Sabtu, 02 Januari 2010

Sepotong lilin untuk tahun 2010

Tahun 2010 sudah ada di depan mata, tantangan baru siap menghadang di
depan kita yang siap menghalangi kita pada pemenuhan harapan akan
kegembiraan, kesuksusan dan kedamaian.

Namun sepotong lilinharapan, sepotong lilin semangan, sepotong lilin iman,
dan sepotong lilin cinta masih menyala.

Doa saya untuk Anda,

Semoga sepotong lilin harapan tetap bernyala untuk menerangi perjalanan
hidup Anda di tahun 2010 karena tahun depan adalah perjuangan tiada henti
yang harus Anda hadapi.

Semoga sepotong lilin semangat itu terus menyala membakar gairah hidup
Anda untuk maju menghadapi perjuangan hidup di tahun 2010 yang tentunya
semakin tidak mudah karena ketetnya persaingan meraih segala harapan dalam
hidup ini.

Semoga sepotong lilin iman terus menyala menghantar Anda kepada Allah pada
tahun 2010 karena Allah pada tahun depan akan semakin tidak nampak karena
banyaknya tawaran baru akan kenikmatan diluar kehendak Allah.

Semoga sepotong lilin cinta kasih terus menyala untuk menjadikan hidup
kita lebih baik di tahun 2010 karena hanya dalam cinta kasih ada harapan
akan kebaikan dalam hidup ini.

Sungguh semoga sepotong lilin itu terus menyala menjadi petunjuk hidup
menjalani tahun yang akan datang yang tentunya bukan merupakan tahun yang
mudah karena setan semakin berkehendak mematikan sepotong lilin itu.

Salam dalam cinta menjaga nyala sepotong lilin itu dengan terus berdoa
agar kita boleh hidup dalam kebaikan dan kebenanran Allah.

Salam dalam cinta membangun dunia baru.
petrusp.

Kamis, 24 Desember 2009

Natal untuk Kita

Natal adalah sebuah pperisitwa yang sangat mengembirakan karena natal
adalah peristiwa besar akan kelahiran pribadi istimewa yang bernama Yesus
dan dalam diri pribadi ini "misteri" keselamatan Allah dimulai dan
digenapi.

Natal adalah suatu peristiwa yang "langka" dan hanya bisa dialami dalam
satu sejaran keselamatan yang terjadi 2000 tahun yang lalu yaitu Allah
menjadi manusia yang sama dengan kita yang adalah ciptaanNya.

Maka natal diperingati sangat meriah bukan hanya di rumah-rumah, di
gereja-gereja tetapi di Mal-mal dan Plaza yang tersebar di seantero jagad
ini.

Orang menjadi sangat sibuk dengan apa yang di sebut perayaan natal ini.

Ini adalah baik dan sangat baik tetapi apakah natal yang demikian gemerlap
ini telah menyentuh "eksistensi" dari natal itu sendiri????

Kita sebagai pengikut Yesus yang adalah pribadi yang diperingati dalam
natal ini seharusnya "paham" akan perayaan natal ini.

Natal adalah sebuah perayaan "kesederhanan" dan perayaan "solidaritas" dan
bukan perayaan pesta yang hinggar bingar.

Bahkan dalam natal sendiri 'disimbulkan' dengan kelahiran bayi kecil di
"kandang domba" yang adalah tempat yang dipandang tidak layak untuk
sebuah peristiwa kelahiran.

Ironis bukan, natal yang adalah pesta kesederhaan dan solidaritas
dirayakan dengan "pesta" besar-besaran dengan banyak pernik yang menelan
banyak biaya dan bahkan menjadi pesta "jalanan" di mall dan di
plaza-plaza.

Ini memang baik dan tidak salah,

Hanya jika "tradisi" ini terus dipelihara tanpa ada pemaknaan yang dalam
maka lambat laun natal akan kehilangan "eksistesi" dan maknanya.

Maka kita yang adalah pengikut Yesus harus mengubah pola pandang ini yaitu
dengan mulai menjadikan natal adalah pesta yang penuh kesedrhanan dan
pesta solidaitas yaitu dengan membangun jembatan untuk semakin dekat
dengan sesama yang mengalami bayak kesulitan dalam hidup ini, terutama
mereka yang mengalami ketidakadilah dan penindasan akibat ketidakadilan
itu.

latar belakang natal adalah "keprihatinan" Allah akan manusia yang hidup
dalam "kemerosotan"moral yang tidak lagi berpihak kepada Allah dan adanya
ketidakadilan dalam kehidupan ini.

Maka karena keadaan ini Allah datang dalam sosok bayi kecil, ringkih, dan
lahir di kandang domba.

Perisitwa ini perisitwa yang jauh dengan hingar bingar kemewaan kehidupan.

Ia yang adalah Allah mengambil peran paling "bawah" dalam tataran
kehidupan yaitu sebagai bayi miskin yang dibedong dengan kain lampin yang
mungkin adalah kain bau yang ada di kandang itu yang sudah tidak dipakai
dan andaikan dipakai hanya sebagai lap atau pembersih alat-alat di kandang
itu.

Ia bukan bayi yang elok dan tampan yang adalah kebanggaan kehidupan ini,
Mungkin jika bayi itu digambarkan dengan bayi saat ini, Ia adalah bayi
kecil, ringkin dan sakit-sakitan tetapi bayi itu memiliki kekuatan dan
semangat hidup yang tinggi hingga IA bisa tumbuh seperti bayi lainnya
yang memiliki tempat lahir lebih layak dibandingkan Dia.

Ia mungkin sama dengan bayi seorang tukang pemulung sampah, atau bayi
gelandangan yang adalah tidak dipandang dalam kehidupan ini, kecuali oleh
orang sekitarnya yang memiliki kepekaan padanya.

Siapa yang memiliki kepekaan pertama akan bayi Yesus????

Ia adalah gembala yang juga tidak memiliki peran sentral dalam kancah
kehidupan dibanding kana raja dan penguasa ataupun para pejabat keagamaan.

Jadi sekali lagi, natal adalah pesta kesederhaan, pesta solidaritas, pesta
keterasingan dan pesta kemiskinan.

Jika kita mengingat pesta natal yang demikian ini maka yang pertama dapat
dilakukan adalah sikap "mawas" diri akan kehadiran diri kita dalam
kehidupan ini.
Yaitu kehadiran seperti Dia dan berguna seperti Dia bagi kehidupan.

Kita harus memulai dengan permenungan akan apa peran diri dalam kehidupan
ini setelah mengalami pesta kelahiran diri dan disamakan dengan pesta
kelahiran bayi Yesus.

Jika Yesus yang dilahirkan dalam keadaan serba "minim" NAMUN bisa berbuat
banyak bagi kehidupan apalagi kita yang dilahirkan dalam "kelimpahan"
tentu bisa melakukan banyak hal dalam kehidupan ini yang sebenarnya
juga sama-sama mengalami ketimpangan dan ketidakadilan seperti apa yang
terjadi pada masa Yesusdilahirkan.

Jika kesadaran ini ada, maka natal sungguh akan memiliki makna seperti apa
yang sebenarnya menjadi maksud dan tujuan kehaderan Yesus di dunia ini.

Semoga kita bisa seperti apa yang diharapkan Yesus, yaitu mengalami natal
seperti apa yang dialamiNya dan boleh melanjutkan hidup seperti apa yang
dilakukanNya, yaitu menjadikan dunia lebih baik dengan saling mendukung,
memahami, mencintai dan memberi makna isteimewa pada kehidupan ini.

Visi dan misi natal adalah menjadikan dunia lebih baik dengan kelahiran
Tuhan dan visi misi itu sekarang diwariskan pada kita sebagai pengikutNya.

SELAMAT NATAL.

Semoga dengan natal ini kita bisa mengubah cara pandang dan kita boleh
menghayati natal sebagai pesta kesederhaan , solidaritan, keterasingan dan
kemiskinan sehingga kita bisa menjadi bagian hidup orang lain terutama
hidup mereka yang mengalami keterbalangan dan ketidakberdayaan dalam
hidup.

Tuhan beserta dengan kita, dan memperteguh perjaungan kita dengan semangat
natal yang benar.

Salam dalam cinta membangun dunia baru dengan semangat natal.
petrusp.

Jumat, 11 Desember 2009

Berbagi Harapan

Jangan menyerah pada kesulitan.
Jika kesulitan datang, bagaimana cara mengatasinya? ???
Akui kesulitan itu karena ia memang ada, tapi jangan takluk padanya.

Atasi kesulitan dengan berpikir potifit dan tetap menjalankan tugas
perjalanan hidup dengan kesungguhan.

Bangun hidup Anda dengan keyakinan kalau kesulitan mampu dihadapi dan
bisa diatasi dan jangan berhenti berharap.

Kalau Anda melihat pic saya yang ada di FB, disana ada foto selembar
kertas dengan tulisan yang ada di dalamnya.

ini adalah tulisan seorang anak yang baru mesuk kuliah semester satu dan
karena kekalutan hati ia menuliskan tulisan itu.

Anak ini ikut program "pengembangan minat dan bakat" serta diterima di
bangku kulian jurusan keperawatan, kegembiraan anak ini sangat besar
dengan diterimanya dia di bangku kuliah ini walaupun seribu kesulitan
dihadapinya termasuk biaya dalam masa kuliah.

Disamping untuk biaya juga untuk kehdiupan di denpasar karena anak ini
berasal dari Gianyar.

Semua kesulitan itu bisa dihadapinya dengan keseriusan dengan
mengencangkan perut guna tercapainya harapan untuk bisa kuliah sesuai
harapannya serta menjadi seorang perawat tepat waktu 3 tahun.

Ternyata, badai kesulitan tidak mau berhenti mendera perjalanan kehidupan
anak ini, karena dalam masa kuliah yang baru dijalaninya terjadi hal yang
tidak diharapkannya.

Anak ini mengalami "penurunan" pendengaran yang lama-kelaman daya dengar
anak ini hilang dan hal ini mengganggu proses belajar yang harus
dihadapinya,

Karena keadan ini, pihak kampus menyarankan untuk diperisakan ke dokter
THT dan hasil dari dokter akan sebagai rekomendasi apakah anak ini masih
bisa kuliah atau tidak, sedangkan penggunaan alat bantu dengar tidak
diperbolehkan dan jika dengan alat bantu dengarpun maka anak ini tetap
harus berhenti dalam kulian.

Apa yang terjadi pada anak ini???

Tentu keputusan kampus ini membuat kesedihan dalam diri anak ini, Tapi
anak ini tidak mau meneyrah kalah, Ia membangkitkan semangatnya dengan
menulsikan semluruh ahrapan dan keinginannya pada selembar kertas ini.

Dia tanamkan dalam dirinya akan seluruah kebaikan untuk membangkitkan
keprcayaan akan hari esok yang lebih baik.

Disamping itu, serangkaian penanganan terus dilakukan oleh pihak kelaurag
dan dokter THT serta karena pendengaran anak sudah tidak bsia ditangani
denga obat maka diambil kesiputusan kalau anak ini harus dioperasi untuk
menaikan derajat pendengarannya dengan memasang alat pada telinga anak
ini.

Hal pertama yang kembali harus diusahakan adalah biaya operasi unutk anak
ini dan pembelian alat yang harus dipasang pada telinga anak ini.

Permasalahan ini sulit teratasi dan orang tua pasrah dengan keadaan yang
terjadi pada anak ini dan orang tua mengatakan kalau tidak sanggup untuk
mengoperasi anaknya itu.

Kesulitan itu dibicarakan dengan dokter THT yang kebetulan juga membantu
praktek di klinik kami.

Dokter THT kami yang sangat sederhana dan memiliki hati yang baik itu,
menceritakan kejadian yang dialami oleh anak ini pada saya disela-sela
praktek di klinik kami.

Lalu saya katakan, “operasi saja demi kebaikan anak ini".

Dokter kami menjawab," duit dari mana brud ???, karena orng tua anak ini
gak bisa membiayainya? ".

Saya jawab," udalah pak dokter nanti biaya biar Tuhan yang memikirkan,
Sampeyan bikin jadwal operasinya saja dan orang tua anak itu suruh ke
klinik ketemu saya".

Berapa hari kemudian orang tua anak itu datang ke klinik dan menemui saya,
Saya katakan pada orang tua anak itu," bapak punya uang berapa dan kami
akan mencukupi kekurangannya" .

Bapak anak itu bilang," untuk beli alat bantu dengar dan pemeriksaan
selama ini telah menghabiskan banyak biaya dan saya sudah tidak bisa
mengoperasikan anak saya".

Jawab saya," bapak usaha dulu semampunya nanti kekurangnya saya bantu".

Ternyata lama tidak ada kabar dan anak ini hanya terus berobat jalan
sedangkan tidak ada kemajuan dan kalau tidak segera dioperasi anak ini
harus segera dikelaurkan dari kampung, dan bapak anak itu tetap tidak
sanggup untuk mengoperasikan anak ini.

Akhirnya dokter membuat jandwal oeprasi dan hal ini tidak bisa ditunda
lagi karena kerusakan bisa tambah parah dan akan berbahaya kalau terjadi
kerusakan permanen, serta pihak kampus telah memberi surat keterangan
kalau anak akan dikeluarkan kalau tidak segera ditangani masalah gangguan
pendengaran pada anak ini.

Akhirnya operasi diakukan dan saya ikut menunggui anak ini operasi.

Sewaktu menungui anak ini operasi, bapak anak inimendekati saya dan
menunjukan kertas tulisan anak ini, bapak ini sambil mengnangis
menunjukkan tulisan anaknya itu.

Saya membaca ketas itu dan disebaliknya kertas itu ada perincian seluruh
biaya pengobatan yang telah dijalankan serta seluruh baiya kuliah yang
telah dikeluarkan orang tuanya termasuk uang hidup seminggu yang hanya Rp
75rb.

Saya ikut "prihatin" dengan keberadaan anak ini.

Tapi saya banggan dengan semngat anak ini yang telah menuliskan
semangatnya di kertas itu seperti yang ada di pic FB saya.

Sebuah "harapan" akan kesembuhan, semangat dan kepercayaan akan perjuangan
mewujudkan cita-citanya menjadi perawat.

Anak ini tidak mau menyerah kalah karena "miskin", "sakit" dan “faktor”
lain dalam hidup ini.

Anak ini menanamkan harapan akan kebaikan pada masa depan untuk menjadi
lebih baik.

Dan dalam keadaan yang sangat "minim" dengan masa yang "menakutkan" karena
akan di DO dari kuliah karena kerusakan pendengaran, ia masih terus
percaya akan keyakinaan pada hari esok yang lebih baik yaitu menjadi
perawat agar lebih berguna dalam hdup ini.

Anak ini tidak mau mengalami rasa "pesimis" karena ancaman di DO yang
disebabkan penyakit yang sedang dialami.

Sungguh, saya belajar percaya dan berharap yang hebat dari anak ini.

Setelah membaca tulisan dan perincian hidup anak ini,
Saya merasa bersyukur boleh menjadi bagian dari hidup anak ini untuk
mewujudkan harapanya menjadi perawat dengan "memutuskan" membiayai operasi
anak ini dengan pertolongan dokter THT di klinik kami.

Sebuah kesempatan yang indah yaitu boleh berbagi harapan akan hari esok
yang lebih baik dengan dioperasinya telingan anak ini.

Kesempatan yang sunguh indah karena boleh ikut membangun jembatan dengan
memberi harapan pada anak ini yang sebenarnya telah mengalami jalan buntu
dalam hidupnya karena keterbelakangan, keterbatasan dan ketidakberdayaan
pada kesulitan.

Andaikan banyak orang boleh dan mau berbagi harapan untuk mereka yang
telah pupus harapan karena aneka kesulitan dan ketidakberdayaan, maka
dunia akan menjadi lebih bercahaya dan memiliki masa depan yang lebih
baik.

Semoga kita boleh menjadi alatNya dalam berbagi harapan pada hidup ini dan
boleh menjadikan semua lebih baik karena memiliki harapoan akan hari esok
yang lebih membahagiakan.

Salam dalam cinta membangun dunai baru dengan kemampuaa bebagi harapan.
petrusp

Rabu, 02 Desember 2009

Tuhan menjaga

"Percayalah pada rencana indah Allah untuk hidup kita.
Apa yang awalnya nampak tidak mengenakkan dan cenderung menyakitkan
ternayta merupakan berkat yang menyelamatkan perjalanan hidup kita.
Sungguh dalam segala hal, Allah menjaga kita bahkan mengarahkan kita pada
hal yang luar biasa walaupun awalnya menyakitkan.
Percayalah kepada Allah dalamkeadaan apapun".

Beberapa hari yang lalu, saya berjanji ketemuan dengan seseorang.

Seseorang ini menjanjikan sesuatu yang sangat membahagiakan dan ini sangat
mengiurkan bagi manusia terutama yang lagi dilanda kesepian dan kesedihan.

Saya yang sedang mengalami masa "desolasi" dan sedang banyak masalah yang
menupuk dan tidak ada teman yang bisa saya ajak bicara, priabdi ini datang
dengan caranya yang unik dan memberikan janji kelegaan pada hidup saya.

Seperti tanah gersang mendapatkan siraman hujan demikianlah hidup saya dan
saya terlena dengan kata-kata orang ini.

Saya menaruh harapan besar pada orang ini dan seolah akan menjadi orang
yang paling berbahagia dalam hidup ini.

Ada hati yang terbuka pada saya yang sedang mengalami kesedihan,
ksendirian dan kesepian.

"kegembiraan saya melambung tinggi menembus awan seolah menatang Tuhan
yang adalah pencipta saya yang mencintai saya".

Saya membuat janji ketemuan dengan orang ini dan dengan penuh keyakinan
orang inipun memberikan janji surga kepada saya akan persahabatan, cinta
dan harapan.

Janji ketemuan pertama gagal, janji kedua gagal dan janji ketiga gagal.

Saya masih bisa menerima alasan yang diberikan oleh orang ini.

Sampai pada janji-janji yang berikutnya gagal tidak bsia terlaksana.

dan sampai janji yang ke 7 juga gagal.
Pada janji yang ke 7 inilah saya menyerah kalah dan sadar kalau hidup
sedang "dipermainkan" dan Tuhan sedang menunjukan cintaNya pada saya.

Setelah janji ke 7 inilah saya bilang kepada "Simbok" saya," Mbok, aku
kalah, aku sungguh kalah dan tidak bisa menipu dirimu. Maaf sampaiakn pada
Putramu, aku sungguh malu dan menyerah kalah".

Sebagai tanda kekalahan, saya menyalakan lilin tujuh buah dan memberikan
persembahan buah-buahan didepan patung Simbok Maria yang ada di kamar saya
dan seharian penuh duduk di depannya.

Saya sadar," Apa yang menjadi milik Tuhan, akan menadai milik Tuhan
walapun dunia telah menggodanya" .

Ia tidak akan membiarkan biji mataNya yang berharga jatuh dalam dosa, dan
Ia tetap memeluk apa yang berharga itu dalam dekapan kasih hatiNya yang
maha kudus.

Saya juga yakin saya masih bisa bangga pada diri saya karena doa
sahabat-sahabat saya dan juga doa dari Anda semua.

Maka saya mulai saat ini berdoa untuk Anda semua dalam setiap kesemaptan
yang ada dalam hidup saya terutama dalam doa rosario harian saya.

Saya sadar," Untung yang dkirim memberikan janji kebaikan pada saya ini
adalah penipu, andaikan BUKAN maka sudah hancurlah diri saya ini dan
betapa saya akan menyesali kesalahan itu sampai mati nanti".

Maka saya beruntung kepada penyelenggataanNya yang sangat luar biisa dalam
mencintai dan menjaga hidup saya.

Memang sebelum saya memulai janjian sama orang itu,saya selalu berdoa
rosario dan adorasi bahkan bercerita dengan salah satu teman saya di Bali
ini.

Teman saya pertama memperingatkan, "hati-hati ketemu orang seeprti itu
karena semua bisa habis".

Tambah teman itu," Doa yang bruder lakukan adalah doa yang salah dan
menantang Tuhan yang mencintai bruder".

Pertama saya bilang," Saya berdoa meminta ijin pda Tuhan kalau saya akan
menemui orang ini karena dia menjadi begini karena pengalaman dilecehkan
oleh imam, saya akan bawa dia kembali pada Tuhan dan andaikan saya jatuh
saya sudah mempercayakan diri padaNya dalam doa saya".

Teman itu menambah,"semua terserah bruder, tapi elbih baik jangan karena
bruder sedang bermain-main dengan api, memang orang itu mengalami
pelecehan tapi dia akan lebih lihai dan akan mempermaikan bruder apalagi
dengan janji yang bruder katakan tadi".

Saya mengabaikan perkataan teman dekat saya di Bali ini dan saya mengatur
pertemuan yang Ok dengan orang itu tapi semua memang sia-sia bahkan sampai
janjian ketujuh kali saya tidak bisa ketemu dengan orang ini.

Angka 7 memang angka yang menyelamatkan dan indah bagi saya dan setelah
janji yang ke 7 saya disadarkan oleh Tuhan akan kekalahan dan ketololan
saya.

Maka saya semakin yakin kalau Allah mencintai saya dan menjaga hidup saya
agar tetap menjadi miliNya dan biji mataNya.

Saya yakin apa yang saya alami juga akan terjadi dalam hdiup Anda yang
membaca tulisan ini.

Percayalah, dalam keadaan apapun Ia mencitai hidup Anda dan merencanakan
hal baik bagi diri Anda apalagi ketika Anda berani menjaga kesucian hati
dalam doa dan keseharian Anda.

Sekali lagi percayalah padaNya danpeganlah terus tanganNya, karena Ia
merencanakan hal indah bagi diri kita.

Sesulit apapun dan sekuat apapun penderitaan yang kita alami, jika kita
milikNya maka Ia akan menjaga dan memebrikan kebaikan pada kita.

Salam dalam cinta sebagai orang yang dicintai Allah dan dijaga seperti
biji matanya.

Percayalah Ia menjaga hidu kita sehingga dosa tidak bisa meneyntuh diri kita.

Matur nuwun Mbok amargi paduka taksih njagi gesang kawulo dan Terima kasih
Tuhah atas rencanamu yang indah untuk saya dengan selalu menjaga dan
melindungi saya dari dosa.

Semoga Engkau juga membaca dan melindungi sahabat-saahbatku yang membaca
tulisan ini dan mendampingi mereka dalam masa-masa sulit dalam hidup
mereka.

Tuhan aku serahkan mereka dalam perlindungan kasihMu

salam dalam cinta membangun dunia dengan kepercayaan pada Tuhan.
petrusp.

Rabu, 25 November 2009

Berbagi Kegembiraan

Perhatian adalah sentuhan halus dari perasaaan terhadap orang lain yang didasari oleh cinta kasih.
Perhatian adalah penghangat hati, penghibur jiwa dan tanda kepedulian.
Perhatian ini sangat penting bagi manusia dan vital bagi kehidupan,
maka sebagai pribadi yang istimewa, mari kita menggunakan waktu dalam hidup ini untuk memberi perhatian kepada orang lain disekitar kita.
Sungguh dengan berani memberikan perhatian ini maka dunia akan menjadi lebih baik dan lebih menyenangkan setidaknya dunia kita dan dunia mereka yang kita perhatikan ini.
Beberapa hari yang lalu, ada sms masuk ke pijetan saya dan isi sms itu adalah,"der, tadi pagi sudah trasfer uang dan tolong dipakai untuk makan bersama lansia".
Saya menjawabnya dengan kata sederhana,"Ok, terima kasih".
Tapi setelah berbicara dengan beberapa rekan ternyata sulit diadakan makan bersama dengan berbagai alasan, alasan pertama adalah rumah terlalu kecil dan tidak cukup untuk kumpul lansia apalagi keberadaan lansia itu berjauhan dengan rumah maka diputuskan kalau dana akan lebih baik jika dibelikan keperluan mandi, sembako dan susu serta bingkisan diantar ke rumah lansia itu.
Maka supaya kerja menajadi lebih baik, saya menyuruh beberapa anak kedokteran itu untuk belanja dan membuat bingkisan untuk lansian ini.
Setelah semuanya beres dan hari yang ditentukan tiba, kami mengantarkan bingksian ke rumah lansia ini dan sungguh sebuah pengalaman yang indah terjadi disana.
Anak-anak kedokteran yang ikut mengantar bingkisan merasa menemukan hal baru dalam kesehariannya, dimana ada yang mengatakan," saya di Bali sudah beberapa tahun tapi baru kali ini menemukan tempat-tempat seperti ini".
ada anak lain yang bilang ,"brud, apakah tidak lebih baik dimasukan ke rumah jompo lansia itu kerena mereka tinggal sendirian dan hidup dalam kesulitan apalagi kalau pas sakit seeprti Ibu...... yang sakit dan tidak ada yang merawat dan menemani???"
Banyak kalimat dan tanda tanya lain muncul dari perjumpaan ini.
Tapi dari semua kaliamt dan tanda tanya ini, ada satu hal yaitu kegembiraan kami dan anak-anak kedokteran ini, dimana kami boleh memeiliki pengalaman berjumpa dengan Ia dalam diri lansia yang hidup dalam ketidakberdayaan akrena usia, penyakit dan keterbelakangan.
Allah sungguh ada disana tapi adalah Allah yang megnalami "kesendirian" yang memerlukan sapaan, perhatian dan sentuhan sebagai masnuai yang adalah istimewa.
Disamping kegembiraan kami ini,
Yang paling utama adalah kegembiraan lansia yang boleh kami kunjungi, sapa dan perhatikan.
Mereka merasa bahagia karena didatangi dokter-dokter klinik,
mereka bahkan ada yang terharu sewaktu diperiksa kesehatannya oleh dokter klinik.
Kegembiraan terjadi karena sebuah jembatan kecil yang dibuat oleh seorang teman yang mengirimkan uang untuk lansia ini.
Dari kunjuangan ke lansia ini pula ada beberapa dokter yang bersedia untuk mengununginya lagi dan mengharapkan program kunjungan ini dilakuakn rutin karena banyak lansia yang sudah tidak bisa berjalan menuju klinik jika mereka sakit.
Sungguh hal besar lahir dari hal sederhana dan dari kerelaan memulai hal sederhana itu.
Jembatan kegembiraan ini dimulai dari kesediaan seeorang rekan berbagi kegembiraannya untuk lansia dan berlanjut dari kerelaan rekan dokter untuk mau melakukan "terobosan" kunjuangn ke rumah lansia ini, dan semakin nyata dalam diri lansia yang telah dikunjungi, dieprhatikan dan disapas ebagai pribadi sitimewa ayng layak mendapatkan semua kegembiraan ini.
Sungguh, alangkah sederhananya memberikan memebuat kegembiraan ini yaitu hanya dengan memberi perhatian kepada mereka yang "membutukan" perhatian itu dan dari sana muncul "kepedulian" akan keberadaan orang lain yang adalah saudara kita dalam kehidupan ini.
Andaikan banyak dari kita berani memulai hal kecil membangun jemabtan perhatian ini maka akan ada wajah baru dari kehidupan ini, yaitu wajah kegembiraan dalam setiap wajah manusia yang telah merasakan jembatan kegembiraan ini.
dan Andaikan,
Setiap dari kita mau membuat jembatan ini bagi setidaknya orang terdekat, maka akan ada sebuah pembaharuan dalam hidup dan akan terbentuk komunitas-komunitas kegembiraan disetiap tempat di dunia ini atau setidaknya kalau jembatan kegembiraan dengan perhatian ini ada dalam kelaurga maka akan ada banyak keluarga yang mengalami kegembiraan dalam hidupnya.
Semoga kita boleh memulai hal-hal sederhana untuk mengubah wajah dunia ini menjadi lebih baik dengan membangun jembatan kegembiraan disekitar kita.
Salam dalam cinta membangun dunia baru dengan berbagi kegembiraan dengan membuat jemabtan kegembiraan dengan kerelaan memebrikan perhatian kepada orang sekitar kita.
petrusp.

Selasa, 24 November 2009

Membangun keselarasan

Pernahkan Anda mengalami sebuah kejadian yang menjengkelkan karena hal yang sangat "kecil" atau sederhana???
Jika belum pernah beruntunglah.
Tapi jika pernah mengalami, lebih beruntunglah karena Anda akan mengalami sebuah pemahaman akan hal yang berbeda dalam kehidupan ini.
kemarin sore ketika pulsa pijetan saya habis dan uang yang ada di dompet saya tinggal satu lembar, saya memberanikan diri untuk membeli pulsa karena memang pulsa itu sangat saya perlukan untuk bisa membuat pijetan itu bisa bekerja menyapa banyak rekan.
Tapi ada sebuah kejadian kecil yang membuat saya jengkel setengah mati yaitu setelah trasaksi selesai dan penjual pulsa mengatakan kalau transaksi telah suskses.
Sesampainya di rumah, saya kembali mengsms rekan saya karena tadi tertunda karena pulsa habis, eh kok ternyata sms tetap tidak terkirim dan saya kembali melihat isi pulsa saya dan disana tertera Rp177,00
Saya kaget dan saya langsung lari pada penjual pulsa itu.
Saya tunjukkan isi pulsa saya dan mengatakan kalau saya tadi beli pulsa dan pulsa belum masuk.
Penjual pulsa ngotot dan mengatakan kalau trasnsaksi telah sukses dilakukan dan penjual itu malam menunjukkan bukti transaksi dengan kode serinya.
Saya tetap meyakinkan kalau pulsa belum masuk dan meminta penjula itu membantu saya agar pulsa saya daaptkan dan saya bisa kembali megsms teman,
Penjual itu membantu saya dengan menelepon ke call center atau apa saya lupa dan dari sana memang terjadi transaksi tapi terjadi "trouble" dan saya diminta menunggu 2 x 24 jam untuk mendapatkan pulsa saya itu.
Jelas saya protes pada penjual pulsa itu dan mengatakan," saya butuh pulsa saat ini mbak dan bukan 2 X 24 jam yang akan datang?????".
Penjual pulsa itu menjalaskan berulang -ulang bahwa demikian itu prosesnya dan tidak ada jalan lain kecuali membeli pulsa lagi.
Saya bilang," mbak sekarang ganti saja dengan transaksi baru dan untuk yang transaksi tadi dibatalkan saja karena saya sudah tidak punya uang lagi???".
Penjual pulsa mengatakn tidak bisa dan ia mengatakan,"kami akan rugi dengan kalau melakukan transaksi lagi, prosedur nya Anda menunggu 2 x 24 jam"..
Saya ngotot dengan penjual pulsa itu tapi tangapanya hanya," ini adalah biasa pak, maka bapak menunggu 2 X 24 jam saja".
Jengkel, marah dan ingin ...... saya pada penjual pulsa itu karena memang duit yang ada di dompet saya tinggal selembar dan itupun telah terpakai untuk beli pulsa yang tadi dan saya diminta beli lagi kalau ingin mendapatkan pulsa lagi.
Saya dengan kejengkelan meninggalkan penjual pulsa itu dan perasaan agak marah berkecamuk di dada saya, menuju atm bca untuk mengambil uang guna membeli pulsa baru.
Setelah dari bca saya membeli pulsa ditempat yang sama dan eh, langsung ada pemberitahuan kalau transaksi telah berhasil dan memang pulsa saya tertambahkan.
Setelah trnsaksi kw dua itu saya bilang," edan dalam waktu yang tak berbeda jauh kok bisa ada kejadian trouble yang adalah kejadian yang merugikan saya sebagai pembeli dan saya harus sabar menunggnu 2 X 24 untuk mendapatkan hak saya".
Kejadian menjengkelkan ini membuat saya berpikir jauh akan keadaan hidup yang lebih rumit.
Bagiamana jika hal ini terjadi pada orang yang memang hanya punya uang selembar dan hanya bisa membeli satu kali pulsa dan terjadi trouble sedangkan ia sangat membutukan pulsa itu untuk urusan yang amat mendesak dan hanya bisa diselesaikan dalam waktu itu????
Misalnya urusan untuk mengetahui kalau saudara atau orang tuanya kecelakaan dan masuk rumah sakit????
Apakah harus menunggu sampai 2 x 24 jam untuk kembali menelepon saudara yang mengalami "maaf" kecelakaan itu????
Gila, saya bisa gila jika memikirkan hal yang demikian ini.,
karena, jika harus menunggu 2 hari keburu "mati' yang mengalami kecelakaan.
Mengapa kerugian dan kesalahan "selalu" diberikan pada orang yang sebenarnya tidak layak untuk menanggung kesalahan dan kerugian itu????
Saya sebagai pembeli, tidak selayaknya menanggung kesalaah dari sistem yang salah itu dan penjual serta "provider" seharusnya bisa mengatasi hal ini dengan bekerjsa sama yang baik jika terjadi troubel ini.
Tapi kembali pembeli yang nota bene "orang kecil" yang harus menjadi korban dari kesalahan ini.
Hidup memang seolah tidak adil.
Mereka yang kecil dan pihak yang kecil selalu terkalahkan bukan hanya dalam dunia binis tapi dalam banyak hal.
Seolah mereka yang kecil telah dikebiri dengan sistem yang memang telah dibuat oleh mereka yang memiliki "kekuasaan" dalam segala hal.
Penjual, pihak atasan dan produsen besar selalu mencari keuntungan dan tidak mau rugi dan andaikan ada kesalahan maka kesalahan dileparkan pada pembeli yang nota bene adalah mereka yang "butuh" akan produk itu.
Prosuk itu akan laku kalau ada pembeli dan mereka lupa dengan keberadaan pembeli ini, dengan tidak memberikan perlindungan pada pembeli akan kerugian jika ada kesalahan
seeprti apa yang saya alami dalam membeli pulsa itu.
Pembeli dianggap sebagai "sapi" perahan yang bisa diperlakukan seenaknya demi keuntungan "majikan" atau pihsk penjual dan pihat yang lebih besar.
Pembeli seolah dibuat tak berdaya jika ada kesalahan termasuk kesalahan teknis.
Mungkin saya masih bisa berbantah walaupun hasilnya juga "nihil" dibanding orang lain yang mungkin hanya akan mengut-manggut dan menerima keadaan ini sambil mengerutu.
Kepentingan pembeli seolah "diabaikan" jika ada permasalahan dari proses pembelian ini.
Pembeli tak punya hak membela kalau a \da kesalahan dan cukup menerima setiap ada kesalahan.
Jika keadaan kehidupan telah demikian ini yang terjadi,
Maka apa yang akan terjadi selanjutnya?????
ketimpangan hidup,
Jika ketimpangan ini dibiarkan maka jelas akan menimbulkan banyak permasalahan yaitu kekecewaan dan kemarahan.
Jika kekecewaan dan kemarahan terjadi maka akan timbul hal yang jelas tidak akan mengenakkan terutama dalam keselarasan kehidiupan ini.
Jika hal ini terjadi maka akan terjadi petaka pada kehidupan dan kerugian akan ada pada semua pihak.
Semoga hal ini tidak terjadi dan semua bisa berjalan dalam kebaikan,
Hal ini akan terjadi jika,
Ada pembaharuan dan perubahan pada sistem menjadi sistem yang lebih baik.
Yaitu sistem yang mengutamakan win-win solution dimana semua merasa menang dan tidak dirugikan baik pihat atasan maupun pihak bawahan atau pihal pembeli dan pihak penjual.
Semoga "kesalahan" dan "kebobrokan" sistem pada penjualan pulsa ini,
Tidak terjadi dalam sistem pemerintahan dinegeri kita ini, dimana atasan merasa menjadi pemenang dan bawahan atau rakyat sebagai pihak yang kalah.
Jika sistem ini yang terjadi maka lambat laun peri kehidupan berbangsa dan bernegara akan hancur dan pergolakan akan terjadi,
Ini seperti kebaradan sitem antara Cicak dan Buaya.
Cicak ini akan kalah tapi jika cicak tidak disokong oleh ciciak laina, tapi dengan disokong maka cicak akan mengalahkan buaya.
Seperti yang terjadi dinegeri ini akhirnya cicak memang menang melawan buaya karena disokong oleh segenap warga lain di negeri ini.
Semoga kita boleh membaharui sistem dan kehidupan orang kecil semakin memperoleh kebaikan.
Salam dalam cinta membangun keselarasan kehidupan antara oran kecil dan orang besar atau atasan,
Salam dalam cinta membangun dunia baru.
Marilah melakukan hal sederhana untuk membangun jembatan keselarasan aagr dunia semakin hari semakin menjadi baik.
petrusp

Kamis, 19 November 2009

Berbagi Cahaya

Tiada hal yang boleh membahagiakan ketika melihat orang lain bahagia dan
mereka tertawa dengan apa yang telah kita lakukan pada mereka.

Sungguh membuat orang lain bahagia adalah rahmat yang sangat luar biasa
dalam hidup ini.

Kemarin pada tanggal 17 November, kami bersama pimpinan kami yang dari
Jakarta bekerja sama dengan salah satu lembaga bernama Gloria boleh
melakukan hal sederhana bagi mereka yang membutuhkan kacamata karena
keterbatasan penglihatannya.

Sebuah kegiatan untuk menjadikan “terang” bagi yang mengalami kegelapan
dan ketidak jelasan dalam melihat dunia ini.

Kami boleh memberikan kacamata pada anak-anak SD kelas 5 dan 6 didaerah
gunung kidul dan daerah Boro Kalibawang Jogja.
Kegiatan sederhana untuk mengubah dunia menjadi lebih baik, lebih cerah
dan lebih memiliki harapan.

Dalam kegiatan ini ada kejadian yang membahagaikan yang muncul spontan
dari anak-anak yang memperoleh kacamata ini.

Banyak anak yang mengatakan,” saiki enak tenan, jelas ndelok opo-opo????”
(sekarang enak sungguh, jelas melihat apa-apa)

Anak ini mengalami “minus” pada matanya dan karena
keterbatasan tidak bisa membeli kacamata minus dan pada saat pembagian
mereka merasa enak dan nyaman karena boleh melihat lebih jelas pada
keadaan sekitar dunia ini.

Kegembiraan, senyum dan wajah-wajah “semringah” ada dalam diri anak-anak
dan guru disekolah-sekolah yang kami bagikan kacamata ini.

Kesederhaan dan cinta mereka tidak tertutupi karena memang mereka barasal
dari daerah yang penuh kesahajaan yaitu pegunungan tandus yang airpun
sulit didapatkan sehingga hanya tergantung pada Allah akan semua kehidupan
yang dijalani.

Tak ada kepura-puraan dari diri anak-anak ini dalam berekspesi menunjukkan
kebahagaiannya, memang mereka pertama malu-malu memakai kacamata itu dan
hanya memandanginya dan sesekali mencobanya dan sewaktu mencoba senyum
atau tawa muncul dari mulut mereka yang kecil, mungil penuh kepolosan
sebagian insan dunia ini.

Kami yang boleh menyaksikan hal-hal ini ikut berbahagia dan boleh
merasakan kegembiraan mereka.

Melakukan hal kecil dengan hati besar dapat menjadikan semua menjadi baik.

Berbagi cahaya dan berbagi senyum inilah yang saat ini dibutuhkan di dunia
yang sedang sakit ini, karena dunia mengalami kepapan karena kehilangan
rasa kemanusiaan dari penghuninya, Apalagi dunai saat ini yang digemparkan
dengan isu akan adanya kiamat pada tahun 2012.

Namun dengan keberanian kelaur dari sekat “ego” dan kepentingan diri,
dengan kerelaan bebagai maka harapan dunia yang penuh kemanusiaan terwujud
kembali terutama dibagian bumi bernama Gunung kidul dan pegunungan
menoreh sebagai persiapan menyambut kedatangan Tuhan dab bukan kiamat.

Tuhan pasti akan datang pada kita dalam masa dan waktu yang kita tidak
tahu sehingga kita harus mempersiapkan kedatangNya dengan melakukan yang
paling baik di dalam kehidupan ini,

“Kiamat akan datang tapi hanya Bapa yang tahu”, jadi lakukan saja yang
terbaik dalam kehdiupan ini dengan berani berbagi pada mereka yang
membutuhkan kehadiran kita.

Semoga dengan berani melakukan yang paling baik, kegembiraan itu bisa
terus berlanjut dan kegiatan cinta ini terus ada sehingga akan banyak
anak-anak yang boleh melihat cahaya dan merasakan indahnya dunia ini
karena adanya cinta dari kerelaan untuk berbagi.

Salam dalam kebersamaan mencerahkan dunai dengan berbagi cahaya.

Salam dalam cinta membangun dunia baru.
petrusp.