Kamis, 14 Agustus 2008

Sapaan Pagi - 14 Agustus 2008

Setiap orang pasti memiliki rumah sebagai tempat tinggalnya, entah rumah itu layak ataupun tidak, gedongan ataupaun gubuk, pinggir rel atau kolong tol.
Saya yakin semua pasti memiliki tempat tinggal ini, maka mulailah mewartakan cinta.
Cinta berawal dari rumah, mulailah menyebarkan cinta dari rumah.
Mulailah setiap hari dengan mencintai mereka yang ada di dalam rumah, sapa mereka dengan kehangatan cinta, perhatikan mereka dengan kehangatan kasih dan hargai mereka dengan cinta sepenuh hati.
Jika hidup telah dimulai dengan cinta yang berawal dari dalam rumah maka langkah menyebarkan cintapun menjadi ringan untuk semakin mencintai orang lain.
Dengan kemampuan mencintai mereka yang ada dalam rumah lalu mereka yang ada diluar rumah, maka cinta dalam hidup menjadi penuh dan sempurna serta keselamatan akan ada dalam kelaurga itu.
Dunia membutuhkan cinta kita namun yang utama adalah orang-orang yang ada dalam rumah kita.
Ada seorang yang hidupnya laur biasa dengan rajim berdoa dan melakukan pelayanan cinta bagi orang lain bahkan waktumya hampir habis untuk pelayanan ini namun kelaurganya kurang diperhatikan serta anak-anak tumbuh dalam "kesendirian" dan "kehampaan" cinta.
Apa yang akan terjadi dalam keluarga semacam ini.
Pastilah kehancuran karena mereka tidak saling hidup dalam mencinta.
Ini akan sangat disesalkan.
Apa artinya memasukkan semua orang ke dalam surga tetapi orang yang tinggal dirumahnya masuk neraka?
Ini mungkin sangat "hebat" tetapi sangat "disayangkan"
Mari memulai cinta dalam keluarga dahulu sehingga cinta itu akan semakin bersinar sehingga hidup menjadi lebih penuh dan semakin sempurna.
Godaan dan "cenkeraman' kejahatan dunia ini akan dapat ditangkal jika orang telah mendapatkan cinta dalam keluarga.
Cinta ini bukan sebatas pengajaran melainkan sebuah pengamalan dalam perbuatan sehari -hari.
Cinta harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Semoga kita dapat membangun cinta dalam keluarga dan orang sekitar sehingga dunia tahu kalau kita adalah muridNya.
"Hendaklah engkau saling mencintai supaya dunia tahu kalau engkau adalah muridKU"
Pesan cinta ini diwartakan oleh Yesus dan kita diharapkan untuk melaksanakannya.
Selamat berakhir pekan dalam cinta dengan keluarga Anda.
Salam dalam cinta membangun dunia baru melalui keluarga.
petrusp.

Sapaan Pagi - Cinta dalamKeluarga

Setiap orang pasti memiliki rumah sebagai tempat tinggalnya, entah rumah itu layak ataupun tidak, gedongan ataupaun gubuk, pinggir rel atau kolong tol.
Saya yakin semua pasti memiliki tempat tinggal ini, maka mulailah mewartakan cinta.
Cinta berawal dari rumah, mulailah menyebarkan cinta dari rumah.
Mulailah setiap hari dengan mencintai mereka yang ada di dalam rumah, sapa mereka dengan kehangatan cinta, perhatikan mereka dengan kehangatan kasih dan hargai mereka dengan cinta sepenuh hati.
Jika hidup telah dimulai dengan cinta yang berawal dari dalam rumah maka langkah menyebarkan cintapun menjadi ringan untuk semakin mencintai orang lain.
Dengan kemampuan mencintai mereka yang ada dalam rumah lalu mereka yang ada diluar rumah, maka cinta dalam hidup menjadi penuh dan sempurna serta keselamatan akan ada dalam kelaurga itu.
Dunia membutuhkan cinta kita namun yang utama adalah orang-orang yang ada dalam rumah kita.
Ada seorang yang hidupnya laur biasa dengan rajim berdoa dan melakukan pelayanan cinta bagi orang lain bahkan waktumya hampir habis untuk pelayanan ini namun kelaurganya kurang diperhatikan serta anak-anak tumbuh dalam "kesendirian" dan "kehampaan" cinta.
Apa yang akan terjadi dalam keluarga semacam ini.
Pastilah kehancuran karena mereka tidak saling hidup dalam mencinta.
Ini akan sangat disesalkan.
Apa artinya memasukkan semua orang ke dalam surga tetapi orang yang tinggal dirumahnya masuk neraka?
Ini mungkin sangat "hebat" tetapi sangat "disayangkan"
Mari memulai cinta dalam keluarga dahulu sehingga cinta itu akan semakin bersinar sehingga hidup menjadi lebih penuh dan semakin sempurna.
Godaan dan "cenkeraman' kejahatan dunia ini akan dapat ditangkal jika orang telah mendapatkan cinta dalam keluarga.
Cinta ini bukan sebatas pengajaran melainkan sebuah pengamalan dalam perbuatan sehari -hari.
Cinta harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Semoga kita dapat membangun cinta dalam keluarga dan orang sekitar sehingga dunia tahu kalau kita adalah muridNya.
"Hendaklah engkau saling mencintai supaya dunia tahu kalau engkau adalah muridKU"
Pesan cinta ini diwartakan oleh Yesus dan kita diharapkan untuk melaksanakannya.
Selamat berakhir pekan dalam cinta dengan keluarga Anda.
Salam dalam cinta membangun dunia baru melalui keluarga.
petrusp.
Previous | Next | Back to Messages

Rabu, 06 Agustus 2008

Domus Karitatis 10

Keadaan hidup bukan apa yang terjadi pada diri kita melainkan apa yang terjadi pada jiwa kita.
Jiwa yang sehat mampu memandang positip apa yang terjadi walaupun diri dalam keadaan yang tidak menguntungkan.
Tadi pagi selesai berdoa ada pesan yang masuk ke pijetan saya,
Bunyi pesan itu,"Pak tua, aku udah tidak di kute lagi, pindah ke denpasar, kok Tuhan tidak tolong aku ya. Banyak sekali pengeluaran sampai-sampai harus jual cincin kawin, hp dan barang-barang lain. Tapi Tuhan cuek aja, aku merasa Tuhan tidak menolongku. Aku jadi malas berdoa, padahal sebelum pindah aku rosario dan novena tapi tetap tidak ada jawaban".
Saya tidak bisa berbuat banyak menanggapi pesan yang masuk ke pijetan saya ini.
Hanya satu hal yang bisa saya lakukan yaitu menelepon rekan ini yang telah memberitahukan keadaannya yang seolah "menyedihkan" ini.
Sewaktu pijetan saya menyambung ke pijetannya, teman itu langsung cerita banyak sekali tentang apa yang dialaminya.
Ia merasa Tuhan sangat jauh dan tidak mendengarkan doa-doanya malah ia bercerita kalau di tempat barunya ini pengeluaran membengkak karena untuk urus "kipem" saja hampir dua ratus ribu rupian untuk dia dan suaminya, belum biaya lain-lain.
Dalam ceritanya, teman ini mengalami keputusasaan akan apa yang terjadi.
Tuhan serasa jauh dengan dirinya.
Saya hanya bisa mendengarkan keluh kesah teman ini.
Setelah teman ini selesai berbicara, giliran saya yang berbicara.
Pertama saya katakan," Benarkan Tuhan sudah tidak berpihak kepadamu?".
Tambah saya,"Kalau Tuhan tidak menolong, bagaiamana U dan suami U bisa sampai ditempat baru itu dan hidup sampai saat ini bahkan kita bisa bicara dalam telp ini".
Teman ini menajwab," Iya saya juga syukur pada Tuhan karena dalam keadaan sulit ini, saya dan suami tetap bisa mengerjakan sendirian tanpa teman dan sampai saat ini tidak punya hutang sedikitpun walaupun sudah menjual apa yang kami punyai".
Jawab saya,"itulah cinta Tuhan, Anda dan suami diberi kekuatan".
Ingat sms saya pagi tadi," Anda memerlukan Allah dalam hidup ini karena dalam Allah ada segalanya. Cinta, kekuatan dan semangat hidup ada dalam Allah. Pegang Allah dan bawa kedalam hati agar hidup terpenuhi".
Jawab teman itu," Iya, tetapi Tuhan kok sampai membuat aku demikian ini lho?".
"Ya bersyukurlah karena dengan demikian berarti Allah masih ada dan memberi kekuatan dalam diri Anda".
Lalu saya bercerita tentang kejadian yang saya alami pada hari minggu kemarin.
Kejadian ini tentang anak-anak yang kami kunjungi dengan bakti sosial kesehatan disana.
Saat saya bersama anak-anak ini,
Saya bercerita kepada mereka tetang perlunya semangat hidup dan tidak cepat putus asa akan apa yang terjadi dalam hidup ini.
Saya bercerita tentang sejarah KFC.
Saya tanyakan apakah pernah mengetahui tentang siapa orang pertama yang membuat ramuan KFC sehingga menjadi suskses sampai sekarang.
Ada anak yang bertanya KFC itu apa.
Saya menjawab," ayam yang digoreng dengan tepung kriuk-kriuk, apakan pernah makan?"
Ada anak menjawab,"belum, apakah KFC itu sama dengan Pizza, kalau Pizza pernah makan".
Saya jadi sedih mendengar cerita anak-anak ini, anak-anak ini yang belum makan yang namanya KFC ini dan saya tidak jadi menceritakan tentang KFC ini dan saya ganti dengan cerita Fores Gam, seorang anak yang dapat meraih cita-citanya walaupun mengalami kecacatan bahkan tumbuh sebagai anak yang memiliki semangat persaudaaraan yang tinggi dengan teman-temannya.
Anak-anak senang dengan cerita ini dan diakhir cerita ada anak yang bilang, "kak nanti kalau kesini dibawain kenang-kenangan ya".
Jawab saya,"kenang-keenangan apa?".
Jawab anak itu,"permen".
"Apa?, Permen?", saya tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh anak itu.
Kenang-kenangan yang diharapkannya adalah "permen".
lalu saya berjanji untuk datang lagi guna mengantarkan permintaan anak-anak ini.
Hanya KFCnya tidak saya belikan kerena tentu akan mengeluarkan baiya yang bayak terutama untuk sekitar 150 anak.
Sungguh tidak dapat dipercaya.
Hanya dalam waktu 2 jam perjalanan dari denpasar, anak-anak belum pernah makan yang namanya KFC, atau mereka memang pernah makan tetapi tidak tahu kalau makanan itu bernama KFC.
Yang pasti kejujuran dan kepolosan anak-anak ini membangkitkan semangat dalam diri saya untuk bisa melakukan yang lebih bagi kehidupan ini.
Apalagi menyangkut sebuah permintaan kenang-kenangan yang hanya berupa,"permen".
Inilah hidup dalam Allah yang penuh kesederhanaan dan bukan hidup yang muluk-muluk sehingga tidak dapat digapai.
Hidup dalam kebersamaan dengan Allah adalah hidup yang penuh dengan cinta kasih, kerendaha hati dan semangat kemiskinan yang nampak dari hidup dalam kesederhanaan.
Beruntunglah orang yang hidup dalam cinta Allah karena segala perkara daapt ditanggung.
Allah tidak akan membiarkan orang beriman berjalan sendirian dalam menanggung beban hidup karena cintaNya akan menyertai sepanjang jalan.
Dengan hidup dalam kebersamaan dengan Allah ini hidup akan terpenuhi karena keinginan daging bukan menjadi prioritasnya.
Semua bisa digapai.
Inilah cerita yang saya ceritakan kepada teman ini dan saat ini saya ceritakan kepada Anda, semoga berguna pula.
Hidup harus bisa selalu bersyukur kepada Allah akan Apa yang telah diberikan.
Karena dengan bersyukur maka Jiwa kita akan selalu dalam kedamaiannNya yang mengagumkan.
Dalam perjalanan hidup, tidak harus ada kekawatiran, karena cinta Allah tidak berubah.
Semua akan berjalan sama seperti matahari akan tetap terbit dari arah timur dan tengggelam ke arah barat, hanya kadang ada awan yang menghalangi.
Semua tetap sama pada peredarannya.
Maka nikmatilah hidup ini dengan cinta dan sukacita walaupun kesulitan ada.
Ingatlah kita punya dunia sendiri yang berbeda dengan dunia orang lain, jangan membandingkan karena dengan membandingkan, hidup akan terjebak pada persaingan yang akhirnya menimbulkan kekecewaan dan kekawatiran.
Tetaplah tenang dalam keadaan hidup ini dan teruslah percaya kepada Allah akan apa yang terjadi dalam perjalanana hidup ini.
Teman saya hanya bilang," akan saya coba ya pak tua".
"Ok, tetapi jangan hanya di coba melainkan harus dihidupi dalam keberadaan sehari hari", jawab saya.
Sambung saya," saya paham dengan apa yang Anda alami karena saya pernah mengalaminya bahkan saya pernah sampai pada titik paling bawah dalam hidup ini".
Keyakinan kalau Allah tetap mencintai walaupun dunia membenci adalah kunci pertama yang diperlukan untuk bangkit dalam hidup ini.
Karena pintu rumah saya ada yang membuka maka saya cepat-cepat keluar kamar dan mengakhiri percakapan pagi ini dengan mengatakan kalsu saya akan mencari tempat barunya ini dan percakapan selesai. Lalu saya menemui tamu yang datang,
Mungkin Anda tahu tamu "macam" apa yang mencari saya pagi-pagi, ini urusan...... dimana saya diharapkan ikut menyelesaikan persoalan yang dihadapi tamu ini.
sunggguh hari ini menjadi hari yang "membahagiakan" sekaligus "meneydihkan" karena sejak pagi sudah berurusan dengan berbagai macam persoalah hidup yang menimpa orang lain tetapi saya dilibatkan kedalam permasalahan itu.
kegembiraanya adalah boleh menjadi bagian dari hdiup orang lain, kesedihannya adalah harus ikur menyelesaikan permasalahan hidup mereka.
Inilah panggilah kita di dunia ini yaitu menjadi bagian dari hidup orang lain dalam keadaan apapun, walaupun hanya bagian kecil saja.
Hidup bukan hanya milik diri sendiri tetapi milik orang lain dan kalau kita sudah sampai peda tahap ini maka hidup akan menjadi lebih berarti.
Jiwa akan selalu berbahagia walaupun diri dalam keadaan yang tidak mengenakkan.
Dengan keadaan ini maka Allah tidak akan merasa sia-sia telah menciptakan kita karena kita sungguh memiliki arti bagi kehidupan ini.
Untuk apa hidup ini kalau akhirnya hanya untuk mati? jawabannya adalah untuk menjadi bagian hidup orang lain terutama dalam hal berbagi cinta.
Semoga kita sungguh menjadi bagian orang lain sehingga hidup kita sungguh berarti sehingga keadaan apapun yang terjadi menjadi berkat bagi diri kita.
Jiwa kita akan semakin disempurnakan dalam keabaikan jika telah melakukan tindakan demikian
salam dalam cinta membangun dunai abru dengan keterliabtan apda keebradan orang lain.
petrusp.

Jumat, 01 Agustus 2008

Domus Karitatis 9

Percayakah Anda kalau kekuatan jahat mulai memasuki kehidupan anak-anak?
Saya tercengang dengan kejadian yang diceritakan dokter spesialis kulit yang praktek di tempat kami, (walaupun spesialis bayaranya tetap Rp.5.000, untuk obat dan tatap muka dengan dokternya).
Memang ini hanya sebatas cerita singkat dan bukan "testimoni" yang bisa dipercaya.
Tetapi ini bisa menjadi pelajaran bagi hidup kita.
Anda percaya boleh, tidak percaya "monggo' terima kasih.
Selesai praktek dokter ini bercerita kepada saya kalau tadi menangani seorang anak SMA yang sudah kena penyakit menular seksualitas, lalu pasien itu ditanya oleh dokter ini sejak kapan "bermain" dan anak ini mengatakan sejak kelas SMP.
Bahkan anak ini mengatakan kalau ada anak-anak SD yang bisa "dipakai" sekedar untuk senang-senang.
Anak ini juga menawarkan kepada dokter ini kalau mau ketemuan dengan anak-anak SD, SMP atau SMA bisa diatur.
Anak ini dengan ketenangannya menceritakan petualangannya dalam "bermain" dengan teman-temannya.
"Gila", pikir saya sambil tercengang dari cerita dokter ini.
Bahkan dokter ini mengajak saya untuk bertemu dengan anak ini karena ia harus kontrol minggu depan.
Saya menghiyakan saja, dan dokter ini menawarkan apakah boleh hari Sabtu malam minggu membuka praktek khusus menangai penyakit kulit dan kelamin.
Saya belum bisa menghiyakan karena harus berkoordinasi dengan dokter yang lainnya serta pengurus klinik yang lain.
Apalagi obat untuk penyakit ini harganya lebih mahal dibanding dengan penyakit yang lainnya.
Dokter ini mengatakan," ini praktek menolong pasien yang sudah dikenal saja dan obatnya dibikinkan resep"
Yang pasti ini ajang memberikan penanganan kepada anak-anak sekaligus memberikan pembinaan kepada mereka.
Pertanyannya saya,"apakah bisa dibina anak-anak demikian ini?".
Apalagi dengan enaknya mereka mengatakan,"hanya dengan uang rp.30.000,00, bisa bermain dengan perempuan muda usia sekitar 25 tahun bahkan tidak bayar bermain dengna teman-temannya".
Apa yang bisa kita harapkan dari generasi yang demikian?
Memang masih banyak anak-anak lain yang "baik" dan belum terkontaminasi dengan keadaaan ini tetapi yang terkontaminasipun juga banyak.
Malah menurut dokter ini, selama dia praktek menangani pasien.
Anak -anak ini mulai melakukan hubungan badan pada usia 15 atau 16 tahun.
Sebagin besar ketika mereka masih dibangku sekolah dan melakukan hubungan dengan pacarnya atau teman-temamnya.
Apa tidak mengerikan kejadian yang demikian ini?
Pulau Dewata memang pulau yang penuh budaya dengan religi yang kuat sekaligus pulau yang menyediakan bidadari dengan usia yang masih muda untuk bisa menjadi pelayan laki-laki.
Kebiasan melakukan "permaian" sudah menjalar dalam diri anak-anak seusia sekolah bahkan ketika masih dibangku SMP.
Penyakit seksualitaspun merajalela.
Anak-anak muda yang seharusnya masih berkutat dengan cinta monyet tenyata sudah menajdi "monyet" yang bergelantungan dari satu pohon ke pohon.
Tak ayal lagi keadaan ini tentulah akan menjadi bencana di kemudian hari.
Kasus penyakit hiv aids akan sangat kuat dalam kancah kehidupan yang demikian ini.
Semakin maju daerah dalam pariwisata maka semakin maju pula tuntutan penyediaan tempat -tempat penyedia "kenikmatan" bagi pengunjungnya.
Keadaan ini tidak bisa dipungkiri dan dicegah karena memang ini adalah "tuntutan" yang harus ada dalam dunia pariwisata.
Gerak kehidupan yang tidak berhenti sepanjang malam membutuhkan keseimbangan dari setiap penghuninya.
Keseimbangan ini disamping kesenangan badan, jiwa juga kesenangan biologis.
Keadaan sungguh sangat mengerikan jika hal ini dibiarkan.
Kasus -kasus penyakit seksualitas akan meningkat bahkan menyerang anak-anak yang seharusnya masih "murni" sebagai calon pemimpin masa depan.
Ini bukan salah siapa-siapa namun ini adalah keadaan yang terjadi sesuai dengan tututan yang ada.
Saat ini yang bisa dilakukan adalah menangani mereka dengan cinta dan memberikan kesadaran akan kebaikan hidup mereka.
Memang yang saya tuliskan ini bukan gambaran secara menyeluruh tetapi ini hanya pengamatan kecil dari dokter yang membantu praktek di tempat kami dan saya sendiri belum membuktikannya.
Ini hanya cerita yang saya dengan sore ini setelah dokter ini praktek.
Memang beberapa kali kami menangani kasus "keputihan" yang menyerang beberapa pemudi dengan usia yang masih belia,
Bahkan ada dua yang mengaku memang berprofesi sebagai "pramunikmat".
Jelas kami tidak bisa menyalahkan dan berbuat banyak kecuali memberi saran demi kebaikan mereka.
yang pasti keadan ini pantas menjadi pelajaran bagi kehidupan kita untuk semakin menjaga anak-anak dalam cinta dan memberikan gambaran hidup yang baik jauh dari "kelicikan" kuasa jahat dunia ini dengan terus mendampingi perjalanan kehidupan anak-anak.
Kita semakin sadar bahwa bahaya ini bukan hanya menyerang anak-anak perempuan tetapi anak-anak laki-lakipun dapat menjadi korban bagi mereka yang mengintai disekitar kita.
Kehati-hatian dalam menjaaga anak-anak adalah penting dalam hidup ini terutama dalam dunia yang seperti saat ini.
Siapa yang menyangka kalau "setan" mulai berkuasa di dunia ini dan kerjanya sulit diduga.
Kita lihat apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus yang sedang "gegar" di negeri ini dengan seorang bernama "Ryan"
Semua orang negeri ini pasti mengeti beritanya.
Ternyata orang seperti Ryan ada diantara kita.
Kita sulit membedakan mana yang "Baik" dan mana yang "buruk" karena memang mereka tidak nampak dipermukaan.
Siapa yang tahu juga kalau anak-anak SMP atau SMA yang masih memakai baju seragam ternyata sudah "ditelanjangi" oleh tangan-tangan sahabatnya sendiri.
Sungguh semua tidak bisa diduga dan dikira-kira.
Maka hanya kehati-hatian dan kewaspadaan yang diperlukan dalam kehidupan ini.
Pekerjaan kita masih banyak untuk "menyelamatkan" kehidupan ini.
Bukan dari kehancuran perang atau kehancuran "kiamat" Tuhan tetapi dari kehancuran yang berasal dari dalam diri kita sendiri.
Kehancuran ini secara pelan tapi pasti sudah diciptakan tanpa disadari.
Sungguh dunia akan semakin merana dengan keadaan ini dan Allah yang menciptakan dunia dengan penuh cinta akan meratap sedih dengan apa yang terjadi.
Ia yang menciptakan dengan cinta telah dihancurkan oleh ciptaanNya sendiri.
Dan ini tentu adalah sebuah luka yang amat dalam di hati Allah.
Kebebasan yang diberikan pada manusia telah disalahgunakan hanya demi kenikmatan dan kegembiraannya sendiri yang sebenarnya adalah jalan yang menghancurkan.
Semoga kita boleh berbuat lebih baik dalam dunia ini dengan menjadi rekan bagi mereka yang membutuhkan.
Terutama -anak-anak yang hidup dalam cengkeraman kuasa kegelapan dunia ini.
Mari bergandeng tangan untuk mereka yang sudah "terjerumus kedalam sumur nistapa ini", mereka akan terjermus dan mereka yang belum terjerumus.
Hanya dengan cinta mereka akan tertolong.
Salam dalam cinta membangun dunia baru.
petrusp.

Kamis, 31 Juli 2008

Domus Karitatis 8

"Setiap orang akan membuat dirinya semenarik mungkin untuk mendapatkan perhatian dari orang-orang sekitarnya bahkan dengan mengeluarkan banyak biaya asalkan keinginan menjadi pusat perhatian tercapai.
Hal ini pantas kita tiru NAMUN bukan untuk perhatian manusia TAPI untuk mendapatkan perhatian dari Allah, perhatian dari Allah ini hanya dapat diperoleh kalau kita juga mendadani jiwa dengan hidup penuh kesucian melalui cinta yang sungguh padaNya dengan mencintai orang sekitar kita.
Berlombalah untuk mendapatkan perhatian Allah ini dengan segala upaya yang berkenan dihatiNya".
Memang untuk mendapatkan perhatian dari Allah ini tidak mudah karena memerlukan kerendahan hati yang luar biasa.
Untuk mampu mencintai, memperhatikan, menghargai dan menghormati dibutuhkan usaha dan kerendahan hati dan hanya dengan kerendahan hati inilah Allah berkenan memperhatikan hidup kita.
Memang Allah memperhatikan semua orang NAMUN hanya orang yang memiliki kerendahan hati yang mampu merasakannya.
Kerendahan hati sendiri tidak akan datang dengan tiba-tiba namun memerlukan proses panjang karena manusia masih memiliki ego yang besar.
Selama masih disebut manusia maka kemanusiaan tetap ada bahkan sering muncul terutama saat ada rangsangan yang "menyudutkannya".
Kemanusiaan ini sangat berkaitan erat dengan indera kita, selama indera masin ada maka kemanusiana masih sangat berpengaruh.
Maka mengendalikan indera dengan memberi ruang lebih luas pada kerendahan hati, hal ini mampu sedikit banyak mengendalikan kemanuasiaan hidup.
Setelah mampu mengendalikan indera ini maka hati lebih berperan dan hidup akan mencapai kebahagiaan yang sesungguhnya karena tidak tergantung kepuasan ego semata tetapi kepuasan jiwa dab rohani.
Kepuasan ini akan menjadi kegembiaraan yang sejati.
Kegembiraan ini akan menjadi berkat bagi diri sendiri dan orang lain terutama mereka yang membutuhkan.
Pagi ini ketika badan saya masih sakit karena kecapeaan setelah bakti sosial, saya mendapatkan telepon dari seorang Rekan di Jakarta.
Rekan ini mengabarkan kalau pengobatan yang dilakukan guna operasi seseorang yang kesiram minyak sudah selesai dan boleh pulang ke rumahnya hari ini ke Pontianak setelah dirawat selama sebulan di Jakarta.
Saya yang tidak ikut lansung dalam penanganan bahkan tidak bisa membantu dana karena saya sendiri masih disibukan dengan uang pangkal sekolah anak boleh ikut berbahagia dengan kejadian ini.
Rekan ini mengatakan,"bruder, operasi sudah selesai dan pagi ini kami mengantar "Ibu Lina" ke bandara untuk kembali ke Pontianak dan Ibu lina mengucapkan terima kasih pada kita semua. Syukur pada Allah kita bisa melakukan hal kecil ini sehingga mampu membahagiakan Ibu Lina dan keluarga".
sambung Rekan itu," sekarang kita memikirkan membangun rumah......yang hampir roboh itu".
Sahut saya," Sabar dulu. Kita selesaikan program uang pangkal anak sekolah baru pertengahan bulan depan urus rumah yang mau roboh itu".
Jawab Rekan itu,"Ya sudah terserah bruder saja. Tugasku untuk Ibu Lina sudah selesai ya, sekarang tugas bruder membuatkan ucapan terima kasih pada orang -orang yang telah membantu operasi Ibu Lina".
"Ok, malam aku buatkan dan nanti aku kirim ke email Ibu", jawab saya.
Inilah kegembiraan sejati itu.
Kegembiraan itu boleh dibagikan kepada orang lain termasuk kepada saya yang jauh dari Rekan itu bahkan saya tidak terlibat pada penanganan Ibu Lina yang kebakar akibat kesiram minyak sekujur tubuhnya.
Rekan ini "melaporkan" kepada saya akan apa yang dilakukan termasuk dana yang dipakai untuk operasi Ibu Lina ini.
Sesuatu yang membuat saya boleh bersyukur kepada Allah.
Memang saya hanya kebagian membuat tanda terima atas apa yang diterima untuk operasi ini dan bagian kecil inipun membuat saya sangat bahagia.
Inilah kebahagian sejati ini yaitu kebahagian "kolektip" dimana bukan menjadi kebahagian sendirian saja.
Rekan ini bahagia telah menyelesaikan tugannya membantu Ibu Lina, Rekan yang lain bahagia dengan mendapat kabar selesainya program operasi ini dan Ibu lina sendiri berbahagia karena boleh sembuh dari penyakitnya dan saya boleh bahagia mendengan kabar ini dan kebagian membuat ucapan terima kasih.
Semua menjadi bahagia dan jiwa-jiwa orang yang masih hidup ini boleh sedikit melakukan kebaikan dan boleh menari perpakaian dandanan cinta dihadapan Allah dalam kehidupan ini.
Dandanan yang dipakai adalah dandanan kesederhanan, keterlibatan, kebersamaan dan kejujuran untuk memberi kebaikan pada orang lain yang membutuhkan.
Jiwa kami boleh menjadi jiwa yang bebas dalam menyebarkan cinta dan berbagi cinta itu dengan orang lain.
Tak ada yang pantas menjadi miliknya sendiri karena hidup telah sedikit banyak terbebas dari kepuasan inderawi dan ego.
Dengan hal ini hidup menjadi menarik terutama bagi Allah sendiri karena apa yang dilakukan adalah pekerjaanNya dalam memperbaiki kerusakan yang ada.
Ini bukan sebuah perkejaan yang besar tetapi pekerjaan keterlibatan bagi orang yang membutuhkan pertolongan.
Tak ada sekat dalam diri kami akan instansi ataupun lembaga tetapi atas dasar kepercayaan dan cinta.
Oran lain kami ajak, mau terlibat boleh dan syukur kepada Allah , tidak terlibat terima kasih.
Memang pekerjaan demikian kadang sangat berat bahkan kadang harus menangis dalam hati tetapi tangisan ini semakin menyadarkan diri akan kerendahan hati kalau apa yang dilakukan adalah pekerjaaan Allah dan bukan perkerjaan pribadi sehingga kesetiaan harus tetap dijaga dan dilakukan.
Saat hidup berusaha untuk terus mendaki mencapai puncak kesetiaan pada Cinta, hidup telah mendekat padaNya yang juga setia menanggung penderitaan hingga sampai puncak Golgota.
Jangan mudah menyerah Ia menunggu kita sampai di puncakNya.
Yakinlah setiap tapak perjalanan hidup kita adalah usaha mendekatkan jiwa kita pada JiwaNya yang Kudus dipuncak kehidupan ini.
Usaha mencapai puncak bukan sesuatu yang gampang karena hidup harus mulai berani mengorbankan satu demi satu dari apa yang dimiliki.
Pertama indera kita, ego kita dan akhirnya diri kita sendiri.
Jika kemampuan melepaskan ini mulai bisa dilakukan maka jalan Allah semakin nyata karena tutunan yang ada bukan lagi pada diri sendiri tetapi ada diluar yaitu Allah sendiri.
Dengan demikian usaha mendandani diri dengan banyak kebaikan untuk memperoleh perhatian Allah sudah nyata dan Allah malah tinggal dalam hidp kita.
Kita bukan lagi sebatas "imitatio Cristi tetapi menjadi Altar Kristus.
Semoga kita boleh menjadi Altar Kristus setelah berani mendandani diri kita dengan Cita, Cinta dan Kebaikan yang bersumber pada Allah sendiri sehingga dunia semakin menyadari kehadiran dan keperpihakan Allah pada dunia saat ini melalui kehadiran diri kita,
Seperti yang telah dialami oleh Ibu Lina dengan kesembuhannya setelah merasakan cinta yang dilakukan rekan-rekan di Jakarta itu.
Tak ada yang mustahil dalam hidup ini asalkan ada kerendahan hati dan membiarkan Allah bekerja disana.
Sama seperti apa yang dilakukan St Vincensius dalam hidupnya yang mampu memberi tempat khusus dalam hatinya bagi orang kecil terutama yang terbuang dan cacat.
Cinta yang demikinan membakar hatinya dan diwariskan kepada kita sahabat-sahabatnya.
Mari menghidupkan cinta St Vincent ini dengan membawa Kristus di tengah dunia.
Jika cinta adalah apinya maka semangat melayani adalah panasnya.
Dengan cinta dan semangat ini dunia akan lebih baik karena Allah semakin dimuliakan dan perhatian Allah akan nyata sehingga hidup akan lebih dipenuhi kebahagian.
Salam dalam cinta menghidupi kerendahan hati untuk membangun dunia baru dalam kebersamaan dengan Allah.
petrusp.

Rabu, 23 Juli 2008

Domus Karitatis 7

Apa yang mendasarai orang mau melakukan suatu pekerjaan tanpa imbalan?
Hati yang bahagia.
Inilah jawaban singkat yang keluar dari seorang dokter spesialis kulit yang membantu di klinik kami ketika saya tanya," apa yang mendasari dokter mau membantu klinik kami bahkan mau mengunjungi mereka yang tidak bisa datang ke klinik?".
Sore ini ketika praktek dokter sudah selesai dan klinik sudah ditutup dan saya duduk dengan seorang nenek di seberang jalan, datanglah dokter spesialis kulit ini dengan motornya yang sederhana serta beliau mengenakan celana pendek dan kaos.
Dokter ini datang untuk memberikan kwitansi pembayaran pasien yang kemarin sore saya kasih uang karena tidak punya uang untuk periksa di Rumah Sakit Sanglah.
Pasien ini mengalami "keputihan" yang sudah lama dan tidak sembuh setelah diobati maka dokter kulit ini menyarankan diperiksa di RS Sanglah.
Tetapi pasien itu menolak karena tidak meiliki biaya.
Maka dokter itu menemui saya dan mengatakan kesulitan dari pasien itu dan dengan pertimbangan yang singkat saya bersedia mengelaurkan uang untuk pemeriksaan keadaan pasien itu di RS Sanglah dengan catatan kwitansi pembayaran dikembalikan pada saya.
Ternyata uang yang saya berikan kurang sehingga ditalangi oleh dokter ini dan beliau malam ini menyerahkan kwitasni pembayaran dari RS sangal sekaligus kwitasni resep obat unutk pasien itu.
Lalu kami berbincang dengan dokter ini.
Saya menanyakan apa penyebab penyakit "keputihan" pasien ini.
Dokter ini mencertakan bahwa penyebab dari penyakit ini adalah "perkosaan" yang dilakukan keluarga di kampung cewek itu.
Pasien ini ditanyai bukan oleh dokter ini saja tetapi oleh tiga rekannya dan termasuk prof nya dan jawabanya sama bahkan sambil terisak-isak memnangis.
"pusing mas", kalimat terakhir yang keluar dari mulut dokter ini.
Saya tidak tahu maksud dari kata "pusing" ini.
Lalu saya tanyakan."pusing kenapa?".
"Pusing karena keadaan pasien ini sehingga malah merepotkan klinik yang sudah membantu", jawab dokter ini.
"Tak apa. Ini baik supaya kita boleh mengobati dengan tutas sehingga penderitaan orang itu bisa membaik sehingga deresi dan penyakir ayng dialami juga berkurang karena ada ayng memperhatikan", Jawab saya.
Kalau pasien ini tidak diobati maka penderitaannya berkepanjangan disamping penderitaan badan karena keputihan ini juga penderitaan depersi akrena selalu ingat dengan perbuatan orang ayng telah memperkosanya sehingga ia harus mengalmi keputihan ini.
Dokter yang baik sehingga mau memikirkan keberadaan pasien yang tiak memiliki kemampuan untuk mendapatkan perawatan dengan layak dari penderitaan yang dialami.
Kalau tidak ditangani saat ini maka kapan orang ini akan memperoleh perhatian dan penanganan.
Tindakan dokter ini adalah tepat untuk menyelesaikan penderitaan dengan mengobati secara tuntas penyakit orang itu memalui Rumah Sakit.
Lalu untuk mengalihkan pembicaraan saya mengatakan kalau pasien yang kemarin malam dikunjungi sudah meninggal tadi siang.
Kami setelah selesai praktek klinik selalu berkesempatan mengunjungi pasien yang tidak bisa datang ke klinik dan kemarin sore saya dengan seorang dokter mengunjungi seorang bapak dan dokter ini dengan rekan lain mengunjungi seorang Ibu yang patah tulang sehingga tidak bisa Jalan.
Pasien yang saya kunjungi ternyata meninggal siang tadi dan syukur kepada Allah kalau kemarin malam kami boleh memberikan pelayanan kasih kepada beliau sebelum meninggal.
Saat kami kunungi beliau masih bisa berkomunikasi dan kelihatan sangat bahagia memang kondisi sudah parah namun raut mukanya menampakkan cinta kepada kami sewaktu kami memberi obat dan berdoa bersamanya.
Ternyata malam itu merupakan malam terakhir bertemu dengan bapak ini.
Pertemuan terakhir yang membahagiakan.
Saat ini beliau sudah sembuh total dan kembali kepada Bapa dan kami bahagia boleh membrrikan cinta diakhir hidup beliau.
Disisi lain Dokter Spesialis kulit ini mengunjungi Ibu yang patah tulang tetapi belum dibawa ke Rumah Sakit.
Saat dokter itu menanyakan siapa keluarga Ibu ini, orang-orang sekitar mengatakan,"kami adalah keluarganya ?".
Kalimat," kami adalah keluarganya?", membuat dokter ini begitu tersentuh karena kebersamaan mereka yang sangat erat dalam keadaan yang demikinan ini.
Dokter ini mengatakan apakah klinik bersedia membantu kalau pasien ini dibawa ke Rumah sakit?.
Saya menjawab,"Ok".
Saya sendiri menjawab "ok" walaupun belum tahu keadaan ibu ini.
Dokter ini mengatakan," Mas, aku prihatin dengan ibu itu, Ibu ini hidup dalam kamar kecil dan keadaan sangat memprihatinkan".
"Di Bali masih ada orang seperti ini ya?", sambung dokter ini.
Saya katakan," maka saya bahagia dengan dokter-dokter di klinik ini karena mau berkunjung keliling rumah-rumah untuk melihat keadaan sebenanrnya dari pasien.
Hal ini baik agar ada relasi dalam antara dokter dan pasien sehingga kelak kalau telah menjadi dokter yang terkenal tidak semena-mena dengan pesien yang kemingkinan besar juga dari keluarga miskin seperti yang kita kunjungi setiap selesai praktek".
Ini adalah penanaman "Sahan" pada kehidupan dokter-dokter ini.
Ilmu dan spiritual pelayanan CBR saya terapkan dalam karya di Bali ini.
Dokter-dokter saya ajak Cari, Bina dan Rawat pasien dengan berani berkunjung meninggalkan kenyamanan tempat duduk yang empuk di ruang prktek.
Dengan hal ini tentulah akan mengubah sedikit banyak pemahaman kepada pasien yang datang padanya saat sedang bekerja di kursi yang empuk itu.
Kehidupan orang kecil itu keras dan kalau sakit mereka sungguh tidak memiliki apa-apa bahkan perlu dibantu untuk mendapatkan akses pengobatan.
Memang rumah sakit memberikan layanan murah dan gratis tetapi "biaya lain" juga berat sehingga banyak orang yang tinggal di rumah ketika sakit menimpa hidupnya.
Dengan memberikan kunjungan maka cinta boleh disebar dan kegembiraan boleh dirasakan.
Semua ini hanya bisa berasal dari hati.
Dokter spesialis kulit ini mengatakan,"Trima kasih Mas, saya boleh membantu di klinik ini, hari saya praktik selalu menjadi yang membahagiakan saya".
Saya menjawab,"kami yang berterima kasih karena pak dokter mau membantu kami disini".
Inilah kebaikan Allah.
Allah mengirimkan orang-orang yang memiliki hati untuk melayani dan dari hati yang mau melayani ini terjadi cinta yang mengagumkan.
Syukur kepada Allah karena boleh menjadikan klinik ini sebagai "Domus Karitasis" dimana dokter dan orang yang ada didalamnya boleh memiliki hati yang penuh cinta kepada mereka yang membutuhkan.
Malam ini sungguh menjadi malam indah bagi kami dimana boleh berbagi sharing dalam kebersamaan.
Kami memang tidak memiliki banyak dalam klinik ini bahkan obat yang adapun hanya obat-obat sederhana dan banyak pasien yang dirujuk ke Rumah Sakit.
Tetapi yang membedakan kami adalah kami memiliki sedikit hati yang penuh cinta dan keberanian berkorban untuk membawa pasien yang tidak mampu ke Rumah Sakit.
Memang ini "berat" tetapi inilah panggilan dari Cinta itu.
Tak ada yang tidak mungkin kalau cinta ada disana dan yang dilakukan karena cinta.
Kesempatan berbagi cinta kepada mereka yang kurang mendapatkan perhatian ini membuat kerinduan yang dalam untuk boleh melakukan lebih dari apa yang dimiliki.
Dengan semua ini hanya satu kata yang boleh kami katakan kepada semua orang yang terus membantu pelayanan kami ini sehingga cinta ini boleh terus berkembang dan dirasakan oleh orang lain yaitu TERIMA KASIH.
Sinergi karya dari banyak orang yang membantu kami menjadi simfoni kasih yang indah dan juga merupakan simfoni hati dari para pelakunya.
Simfoni ini menjadi tanda kalau dunia masih boleh berbahagia karena ada penghiburan dari orang -orang sederhana yang masih mempunya hati.
Dokter yang memiliki hati dan dengan kesederhanannya mau berkunjung kerumah- rumah pasien tanpa imbalan.
Dokter-dokter koas yang mau mengatarkan obat ke rumah pasien dengan penuh kesabaran dan cinta.
Klinik sederhaan yang boleh menjadi Rumah bagi setiap orang yang mau mendapatkan kesembuhan.
Setiap orang yang terus membantu sehingga karya ini boleh menyapa yang membutuhkan.
Dan semua kemurahan Allah yang diberikan pada kehidupan ini melalui kami di klinik ini.
Syukur kepada Allah dengan klinik sederhana ini dimana cinta boleh berbuah dan dirasakan oleh banyak orang.
Semua ini karena berasal dari kedalaman hati yang mau berbagi.
Semoga cinta itu terus berkembang dan kami boleh melakukan banyak hal bagi orang miskin.
Cari, Bina dan Rawat yang merupakan warisan pelayanan St Vincensius boleh tetap ada di tempat ini.
Bahkan merasuk kedalam hati banyak orang termasuk dokter-dokter di klinik ini.
Sistem Cari Bina dan Rawat ini harus terus digalakkan karena orang miskin tidak akan datang menghampiri karena mereka tidak memiliki kemampuan,
Yang mau datang adalah mereka yang memiliki kemampuan sedangkan yang tidak memiliki kemampuan hanya akan diam di tempat sambil menunggu apa yang akan terjadi.
Maka dengan sistem CBR ini kesempatan tersapa bagi orang kecil boleh lebih menjadi kenyataan.
Dengan sistem ini relasi dengan orang sekitar menjadi lebih erat, keberadaan boleh semakin dekat dengan mereka dan suasana kebersamaan boleh dirasalan.
"Siapakah keluarga Ibu ini?" tanya dokter kami.
"Kami adalah keluarganya karena kami telah tinggal bersama disini cukup lama", jawaban orang-orang sekitar ibu yang sakit ini.
Jawaban ini tentu didasari dari kebersaman dan cinta sehinga boleh tetap barelasi.
Dengan jawaban ini maka kamipun telah menjadi keluarga bagi mereka termasuk yang sakit ini sehingga sudah seharusnya hidup melakukan yang terbaik bagi ibu itu.
Masalah biaya adalah urusan nanti yang penting adalah bersama memberikan pertolongan bagi yang membutuhkan karena kami adalah keluarga dan saudara.
Panggilan untuk menjadi bagian orang lain dengan mencari, membina dan merawat juga diwariskan kepada Anda semua sehingga kehidupan orang sekitar Anda juga menjadi bagian dari kehidupan Anda.
Kita adalah satu keluarga yaitu keluarga Dunia dan satu keluarga yaitu keluarga Allah
Tanggung jawab kita jugalah orang disekitar kita karena mereka sungguh adalah juga saudara kita.
Tak ada yang membedakan kita dengan semua orang karena kita sama-sama memiliki hati yang berasal dari Allah sehingga panggilan kita adalah juga satu suara yaitu panggilan yang berasal dari suara Allah.
Semoga kalian menjadi satu sama dengan Aku adalah satu dengan Allah.
Salam dalam cinta sebagai satu keluarga.
petrusp.

Domus Karitatis 6

From: petrus
"Keyakinanan mendatangkan kekuatan, kebenaran melahirkan keberanian dan kerendahan hati menjadikan hidup semakin mampumelangkah menerobos badai. Jujurlah kepada Allah agar hidup memperoleh keyakinan, mampu berpegang padakebenaran dan selalu diberi rahmat kerendahan hati sehingga hidup tidak kehilanganarah dan pegangan".Keyakinan, kebenaran dan kerendahan hati yang lahir dari kejujurana dalah kuncimencapai keberhasilan dalam mengarungi samudera kehidupan ini.orang yang mampu memperoleh rahmat-rahmat ini hanyalah orang yang mau selalumendekatkan diri kepada Allah karena orang yang demikian hanyalah orang yang selalumengandalkan hidup pada Allah.Dan kedekatan pada Allah ini nampak dari kehidupan sehari-hari dan lebih kelihatanlagi dalam relasi doa kepada Allah.Doa melahirkan banyak berkat dan rahmat dalam hidup ini,Maka berdoalah setiap hari untuk menyerahkan hidup ini dalam belas kasih Allah.Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadai dalam hidup ini bahkan dalamwaktu singkat yang ada didepan mata kitapun, kita tidak akan tahu.Namun kedekatan dengan Allah menjadikan apa yang terjadi sungguh akan menghantarpada kegembiraan baik kegembiraan diri sendiri maupun kegembiraan orang lain.Beberapa hari ini adalah hari yang berat dan memelahkan bagi saya karena memangbanyak pekerjaan terutama pekerjaan pikiran yang terus menekan.Rekan di Jakarta memberi kabar kalau ada beberapa anak yang membutuhkan uang pangkaldimana mereka sudah diterima dan harus mulai mencicil separto dari uang pangkal itu.Jumlah uang pangkjal itu cukup besar dan sayapun juga sedang menangani kasus yang sama.Disamping itu dokter-dokter koas yang membatu di klinik kami juga membutuhkanbantuan dana untuk kegiatannya mereka yang akan berlangsung awal bulan ini danmereka meminta saya ikut membantu kebutuhan mereka disamping kebutuhan dana,kebutuhan obat untuk baksos dengan perkiraan pasien 500 orang juga dimintakan kepadaklinik kami karena "peserta" dari daerah lain yang sediakala akan mencukupipemenuhan obat ternyata gagal karena sponsor yang diperkirakan membantu tidakbersedia membantu.Kegalauan ditambah lagi akrena pesanan obat untuk seorang romo sudah datang danharus dibayar.Kepanikan dan kekawatiran terjadi bahkan membuat badan lemas, tapi saya tidak bolehmemperlihatkan hal ini pada mereka yang ada disekitar saya termasuk dokter-dokterditempat kami.Apalagi kepada rekan yang di Jakarta itu.Saya hanya mampu menyimpan semua itu dalam hati dan menyerahkan kepada Allah.Kepala saya menjadi "nyut-nyutan" tetapi saya tidak bisa menjelaskan kepada merekasemua ini dan hanya kalimat sederhana ini yang bisa saya katakan, "Saya akanusahakan semua ini dan nanti malam saya akan meminta kepada Allah dalam doa karenaAllah saya kaya. Semoga Allah memberikan jalan keluar yang terbaik dari semuapermasalahan ini".Yang paling mendesak adalah kepenuhan akan pengadaan uang pangkal untuk tiga anak diJakarta dan dua anak di Bali.Jika seorang anak membutukan uang sejuta saja maka jumlahnya lumayan besar juga.Maka saya katakan apda teman di jakarta," kita bayar satu atau dua anak dulu sajadan saya akan tranfer nanti sore.....juta untuk mereka".Karena sudah berjanji maka selesai kegiatan klinik sebelum berdoa kepada Allah, sayamengajak salah satu dokter muda ke atm untuk memenuhi janji dengan teman yang diJakarta dan rencananya saya hanya akan transfer separo dari kebutuhan tiga anak.Sebelum trasfer, saya melihat saldo terakhir untuk memastikan jumlah uang yang adadi atm saya.Mata saya terbelalak kaget,"Lho kok jumlahnya dua kali lipat dari jumlah uangkemarin sore?". Maka tanpa pikir panjang saya langsung trasfer ke teman di jakarta sesuai dengankebutuhan angsuran pertama untuk tiga anak sekaligus mengambil uang untuk anak yangdi Bali.Saya senyum-senyum kelaur atm dan langsung saya katakan pada dokter itu," Tuhanmencukupkan semuanya".Dokter itu menjawab," apa maksudnya pak tua"."Ini aku sudah mentransfer uang ke teman yang urus uang pangkal anak di Jakartasebesar yang dibutuhkan dan malah anak di Bali juga sudah aku ambilkan".Dokter itu menjawab," kok bisa?",Jawab saya," Bisa donk karena Tuhan kan kaya sehingga Ia yang mencukupi".Lalu kami pulang ke klinik dan mengajak dokter muda lain untuk makan bersama diwarung dekat rumah.Sunguh kepercayaan kepada Allah tidak akan mendatangkan kesia-siaan.Rumah cinta kasih kembali disemarakkan dengan berkat perlindungan dan cinta yangberasal dari Allah sendiri.keajaiban-keajaiban selalu diberikan kepada mereka yang berani mempercayakan dirinyakepada Allah.Kejadian ini tidak berhenti disini.Keajaiban Allah kembali membuat saya terkejut dan terkagum-kagum tidak percayatermasuk dokter muda yang selalu saya ajak ambil uang ke atm.Malam berikutnya, ternyata ada permohonan obat dari dokter lain sehingga harus belidan saya katakan," Ya sudah kita ambil uang setelah klinik, mungkin uang masih cukupuantuk beli obat kalau hanya satu juataan".Memang sewaktu saya mengambil uang tidak bertambah tetapi ada di garis paling bawahyang jika kurang dari itu merupakan keadaan kritis.Saya hanya bilang sama dokter itu," uangnya ini dulu kekuarangnya nanti kalau adauang karena ternyata uang tidak cukup".Dokter itu mengatakan, "OK".Lalu karena kebutuhan rumah juga sudah habis terutama minuman untuk isi kulkasakhirnya kami belanja sekalian setelah ambil uang.Lha uangnya di dompet saya kok kurang untuk membayar apa yang dibeli."Pusing" kepala saya maka saya pinjam uang dari dokter itu dan saya katakan akansaya ganti setelah nanti ambil uang di atm.Waktu di depan atm saya merinding dan berbicara dalam hati," Tuhan uang ini sudahsangat mepet sekali dan harus diambil lagi, aku harus bagaimana?".Pikiran saya melayang jauh ke tempat yang tidak jelas karena "kegoblokan " sayasemua ini terjadi.Lha pas ambil uang yang hanya selembar untuk mengganti uang dokter itu ternyatasaldonya bertambah dua kali dari saldo minim yang saya tetapkan."Gila", pikir saya dan saya kembali menunjukkan "slip" atm pada dokter yang tadisaya pinjami uang.Dokter itu tersenyum dan berkata," gak salah pak tua?"."Gak, ini berarti uang untuk membantu kegiatan kalian sudah disediakan Tuhan", jawabsayaInilah campur tangan Allah dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi.Saya tidak dapat bicara apa-apa dengan apa yang Allah lakukan pada pak tua yanghitan, jelek, kurus dan muka hancur ini (kata-kata pak tua hitam, jelek, kurus danhancur adalah sebutan yang diberikan oleh teman dokter muda yang berasal darimalaysia).Kebaikan Tuhan beruntun "menggempur" hidup pak tua ini.Saya jadi malu dengan Tuhan.Beberapa hari yang lalu begitu hidup begitu panik, kawatir, cemas dan pusing karenatiada kecukupan dengan uang ternyata semua dicukupkan.Memang tidak berlimpah tetapi semua kebutuhan bisa dipenuhi, angsuran pertama untukuang sekolah lima anak cukup, keperluan obat cukup, keperluan rumah dan isi kukkascukup, makan bersama cukup dan isi atmpun masih ada dan bahkan kegiatan dokter mudainipun sudah bisa membantu walaupun untuk obat kegiatan belum ada tetapi ini masihpada awal Agustus sehingga bisa bernafas dulu sebelum bertempur dengan kepusinganlagi..Inilah cara kerja Allah.kepanikan dan ketakutan dibalik seratus delapan puluh derajat bahkan hidup menjadimalu dengan kebaikan Allah ini.Allah sungguh sumber keajaiban dalam hidup ini.Maka pertama-tama memberanikan diri percaya kepadaNya baru percaya kepada manusiaadalah syarat utama untuk sampai pada kegembiraan hidup.Allah tidak akan meninggalkan siapaun yang mempercayakan diri kepadaNya dan hidupuntuk kebaikan orang lain.dan kepercayaan ini hanya akan nampak dalam kehidupan keseharian yang terwujud darirelasi pribadi dengan Allah.Jika orang telah memiliki relasi dengan Allah yang dekat maka kekuatan akandiberikan dan keberlangsungan hidup akan terpelihara oleh pendampingan Allahsendiri.Maka selalulah memiliki kepercayan dan kerendahan hati untuk menjadi jalan kehadiranAllah secara nyata di dunia ini.Hal ini akan bisa tercapai kalau hidup memiliki kesadaran akan diri yang selaludicintai oleh Allah namun tetap tinggal dalam kerendahan hati sebagai orang berdosa.kesadaran ini memang tidak mudah namun harus diusahakan karena dunia membutuhkankesadaran untuk ini.Semua orang dipanggil oleh Allah untuk merasakan keajaibanNya setiap hari tidakterkecuali Anda.Maka peliharalah keyakinan akan pendampingan Allah agar kekautan hidup diberikansehingga mampu menembus batas dan sekat pemisah antara Allah dan manusia sendiri.Saya berdoa bersam dengan Anda untuk ekbaikan semuanya.Mari membangun dunia dalam kepercayaan kepadaNya dan kemampuan merasakan keajaibanNyaAllah menanti Anda di kediamamNya yang penuh kerahiman.Salam dalam cinta membangun dunia baru dalam cinta dengan domuskaritas.blogspot.competrusp.