal itu sendiri????

Kita sebagai pengikut Yesus yang adalah pribadi yang diperingati dalam
natal ini seharusnya "paham" akan perayaan natal ini.

Natal adalah sebuah perayaan "kesederhanan" dan perayaan "solidaritas" dan
bukan perayaan pesta yang hinggar bingar.

Bahkan dalam natal sendiri 'disimbulkan' dengan kelahiran bayi kecil di
"kandang domba" yang adalah tempat yang dipandang tidak layak untuk
sebuah peristiwa kelahiran.

Ironis bukan, natal yang adalah pesta kesederhaan dan solidaritas
dirayakan dengan "pesta" besar-besaran dengan banyak pernik yang menelan
banyak biaya dan bahkan menjadi pesta "jalanan" di mall dan di
plaza-plaza.

Ini memang baik dan tidak salah,

Hanya jika "tradisi" ini terus dipelihara tanpa ada pemaknaan yang dalam
maka lambat laun natal akan kehilangan "eksistesi" dan maknanya.

Maka kita yang adalah pengikut Yesus harus mengubah pola pandang ini yaitu
dengan mulai menjadikan natal adalah pesta yang penuh kesedrhanan dan
pesta solidaitas yaitu dengan membangun jembatan untuk semakin dekat
dengan sesama yang mengalami bayak kesulitan dalam hidup ini, terutama
mereka yang mengalami ketidakadilah dan penindasan akibat ketidakadilan
itu.

latar belakang natal adalah "keprihatinan" Allah akan manusia yang hidup
dalam "kemerosotan"moral yang tidak lagi berpihak kepada Allah dan adanya
ketidakadilan dalam kehidupan ini.

Maka karena keadaan ini Allah datang dalam sosok bayi kecil, ringkih, dan
lahir di kandang domba.

Perisitwa ini perisitwa yang jauh dengan hingar bingar kemewaan kehidupan.

Ia yang adalah Allah mengambil peran paling "bawah" dalam tataran
kehidupan yaitu sebagai bayi miskin yang dibedong dengan kain lampin yang
mungkin adalah kain bau yang ada di kandang itu yang sudah tidak dipakai
dan andaikan dipakai hanya sebagai lap atau pembersih alat-alat di kandang
itu.

Ia bukan bayi yang elok dan tampan yang adalah kebanggaan kehidupan ini,
Mungkin jika bayi itu digambarkan dengan bayi saat ini, Ia adalah bayi
kecil, ringkin dan sakit-sakitan tetapi bayi itu memiliki kekuatan dan
semangat hidup yang tinggi hingga IA bisa tumbuh seperti bayi lainnya
yang memiliki tempat lahir lebih layak dibandingkan Dia.

Ia mungkin sama dengan bayi seorang tukang pemulung sampah, atau bayi
gelandangan yang adalah tidak dipandang dalam kehidupan ini, kecuali oleh
orang sekitarnya yang memiliki kepekaan padanya.

Siapa yang memiliki kepekaan pertama akan bayi Yesus????

Ia adalah gembala yang juga tidak memiliki peran sentral dalam kancah
kehidupan dibanding kana raja dan penguasa ataupun para pejabat keagamaan.

Jadi sekali lagi, natal adalah pesta kesederhaan, pesta solidaritas, pesta
keterasingan dan pesta kemiskinan.

Jika kita mengingat pesta natal yang demikian ini maka yang pertama dapat
dilakukan adalah sikap "mawas" diri akan kehadiran diri kita dalam
kehidupan ini.
Yaitu kehadiran seperti Dia dan berguna seperti Dia bagi kehidupan.

Kita harus memulai dengan permenungan akan apa peran diri dalam kehidupan
ini setelah mengalami pesta kelahiran diri dan disamakan dengan pesta
kelahiran bayi Yesus.

Jika Yesus yang dilahirkan dalam keadaan serba "minim" NAMUN bisa berbuat
banyak bagi kehidupan apalagi kita yang dilahirkan dalam "kelimpahan"
tentu bisa melakukan banyak hal dalam kehidupan ini yang sebenarnya
juga sama-sama mengalami ketimpangan dan ketidakadilan seperti apa yang
terjadi pada masa Yesusdilahirkan.

Jika kesadaran ini ada, maka natal sungguh akan memiliki makna seperti apa
yang sebenarnya menjadi maksud dan tujuan kehaderan Yesus di dunia ini.

Semoga kita bisa seperti apa yang diharapkan Yesus, yaitu mengalami natal
seperti apa yang dialamiNya dan boleh melanjutkan hidup seperti apa yang
dilakukanNya, yaitu menjadikan dunia lebih baik dengan saling mendukung,
memahami, mencintai dan memberi makna isteimewa pada kehidupan ini.

Visi dan misi natal adalah menjadikan dunia lebih baik dengan kelahiran
Tuhan dan visi misi itu sekarang diwariskan pada kita sebagai pengikutNya.

SELAMAT NATAL.

Semoga dengan natal ini kita bisa mengubah cara pandang dan kita boleh
menghayati natal sebagai pesta kesederhaan , solidaritan, keterasingan dan
kemiskinan sehingga kita bisa menjadi bagian hidup orang lain terutama
hidup mereka yang mengalami keterbalangan dan ketidakberdayaan dalam
hidup.

Tuhan beserta dengan kita, dan memperteguh perjaungan kita dengan semangat
natal yang benar.

Salam dalam cinta membangun dunia baru dengan semangat natal.
petrusp.

Jumat, 11 Desember 2009

Berbagi Harapan

Jangan menyerah pada kesulitan.
Jika kesulitan datang, bagaimana cara mengatasinya? ???
Akui kesulitan itu karena ia memang ada, tapi jangan takluk padanya.

Atasi kesulitan dengan berpikir potifit dan tetap menjalankan tugas
perjalanan hidup dengan kesungguhan.

Bangun hidup Anda dengan keyakinan kalau kesulitan mampu dihadapi dan
bisa diatasi dan jangan berhenti berharap.

Kalau Anda melihat pic saya yang ada di FB, disana ada foto selembar
kertas dengan tulisan yang ada di dalamnya.

ini adalah tulisan seorang anak yang baru mesuk kuliah semester satu dan
karena kekalutan hati ia menuliskan tulisan itu.

Anak ini ikut program "pengembangan minat dan bakat" serta diterima di
bangku kulian jurusan keperawatan, kegembiraan anak ini sangat besar
dengan diterimanya dia di bangku kuliah ini walaupun seribu kesulitan
dihadapinya termasuk biaya dalam masa kuliah.

Disamping untuk biaya juga untuk kehdiupan di denpasar karena anak ini
berasal dari Gianyar.

Semua kesulitan itu bisa dihadapinya dengan keseriusan dengan
mengencangkan perut guna tercapainya harapan untuk bisa kuliah sesuai
harapannya serta menjadi seorang perawat tepat waktu 3 tahun.

Ternyata, badai kesulitan tidak mau berhenti mendera perjalanan kehidupan
anak ini, karena dalam masa kuliah yang baru dijalaninya terjadi hal yang
tidak diharapkannya.

Anak ini mengalami "penurunan" pendengaran yang lama-kelaman daya dengar
anak ini hilang dan hal ini mengganggu proses belajar yang harus
dihadapinya,

Karena keadan ini, pihak kampus menyarankan untuk diperisakan ke dokter
THT dan hasil dari dokter akan sebagai rekomendasi apakah anak ini masih
bisa kuliah atau tidak, sedangkan penggunaan alat bantu dengar tidak
diperbolehkan dan jika dengan alat bantu dengarpun maka anak ini tetap
harus berhenti dalam kulian.

Apa yang terjadi pada anak ini???

Tentu keputusan kampus ini membuat kesedihan dalam diri anak ini, Tapi
anak ini tidak mau meneyrah kalah, Ia membangkitkan semangatnya dengan
menulsikan semluruh ahrapan dan keinginannya pada selembar kertas ini.

Dia tanamkan dalam dirinya akan seluruah kebaikan untuk membangkitkan
keprcayaan akan hari esok yang lebih baik.

Disamping itu, serangkaian penanganan terus dilakukan oleh pihak kelaurag
dan dokter THT serta karena pendengaran anak sudah tidak bsia ditangani
denga obat maka diambil kesiputusan kalau anak ini harus dioperasi untuk
menaikan derajat pendengarannya dengan memasang alat pada telinga anak
ini.

Hal pertama yang kembali harus diusahakan adalah biaya operasi unutk anak
ini dan pembelian alat yang harus dipasang pada telinga anak ini.

Permasalahan ini sulit teratasi dan orang tua pasrah dengan keadaan yang
terjadi pada anak ini dan orang tua mengatakan kalau tidak sanggup untuk
mengoperasi anaknya itu.

Kesulitan itu dibicarakan dengan dokter THT yang kebetulan juga membantu
praktek di klinik kami.

Dokter THT kami yang sangat sederhana dan memiliki hati yang baik itu,
menceritakan kejadian yang dialami oleh anak ini pada saya disela-sela
praktek di klinik kami.

Lalu saya katakan, “operasi saja demi kebaikan anak ini".

Dokter kami menjawab," duit dari mana brud ???, karena orng tua anak ini
gak bisa membiayainya? ".

Saya jawab," udalah pak dokter nanti biaya biar Tuhan yang memikirkan,
Sampeyan bikin jadwal operasinya saja dan orang tua anak itu suruh ke
klinik ketemu saya".

Berapa hari kemudian orang tua anak itu datang ke klinik dan menemui saya,
Saya katakan pada orang tua anak itu," bapak punya uang berapa dan kami
akan mencukupi kekurangannya" .

Bapak anak itu bilang," untuk beli alat bantu dengar dan pemeriksaan
selama ini telah menghabiskan banyak biaya dan saya sudah tidak bisa
mengoperasikan anak saya".

Jawab saya," bapak usaha dulu semampunya nanti kekurangnya saya bantu".

Ternyata lama tidak ada kabar dan anak ini hanya terus berobat jalan
sedangkan tidak ada kemajuan dan kalau tidak segera dioperasi anak ini
harus segera dikelaurkan dari kampung, dan bapak anak itu tetap tidak
sanggup untuk mengoperasikan anak ini.

Akhirnya dokter membuat jandwal oeprasi dan hal ini tidak bisa ditunda
lagi karena kerusakan bisa tambah parah dan akan berbahaya kalau terjadi
kerusakan permanen, serta pihak kampus telah memberi surat keterangan
kalau anak akan dikeluarkan kalau tidak segera ditangani masalah gangguan
pendengaran pada anak ini.

Akhirnya operasi diakukan dan saya ikut menunggui anak ini operasi.

Sewaktu menungui anak ini operasi, bapak anak inimendekati saya dan
menunjukan kertas tulisan anak ini, bapak ini sambil mengnangis
menunjukkan tulisan anaknya itu.

Saya membaca ketas itu dan disebaliknya kertas itu ada perincian seluruh
biaya pengobatan yang telah dijalankan serta seluruh baiya kuliah yang
telah dikeluarkan orang tuanya termasuk uang hidup seminggu yang hanya Rp
75rb.

Saya ikut "prihatin" dengan keberadaan anak ini.

Tapi saya banggan dengan semngat anak ini yang telah menuliskan
semangatnya di kertas itu seperti yang ada di pic FB saya.

Sebuah "harapan" akan kesembuhan, semangat dan kepercayaan akan perjuangan
mewujudkan cita-citanya menjadi perawat.

Anak ini tidak mau menyerah kalah karena "miskin", "sakit" dan “faktor”
lain dalam hidup ini.

Anak ini menanamkan harapan akan kebaikan pada masa depan untuk menjadi
lebih baik.

Dan dalam keadaan yang sangat "minim" dengan masa yang "menakutkan" karena
akan di DO dari kuliah karena kerusakan pendengaran, ia masih terus
percaya akan keyakinaan pada hari esok yang lebih baik yaitu menjadi
perawat agar lebih berguna dalam hdup ini.

Anak ini tidak mau mengalami rasa "pesimis" karena ancaman di DO yang
disebabkan penyakit yang sedang dialami.

Sungguh, saya belajar percaya dan berharap yang hebat dari anak ini.

Setelah membaca tulisan dan perincian hidup anak ini,
Saya merasa bersyukur boleh menjadi bagian dari hidup anak ini untuk
mewujudkan harapanya menjadi perawat dengan "memutuskan" membiayai operasi
anak ini dengan pertolongan dokter THT di klinik kami.

Sebuah kesempatan yang indah yaitu boleh berbagi harapan akan hari esok
yang lebih baik dengan dioperasinya telingan anak ini.

Kesempatan yang sunguh indah karena boleh ikut membangun jembatan dengan
memberi harapan pada anak ini yang sebenarnya telah mengalami jalan buntu
dalam hidupnya karena keterbelakangan, keterbatasan dan ketidakberdayaan
pada kesulitan.

Andaikan banyak orang boleh dan mau berbagi harapan untuk mereka yang
telah pupus harapan karena aneka kesulitan dan ketidakberdayaan, maka
dunia akan menjadi lebih bercahaya dan memiliki masa depan yang lebih
baik.

Semoga kita boleh menjadi alatNya dalam berbagi harapan pada hidup ini dan
boleh menjadikan semua lebih baik karena memiliki harapoan akan hari esok
yang lebih membahagiakan.

Salam dalam cinta membangun dunai baru dengan kemampuaa bebagi harapan.
petrusp

Rabu, 02 Desember 2009

Tuhan menjaga

"Percayalah pada rencana indah Allah untuk hidup kita.
Apa yang awalnya nampak tidak mengenakkan dan cenderung menyakitkan
ternayta merupakan berkat yang menyelamatkan perjalanan hidup kita.
Sungguh dalam segala hal, Allah menjaga kita bahkan mengarahkan kita pada
hal yang luar biasa walaupun awalnya menyakitkan.
Percayalah kepada Allah dalamkeadaan apapun".

Beberapa hari yang lalu, saya berjanji ketemuan dengan seseorang.

Seseorang ini menjanjikan sesuatu yang sangat membahagiakan dan ini sangat
mengiurkan bagi manusia terutama yang lagi dilanda kesepian dan kesedihan.

Saya yang sedang mengalami masa "desolasi" dan sedang banyak masalah yang
menupuk dan tidak ada teman yang bisa saya ajak bicara, priabdi ini datang
dengan caranya yang unik dan memberikan janji kelegaan pada hidup saya.

Seperti tanah gersang mendapatkan siraman hujan demikianlah hidup saya dan
saya terlena dengan kata-kata orang ini.

Saya menaruh harapan besar pada orang ini dan seolah akan menjadi orang
yang paling berbahagia dalam hidup ini.

Ada hati yang terbuka pada saya yang sedang mengalami kesedihan,
ksendirian dan kesepian.

"kegembiraan saya melambung tinggi menembus awan seolah menatang Tuhan
yang adalah pencipta saya yang mencintai saya".

Saya membuat janji ketemuan dengan orang ini dan dengan penuh keyakinan
orang inipun memberikan janji surga kepada saya akan persahabatan, cinta
dan harapan.

Janji ketemuan pertama gagal, janji kedua gagal dan janji ketiga gagal.

Saya masih bisa menerima alasan yang diberikan oleh orang ini.

Sampai pada janji-janji yang berikutnya gagal tidak bsia terlaksana.

dan sampai janji yang ke 7 juga gagal.
Pada janji yang ke 7 inilah saya menyerah kalah dan sadar kalau hidup
sedang "dipermainkan" dan Tuhan sedang menunjukan cintaNya pada saya.

Setelah janji ke 7 inilah saya bilang kepada "Simbok" saya," Mbok, aku
kalah, aku sungguh kalah dan tidak bisa menipu dirimu. Maaf sampaiakn pada
Putramu, aku sungguh malu dan menyerah kalah".

Sebagai tanda kekalahan, saya menyalakan lilin tujuh buah dan memberikan
persembahan buah-buahan didepan patung Simbok Maria yang ada di kamar saya
dan seharian penuh duduk di depannya.

Saya sadar," Apa yang menjadi milik Tuhan, akan menadai milik Tuhan
walapun dunia telah menggodanya" .

Ia tidak akan membiarkan biji mataNya yang berharga jatuh dalam dosa, dan
Ia tetap memeluk apa yang berharga itu dalam dekapan kasih hatiNya yang
maha kudus.

Saya juga yakin saya masih bisa bangga pada diri saya karena doa
sahabat-sahabat saya dan juga doa dari Anda semua.

Maka saya mulai saat ini berdoa untuk Anda semua dalam setiap kesemaptan
yang ada dalam hidup saya terutama dalam doa rosario harian saya.

Saya sadar," Untung yang dkirim memberikan janji kebaikan pada saya ini
adalah penipu, andaikan BUKAN maka sudah hancurlah diri saya ini dan
betapa saya akan menyesali kesalahan itu sampai mati nanti".

Maka saya beruntung kepada penyelenggataanNya yang sangat luar biisa dalam
mencintai dan menjaga hidup saya.

Memang sebelum saya memulai janjian sama orang itu,saya selalu berdoa
rosario dan adorasi bahkan bercerita dengan salah satu teman saya di Bali
ini.

Teman saya pertama memperingatkan, "hati-hati ketemu orang seeprti itu
karena semua bisa habis".

Tambah teman itu," Doa yang bruder lakukan adalah doa yang salah dan
menantang Tuhan yang mencintai bruder".

Pertama saya bilang," Saya berdoa meminta ijin pda Tuhan kalau saya akan
menemui orang ini karena dia menjadi begini karena pengalaman dilecehkan
oleh imam, saya akan bawa dia kembali pada Tuhan dan andaikan saya jatuh
saya sudah mempercayakan diri padaNya dalam doa saya".

Teman itu menambah,"semua terserah bruder, tapi elbih baik jangan karena
bruder sedang bermain-main dengan api, memang orang itu mengalami
pelecehan tapi dia akan lebih lihai dan akan mempermaikan bruder apalagi
dengan janji yang bruder katakan tadi".

Saya mengabaikan perkataan teman dekat saya di Bali ini dan saya mengatur
pertemuan yang Ok dengan orang itu tapi semua memang sia-sia bahkan sampai
janjian ketujuh kali saya tidak bisa ketemu dengan orang ini.

Angka 7 memang angka yang menyelamatkan dan indah bagi saya dan setelah
janji yang ke 7 saya disadarkan oleh Tuhan akan kekalahan dan ketololan
saya.

Maka saya semakin yakin kalau Allah mencintai saya dan menjaga hidup saya
agar tetap menjadi miliNya dan biji mataNya.

Saya yakin apa yang saya alami juga akan terjadi dalam hdiup Anda yang
membaca tulisan ini.

Percayalah, dalam keadaan apapun Ia mencitai hidup Anda dan merencanakan
hal baik bagi diri Anda apalagi ketika Anda berani menjaga kesucian hati
dalam doa dan keseharian Anda.

Sekali lagi percayalah padaNya danpeganlah terus tanganNya, karena Ia
merencanakan hal indah bagi diri kita.

Sesulit apapun dan sekuat apapun penderitaan yang kita alami, jika kita
milikNya maka Ia akan menjaga dan memebrikan kebaikan pada kita.

Salam dalam cinta sebagai orang yang dicintai Allah dan dijaga seperti
biji matanya.

Percayalah Ia menjaga hidu kita sehingga dosa tidak bisa meneyntuh diri kita.

Matur nuwun Mbok amargi paduka taksih njagi gesang kawulo dan Terima kasih
Tuhah atas rencanamu yang indah untuk saya dengan selalu menjaga dan
melindungi saya dari dosa.

Semoga Engkau juga membaca dan melindungi sahabat-saahbatku yang membaca
tulisan ini dan mendampingi mereka dalam masa-masa sulit dalam hidup
mereka.

Tuhan aku serahkan mereka dalam perlindungan kasihMu

salam dalam cinta membangun dunia dengan kepercayaan pada Tuhan.
petrusp.