Rabu, 25 Agustus 2010

Lakukan saja walaupun pekerjaanmu dicemooh...

Mata yang tertutup tidak akan sanggup melihat indahnya kehidupan ini dan hati yang membatu tidak akan mampu merasakan kehidupan ini, maka berbahagialah yang memiliki mata yang jernih dalam melihat kehidupan dan hati yang peka untuk merasakan penderitaan terutama penderitaan kehidupan orang lain karena mereka akan sanggup menangkap apa artinya kehidupan ini".

Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi saya dan "emak-emak" karena kami boleh berbagi senyum dan cinta dengan nenek-nenek jompo di wilayah warakas, tanjung priok.

Kami jalan dari lorong ke lorong menuju rumah ke rumah untuk menyapa, memanusiakan dan membagikan cinta dalam wujud sembako, kue kering, nasi kotak dan buah untuk menunjang kehidupan mereka.

Kegiatan ini sangat membahagiakan dan berguna bagi mereka yang membutuhkan sapaan dan cinta ini, dan karena kegembiraan ini, saya membagikan foto dari kegiatan ini ke rekan-rekan melalui media fb ini dengan secara khusus mengetag "emak-emak" yang ikut terlibat dlam kegiatan cinta ini.

Namun sungguh mengejutkan karena dalam kegembiraan ini ada hal yang lebih membahagiakan dari coment seorang rekan dan rekan itu adalah rekan saya di dunia fb ini, jujur saya sendiri kurang dan cenderung tidak kenal dengan rekan di fb ini.

Coment itu berbunyi," Kemiskinan itu bukan tugas gereja atau charity, harusnya gereja mengajarkan setiap orang untuk melihat itu sebagai tanggung jawab pribadi jadi berhenti mempergunakan gereja dan membuat kemiskinan sebagai alasan untuk tidak bisa mandiri. Gereja terlalu baik, dan sebenarnya hanya akan membuat orang miskin semakin miskin. Kunjungan seperti ini tidak berguna, kalau mereka tetap tidak bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Lebih baik mereka beri akses ke internet, belajar sendiri sebanyak2nya di internet, dan difasilitasi dengan mikro kredit. Saya muak melihat orang miskin selalu memanfaatkan gereja dan charity untuk masalah ekonomi pribadinya"

pertama saya kaget dengan coment rekan ini dan merasa sedih karena apa yang kami lakukan ternyata memuakkan rekan ini dan saya hanya bisa menjawab comen rekan ini dengan kalimat," Apa yang Anda lakukan untuk mereka yang membutuhkan ini???? gereja dipanggil untuk ambil bagian dalam karya Allah yang menyelamatkan. Bagi Anda mungkin tidak berguna tapi bagi kami ini adalah panggilan. Bagaimana kita bisa menciptakan lepangan pekerjaan dengan seorang nenek yang buta, sakit-sakitan dan tidak punya peluang?????"
Banyak orang bicara cinta??? banyak orang bicara kasih??? banyak orang bicara perhatian??? Tapi mereka tidak tahu cara melakukan cinta, kasih dan perhatian???? Banyak orang tidak akan pernah tahu kemiskinan marena mereka tidak pernah mengalaminya atau mengingkarinya, banyak orang tidak akan mampu merasakan Allah kalau ...mereka tidak mengerti apa yang dilakukan Allah pada dirinya".

Jawaban dari coment saya ini teryata masih ditanggapi dengan coment teman ini yang berbunyi lebih keras lagi .
Coment reman ini,"oh nenek2 toh yang dkunjungi, kirain anak2 remaja. Kala udah nenek2 mah, udah mau mati aja, ngapain diurusin. Tinggal nunggu hari H ini :p"

Jawaban rekan dengan coment kedua lebih menyedihkan hati karena teryata nenek-nenek yang kami kunjungi tidak layak untuk dianggap ada dan lebih baik dibiarkan menunggu kematiannya saja.

sedih dan "maaf", membuat saya menangis...

Beginikah yang layak dilakukan untuk mereka yang sudah "tidak" punya akses, kesempatan dan peluang karena mereka tidak memiliki ruang dalam kancah kehidupan ini.

Bagaimana kalau hal ini terjadi pada saya atau pada rekan yang memberi coment pada foto kegaitan kami ini???
yaitu merampas kesempatan untuk hidup karena mereka sudah tidak memiliki kekautan untuk hidup.

Lalu apa tugas dan panggilan kita yang lebih kuat, muda, kaya dan memiliki kemampuan lebih dibanding nenek-nenek jompo ini???
Apakah kami hanya harus membiarkan saja???
dan menunggu ajal menjemput mereka karena mereka tidak lagi memiliki peran dalam kehidupan ini.

Maaf, coment dari rekan di fb tidaklah salah dan juga tidak mengubah keadaan tapi coment ini bisa menjadi sebuah bahan renungan bagi kita yang masih memiliki ruang dan peluang pada hidup ini akan penghargaan kehidupan mereka yang tidak memiliki ruang dan peran karena keterbatasan hidupnya termasuk karena usia, kecacatan dan kemiskinan.

Sebuah renungan akan keterlibatan, cinta kasih , perhatian dan keperpihakan akan mereka yang tidak memiliki ruang dan kesempatan.

Jujur, kami tidak membutuhkan pujian dan persetujuan akan apa yang kami lakukan, kami hanya ingin mewartakan kebahagiaan kami akan kesempatan untuk berbagi kepada mereka yang tidak memiliki kesemptatan dan ruang,

Kami tidak ingin memamerkan apa yang kami lakukan, tapi kami hanya ingin memberitahukan kalau ada sisi lain dari kehidupan ini yaitu sisi kehidupan akan kaum lansia yang terbelakang dan membutuhkan banyak cinta dan bukan membutuhkan penolakan.

Ini adalah kegiatan yang bisa dilakukan banyak orang terutama mereka yang mau bersinggungan dengan mereka ini dan dalam kesemtpan ini ada pribadi-pribadi istimewa dalam diri emak-emak yang disela-sela kegiatan dan pekerjaannya memeiliki waktu dan dana untuk menyapa lansia yang kurang beruntung ini.

Panggilan cinta dan pewartaannya inilah yang kami ingin sampaikan agar orang memiliki hati untuk ambil bagian dalam kepedulian kepada mereka yang mengalami keterbelakangan.

Pewartaan cinta dan kebaikan tidak harus dan tidak perlu memperoleh persetujuan,
Pewartaan cinta dan kebaikan tidak harus dan tidak perlu mendapatkan pujian, penghargaan dan tanggapan baik.
Pewartaan cinta dan kebaikan tidak harus dan tidak perlu memperoleh penerimaan
Pewartaan cinta dan kebaikan tidak harus dan tidak perlu memperoleh tanggapan baik

NAMUN
Pewartaan cinta dan kebaikan harus dilakukan dan terus disuarakan kedalam kehidupan ini sebagai sebuah gaung dari apa yang pernah dilakukan oleh Allah sendiri.

Sama seperti kehadian Yesus ke dunia ini,
Apa yang sesungguhnya dilakukan oleh Yesus???
Yesus melakukan "kebodohan" penyelamatan manusia yang pada dasarnya bisa bertanggung jawab pada dirinya sendiri.
Yesus tidak diperlukan oleh manusia.

NAMUN
Yesus datang melakukan "kebodohan" ini untuk menunjukkan cinta-Nya pada manusia yang diciptakan oleh Bapa-Nya dengan cinta.

Jadi apa yang kami lakukan saya rasa perlu untuk diwartakan dan menjadi bagian lukisan kehidupan ini yang boleh untuk dilihat, ditiru dan dilaksakana TAPI juga boleh untuk dicuekin, dicemooh dan dianggap ketololan belaka..

Semoga kami masih memliiki hati dan cinta bagi kehidupan ini walaupun merupakan kebodohan dan ketololan kehidupan.
Salam dalam cinta memjadikan hidup lebih baik bagi yang mau menjadi baik.
Salam dalam kebersamaan membangun cinta dalam kehidupan ini.
petrusp.

Selasa, 06 Juli 2010

Selalu ada jalan....

Selalu ada jalan...
Inilah kata yang selalu ada dibenak dan kepala saya dalam menjalani hidup
ini terutama hidup bagi orang lain yang ada disekitar saya.
Selalu ada jalan....

Beberapa hari yang lalu, kami mendapat undangan untuk berkunjung ke PRJ
dengan anak-anak sekolah kami, karena anak-anak memang lama tidak pernah
melakukan jalan-jalan apalagis etelah hampir 3 tahun saya tinggalkan, saya
langsung meniyakan tawaran jalan-jalan ke PRJ itu.

Setelah berbicara dengan pihak PRJ ternyata pihak PRJ tidak menyediakan
transfortasi untuk anak-anak ini dan mereka hanya menydiakan tiket masuk,
makan dan bingkisan anak-anak.

Saya yang terlanjut mengiyakan jadi rada bingung karena untuk mengangkut
200anak dengan pembinanya diperlukan biaya untuk sewa mobil.

Pertama saya hanya bilang pada rekan-rekan, "siapkan saja anak-anak dan
nanti masalah mobil akan selalu ada jalan".

Setelah semingu dari kesepakatan, saya tetap belum memiliki uang untuk
sewa mobil itu sedankan paling tidak diperlukan 4 metromini untuk
emngangkut mereka ini, tapi setelah seminggu dalam hari-hari terakhir ada
jalan terang disana diaman ana "Emak" yang akan pergi ke Amerika dan Emak
ini ninggali uang untuk saya dengan jumlah yang lumayan ebsar dan cukup
untuk sewa mobil dan beli bingkisan anak-anak.

Tenanglah hati ini, tapi Allah ebrkehendak lain.
4 hari menjelang hari keberangkatan anak-anak ke PRJ ada kejadian dimana
memerlukan biaya yaitu, ada anak cacat yang sakit dan memerlukan biaya ke
rumah sakit dan anak itu akhirnya meninggal dan membutuhkan baiya untuk
penguburan.

Buyarlah acara ke PRJ.
Saya hampir membatalkan acara ini, tapi kasihan juga anak-anak sudah
mengharapkan bisa jalan-jalan ke PRJ ini.

Pertolongan Tuhan tiada terlambat, dua hari sebelum pemberangatan ada sms
masuk ke pijetan saya yang mengatakan kalau telah terjadi tranfer duit
sejumlah ....untuk keperluan anak-anak.

Giranglah hati saya dan saya meminta salah satu rekan meliaht di atm
apakah benar ada uang masuk dan kalau ada langsung saya suruh ambil saja
dan dipakai untuks egera cari metromini dan bayar langsung supaya uang
tidak tersamber kebutuhan lain...

Semua berjalan dengan baik hingga anak-anak bisa ke PRJ dan kegembiraan
ada pada mereka.

Selalu ada jalan....
ya selalu ada jalan.....
Dalam hidup ini selalu ada jalan jika kita memang memeprcayakan diri pada
sumebr jalan yaitu Allah sendiri apalagi jika hidup untuk kebaikan
terutama kebaikan orang lain.

Maka walaupun kekawatiran ada dan semua terasa "gelap" tapi jika ada
kepercayaan jalan itu akan selalu ada dan saya selalu mengalaminya dalam
hidup ini.

Keraguan memang ada tapi dari keraguan itulah iman semakin ditumbuhkan dan
diteguhkan.
Maka membangun iman dalam keadaan sekarang adalah penting dan harus
dilakukan.

Iman akan Allah yang memebrikan jalan pada kehidupan kita.

Selalu ada jalan...
Bagi yang sedang dalam masalah kehidupan ini, percayalah selalu ada jalan
penyeelsaiannya.
Ada jalan untuk Anda untuk semakin dekat dengan Allah dan dekat dengan
penyelesaian masalah itu.

Percayalah Allah yang sanggup menciptakan Anda, Ia juga sanggup mencukupi
hidup Anda dan menyelesaikan permasalahan Anda.

Salam dalam iman dan keeprcayaan kalau selalu akan ada jalan dalam hidup
ini...
Selalu ada jalan....
petrusp.

Terima kasih Emak yang lali di Amerika, terima kasih Emak ....

Minggu, 20 Juni 2010

Mulailah saja dan serahkan hasil akhirnya kepada Allah....

Beberapa hari yang lalu saya bepergian dengan Teman untuk mengambil buku
dengan judul 'Setitik embun inspirasi bagi jiwa".

Dalam perjalanan pulang saya bilang dengan teman itu,"Mas siapa
menyanggaka kalau tulisan-tulisan saya bisa dimuat dalam buku ini dan
boleh menjadi berkat bagi banyak orang baik bagi mereka yang membaca
maupun bagi anak-anak pedalaman yang akan mendapatkan buku bacaan bermutu
dari hasil semua penjualan buku ini".

Teman itu menjawab,"Tuhan yang merencanakan".

Jawab saya,"Ya Tuhan yang merencanakan dan rencana Tuhan sungguh indah dan
baik dalam hidup ini terutama hidup saya".

Saya menambahkan,"Tidak ada yang pernah tahu rencana Tuhan keculali Tuhan
sendiri ya".

Lalu saya menceritkan tentang kebaikan Tuhan yang saya alami dalam hidup ini.
Beberapa tahun yang lalu, saya memberanikan untuk memulai menulis apa yang
saya alami dalam hidup ini dengan mengirimkan tulisan itu kepada
teman-teman melalui email.

Saya tidak pernah menyimpan apa yang saya tuliskan, selesai menulis
langsung saya hapus supaya tidak memenuhi file di komputer tua saya.

Hingga suatu hari ada teman yang mengatakan kalau ia mengumpulkan semua
tulisan saya dan ia merencana membuat sebuah buku dari tulsian itu.
setelah diseleksi dipilihlan sekian judul dan dibuat buku dengan
judul,"kepingan kisah yang nyaris terhilang".

BUku ini boleh dibaca sekian banyak orang sampai kami mencetak sampai 4
kali dengan sekalic etak 1000 eksemplar.

dari memulia hal kecil yaitu menuliskan hal-hal yang sederhana terjadi
dalam ekseharian boleh memiliki buku dan nama saya tertulis disana sebagai
penulisnya.

Pertama membaca saya kagum sekaligus tidak percaya,"benarkan saya boleh
memiliki buku ini???".

Disamping saya memulai untuk menulis, saya juga memeiliki kebiasaan buruk
dari tahun 2002 yaitu mengsms harian pada teman-teman saya dan kebiasaan
itu masih terpelihara sampai saat ini, kebaisaan berbagi tulisan
sederhana melalui "pijetan" tua yang saya miliki dengan tujuan pertama
menyapa mereka yang hadir dalam hidup saya..

Pesan-pesan singkat dan sederhana terus mengalir menyapa teman-teman
setiap hari dan dari kebiasaan ini ada karangan "sejenis" kalender duduk
berisi kata-kata yang pernah saya smskan apda teman-teman saya dan tulisan
itu juga boleh memberkati banyak orang bahkan sudah 2000 exsempalr hampir
habis...

Dan beberapa ahri yang lalu saya kembali dibuat kagum dengan adanya buku
berikutnya dengan beberapa tulsian saya ada disana..

Sungguh membahagiakan dan saya tidak pernah menyangka kalau kebiasaan
kecil yang pernah saya mulai beberapa tahun yang lalu boleh menghasilkan
beberpaa "karya" yang bisa dinikmati oleh banyak orang bahkan hasil karya
itu bsia dipakai untuk membangun beberapa sarana bagi pendidikan anak-anak
nelayan binaan kami dan hasil buku ketiga dengan rekan-rekan penulis lain
boleh untuk akan memebrkati daerah-daerah pedalaman.

Sungguh ajaib dan laur biasa cara kerja Allah dalam hidup ini.

Ini adalah pengalaman pribadi akan peneyrtaan Allah dalam hidup orang
kecil, bodoh, hitam, kurus dan cenderung jelek ini.
Tapi ini nyata dan ada kalau Allah sungguh memeiliki keperpihakan kepada
mereka yang berani memulia dalam hidup ini.

Maka mulailah saja dan serahkan akhirnya dalam nama Allah.

Semua pasti akan emnajdi baik pada akhirnya, sama seperti apa yang boleh
saya alami.
Saya berani memluia menulis dan berbagi melalui email,
saya berani memulsai dengan mengirimkan sms ke rekan-rekan saya.
Saya tidak pernah memilikirkan hasilnya apalagi berupa buku dan kalender
duduk itu.
Saya bahkan membayangkanpun tidak.
Namun semua nyata dan ada didepan mata saya bahkan telah diabca ribuan
orang di kehidupan ini.

Sungguh keberanian untuk memulai walaupun hanya hal-hal kecil dan
sederhana adalah penting dan harus dalam hidup ini, karena dengan
keebranian memulai maka akan ada hal besar dihasilkan dalam hidup ini.

Dunia ini dibangun pertama-tama dengan hal kecil dan rumah dibangun dari
batu pondasi pertama.
maka memulia untuk pertama kali adalah penting dalam hidups eseorang.
Saya ingat langkah ebsar eprtama dimulai dari alngkah kecil pertama dalam
hidups eseorang.
Mulailah saja dan semua akan menajdi baik dan hasilnya mengagumkan.

salam dalam cinta untuk berani pertama memalui sesuatu untuk membangun dunia.
petrusp

Minggu, 13 Juni 2010

Peziarahan bersama Simbok Maria

"Sobat, pernahkan Anda membayangkan hidup orang-orang yang dipilih Allah
menjadi pribadi istimewa dalah kehidupan ini????".Jika pernah apa yang
Anda dapatkan dari sana??? jika belum mari bersama membayangkan bersama
saya malam ini....

Malam ini, saya secara tiba-tiba ingat dengan simbok saya yang sudah
meninggal beberapa tahun yang lalu, saya melihat perjalanan hidup simbok
saya dan semua kelihatan sangat tidak mengenakkan karena banyak alasan.

Jalan yang harus ditempuh seolah jalan berbatu dan berkelok-kelok sampai
beliau menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit setelah kecelakaan
ditabrak motor.

Saya membayangkan, betapa berat, sakit dan melelahkan perjalanan seperti
apa yang dialami oleh simbok saya,

Setelah saya membayangkan simbok saya, pikiran saya tertuju pada satu
Simbok istimewa dalam hidup saya yaitu Simbok Maria.

Simbok Maria adalah Simbok yang selalu menjadi tempat saya menumpahkan
seluruh pergulatan hidup saya dan semua yang saya alami dalam keseharian
saya..

Pribadi istimewa bernama Simbok Maria tentu dikenal oleh banyak orang dan
ini tidak usah disangsikan lagi, tapi apa yang dialami oleh Simbok Maria
ini dalam hidupnya.

Pertama tama dia menerima sebuah kabar sukacita akan kelahiran Yesus yang
adalah Putra Allah yang adalah juru selamat manusia.

Gambaran Putra Allah tentulah sebuah gambaran yang menakjubkan dan
merupakan pribadi tanpa batas yang sangat mengagumkan bagi dunia ini.

Dalam iman Simbok Maria menjawab tawaran itu dengan satu
kalimat,"terjadilah padaku menurut perkatanMa atau menurut kehendakMU".
Ya menurut perkataan dan kehendak Allah sendiri.
Semua orang pasti paham dan tahu kalau kehendak Allah itu pastilah baik
atau setidaknya mengembirakan bagi mereka yang terpilih ini.

Tapi apa yang terjadi berikutnya.

Apa yang dialami oleh Simbok Maria ini dalam hidupnya yang adalah Ibu
Tuhan sendiri????

Sejak peristiwa penerimaan kabar suka cita itu semua hal tidak beres dan
janji akan Putra Allah ini mulai dipertanyakan,"Tidak ada kamar
dipenginapan untuk kelahiranNya", lalu tidak ada waktu untuk bisa menimang
bayi dan beramai-ramai menyambut kelahiran bayi yang adalah Putra Allah
ini, mulai ada pengungsian ke Mesir, ramalan penderitaan dalam diri Simbok
Maria dengan ramalan Simeon, bahkan pada saat Bayi itu tumbuh menjadi
dewasa Ia ditentang, diserang, ditolak dan di salibkan.

Apa yang sebenarnya dialami oleh Simbok Maria ini???
Simbok Maria terus bertanya dalam setiap perhentian dalam perjalanan
hidupnya,"Tetapi bagaimana semua ini bisa terjadi????".

Ya semua pengalaman pahit dalam seluruh perjalanan Simbok Maria selama
bersama dengan Yesus putranya yang adalah Putra Allah.

Semuanya adalah perjalanan yang "tidak" mengenakkan dan hampir semua
mendekati garis yang namanya keputusasaan.

Namun simbok Maria terus berjalan dalam Iman dan selalu mengulang
kata,"terjadilah padaku menurut perkataanMu atau kehendakMu".

Kalimat ini yang terus menyemangati Simbok Maria dan terus memberikan
terang akan apa yang harus dijalani dalam masa-masa gelap kehidupannya.
Ia yang adalah Ibu Tuhan dan Simbok Allah mengalami hal yang demikian ini.

Kurang apa Simbok Maria ini???

Apalagi kita????
Tentulah kita yang adalah orang berdosa akan mengalami banyak hal yang
tidak mengenakkan.
Kita akan juga mengalami jalan yang penuh dengan cobaan, kesulitan,
tantangan dan penghalang dalam hidup ini.

Banyak hal yang tidak mudah juga akan kita alami dalam hidup ini.
dan dari sana kita diharapkan akan menemukan Iman akan penyertaan dan
kehendak Allah sendiri seperti apa yang dialami oleh Simbok Maria.
Kita harus belajar seperti Simbok Maria dalam menjalani hidup ini.

Hidup dalam Iman, diam dalam doa dan rajin dalam pekerjaan keseharian.
Apa yang tidak mudah selalu diserahkan dalam penyelenggaraan Allah bahwa
ini adalah kehendakNya.

Dengan demikian kita akan lebih bisa menjalani hidup dengan lebih baik.

Peziarahan kita ini selalu bersama Simbok Maria untuk sampai pada
kepenuhan janjiNya sendiri yaitu kerajaan Surga yang adalah kegembiraan
dan sukacita.

Maka marilah kita selalu kuat dalam hidup dan mempercayakan diri bersama
Simbok Maria dalam kehendak Allah.

Dari keteladanan Simbok Maria kita diharapkan belajar akan kesetiaan
menajalani hidup ini walaupun tidak mudah.

Semoga kita boleh juga belajar dari Simbok Maria ini.

Kita harus percaya dan yakin akan apa yang Tuhan janjikan pada
kita,"Terberkatilah mereka yang percaya bahwa yang dijanjikan Tuhan
kepadanya akan dipenuhi".

Semoga kita kuat seperti Simbok Maria dalam hidup.
Salam dalam cinta untuk terus percaya pada kehendakNya dengan terus
menjalani hidup ini walapun penuh perjaungan karena banyaknya rintangan

Salam dalam cinta membangun dunia baru.
petrusp.

Minggu, 30 Mei 2010

Filosofi Jembatan

Beberapa waktu yang lalu, saya berbicara dengan Teman saya dalam doa dan
saya katakan kepadaNya,"Sobat, saya capek sekali dan tidak kuat menanggung
semua beban yang ada dipundak saya ini. Beban ini seolah bukan hanya ada
dipundak saya tetapi ada disekujur tubuh saya".

Teman ini dengan sangat bijaksana menjawab," dirimu adalah jembatan dan
jembatan memang menanggung banyak beban bukan hanya sebagian dirinya tapi
diseluruh dirinya dan dia harus terlentang atau tengkurap baru bisa
digunakan secara senpurna".

Jawaban Teman saya ini seraya menampar wajah saya dan menonjoki tubuh saya.

Saya tidak akan menyangka dengan jawaban Teman ini......

Memang benar jawaban Teman ini karena seolah seluruh tubuh saya capek
menanggung semua beban hiudp ini yang kadang sebagian besar bukan beban
diri saya sendiri tapi beban hidup orang lain, beban ini bukan hanya
menekan bahu saya namun kaki dan kepala saya yang membuat seolah saya
tidak kuat menanggung semua hal yang harus saya hadapi dalam hidup ini.

Sungguh dalam keadaan yang melelahkan dan capek masih boleh memperoleh
penghiburan dari Rekan yang setia menemani saya dan bahkan selalu tinggal
bersama saya..

Ternyata,
Rekan ini telah lebih dahulu mengalami diri sebagai jembatan yang
menghubungkan Allah dan manusia dan nama rekan saya ini adalah Yesus.

Yesus adalah sungguh jembatan yang paling kuat sekaligus jembatan yang
dilalui banyak kendaraan dengan beban yang diluar kemampuan manusia biasa.

Ia harus memanggul salib dengan beban seberat semesta ini dan Ia harus
kuat telentang disana dengan hanya berpegangan pada Allah dan kakinya
mencengkeran dunia sebagai beban terbesar yang harus ditanggungnya bukan
hanya dengan pundakNya tapi dengan seluruh tubuhNya yang terus berlalu
lalang berjalan diatas tubuhNya..

Belajar dari jawaban Rekan yang telah dahulu menanggung beban ini bahkan
beban yang sangat berat, saya jadi malu dan tidak bisa berkata apa-apa
kecuali diam dan meneladani apa yang telah dialami dan dilaukanNya dengan
menjadi jembatan dalam seluruh perjalanan hidupNya.

Maka ketika diri mengalami rasa capek, sakit, berat dan putus asa karena
banyaknya kesultian dan beban hidup, saya harus mengarahkan pandangan
kepada Yesus dan belajar padaNya akan kesetiaan menanggung beban di
seluruh tubuhNya.

Memang menjadi jembatan seperti Yesus ini tidak enak, walaupun telah
melakukan banyak hal, bahkan mengorbankan banyak hal untuk kebaikan tetapi
masih dicemooh, diludahi dan diteriaki macam-macam serta harus menanggun
beban mereka yang terus "meneriaki" dengan banyak kata dan tindakan yang
semakin memperberat beban hidup jembatan ini.

Sungguh panggilah hidup menjadi jembatan ini tidak mudah dan tidak banyak
yang bersedia karena harus terus menanggung banyak beban dan bahkan harus
melupakan dirinya sendiri untuk menjadi jalan bagi orang lain untuk
menemukan kebaikannya dan setelah itu jembatan dilupakan.

Namun panggilan ini adalah panggilan yang paling istimewa seperti
panggilan sebagai "toilet" yang pernah saya tulsikan beberapa waktu yang
lalu.

Semoga kita boleh selalu menghidupi panggilan sebagai jembatan ini dan
kuat setia sampai kapanpun karena kita belajar dari hidup Yesus sendiri
yang adalah Tuhan kehdiupan yang rela menjadi jembatani.

keistimewaan jembatan,
1. Terlentang atau tengkurap yang berguna sebagai penghubung dua daerah
yang terpisah.
2. Seluruh bagian dirinya dilalui bahkan yang melalui dengan beban yang
kadang diluar kapasitas.
3. hanya bertumpu pada dua titik yaitu kiri dan kanan.
4. dibawah "kadang" masih ada aliran air yang mengerogoti pondari
keberadaan jemabtan itu.
5. keberadaannya kadang tidak diperhatikan dan cenderung dilupakan kecuali
saat sedang dilalui.

Sungguh beban jembatan tidak mudah tapi ini harus ada dalam hidup dan
panggilan ini diembankan pada kita. Semoga kita adalah jemabtan modern
saat ini yang boleh menghantar orang pada keberhasilan, kegembiraan dan
kesuksesan terisitmewa menghantar manusia menemukan Allah sumber kehidupan
ini.

Salam dalam cinta membangun dunia dengan menjadi jembatan di dunia ini.
petrusp.


Rabu, 26 Mei 2010

Berbanggalah Memiliki...

Sesungguhnya memiliki teman yang kaya itu mudah tetapi mencari teman yang
baik tidak semudah mencari teman yang kaya karena teman yang baik bisa
dijadikan sumber kekuatan dikala hidup mengalami kegoncangan dan penuntun
ketika hidup tidak memiliki arah untuk melangkah.

Teman yang baik bisa dipastikan kaya tapi teman yang kaya belum tentu baik.

Beberapa waktu yang lalu, saya menerima telp dari seorang anak yang sedang
mengalamai kesulitan dalam hidupnya dan ia merasa tidak ada jalan lain
untuk mengatasi kesulitannya dan maka ia memberanikan diri menelepon saya
untuk ikut menyelesaikan kesulitan yang dihadapi ini, saya tidak bisa
bilang tidak karena akan membuat anak ini "donw" dan saya hanya bilang
baik dan saya akan membantu apa yang menjadi kesulitannya.

Saya memang tidak sedekat dengan anak ini karena disamping umur yang
berbeda jauh dan intensitas bertemupun sangat jarang sekali.

Suatu kesempatan saya bertemu dengan anak ini dan anak ini sedang main
dengan teman-temannya dan sungguh diluar dugaan, teman dari anak ini
adalah orang-orang "tajir" dengan kendaraan berkelas dan harga kendarannya
kemungkinan besar diatas setengah milyar rupiah...

Lalu anak itu bilang dengan saya," der temanku semua anak kongklomerat dan
hanya saya yang konmelarat, mereka semua tajir dan hanya saya yang gak
punya".

Jawab saya,"berteman dengan orang kaya itu baik tapi alangkah lebih baik
ketika berteman dengan orang baik".

lalu saya tanya," apakah teman-temanmu tahu ketika engkau mengalami
musibah waktu itu???".

Jawab anak itu,"tahu".

Tambah saya," apa yang mereka lakukan ketika melihat kejadian itu???".

Jawan anak itu,"mereka diam saja dan saya malu meminta bantuan mereka".

Jawab saya,"Jika mereka baik, engkau tidak harus minta bantuan dan mereka
tahu apa yang harus dilakukan karena teman yang baik selalu memberikan
bagian hati dan perhatian untuk temannya tanpa harus diminta jika ia
mengerti temannya mengalami kesulitan".

Tambah saya," maka jangan pernah bangga memiliki teman kaya raya, TAPI
berbanggalah ketika engkau memiliki teman baik".

Anak itu hanya diam sambil mendengarkan apa yang saya katakan.

Lalu saya menambahkan,"saya memiliki banyak teman baik dalam hidup ini dan
masalah mereka kaya itu ada dibelakangnya yang penting mereka baik dahulu
karena dari kebaikan mereka akan ada kekayaan yang tidak akan pernah bisa
kita pahami".

Sambung saya,"jadi sekali lagi jangan bangga memiliki teman kaya tapi
berbanggalah karena hidup memiliki teman baik dan lebih berbanggalah lagi
JIKA DIRIMU BISA MENJADI TEMAN BAIK BAGI SEMUA ORANG TERMASUK TEMAN BAIK
BAGI TEMAN-TEMANMU YANG TAJIR DAN KAYA RAYA ITU".

Inilah sedikti apa yang saya katakan kepada teman saya yang mengatakan
kalau dia memiliki banyak teman yang kaya raya dan hebat dalam keduniawian
ini.

Sobat.
Saya beruntung dalam hidup ini karena Allah memperkenankan saya memiliki
banyak sekali teman baik termasuk Anda yang bersedia membaca tulisan ini.

Kebaikan pertama adalah Anda mau mengenal saya dan mau menerima saya dalam
kehidupan ini sebagai teman tanpa memandang siapa saya dan latar belakang
hidup saya dan bahkan keberadaan saya yang mungkin dipandang banyak orang
sebagai "sampah".

Saya bangga dalam kehiupan ini karena kebaikan Anda mau menjadi teman saya
bahkan sahabat saya yang baik sehingga saya juga selalu berusaha hidup
menjadi orang baik dalam kehidupan ini dengan menjadi teman dan sahabat
bagi banyak orang yang mengalami banyak ketidak berdayaan pada hidup ini
dan bahkan kadang kebaikan saya dipandang berlebihan dan malah sering
dimanfaatkan oleh orang lain.

Tapi ini bukan masalah karena selama hidup masih bisa berbaut baik dan
walaupun dimanfaatkan akan tetap merupakan berkat tersendiri karena boleh
dimanfaatkan sehingga hidup sungguh memiliki manfaat.

apa artinya jika kita sudah tidak bisa dimanfaatkan???

Kita tidak akan pernah menjadi baik dalam kehidupan ini, apalagi memang
dunia saat ini membutuhkan orang-orang yang bisa dimanfaatkan untuk
membangun dunia yang telah kehilangan pondasi kerendahan hati dan
kesediaan untuk dimanfaatkan seperti Yesus sendiri.

Yesus adalah model sahabat yang baik, Ia selalu dimanfaatkan dalam
hidupNya bahkan Ia menyediakan diri untuk dimanfaatkan oleh orang lain dan
kehidupan ini, Ia hadir sebagai teman yang pertama-tama datang bukan
sebagai orang kaya yaitu Putra Bapa yang kaya raya tetapi Putra Allah yang
baik dan penuh kebaikan yang bisa dimanfaatkan.

Jadi selalu akan memiliki kebanggaan jika hidup bisa berteman dengan orang
seperti Yesus dan akhirnya hidup meneladani Dia yang baik dalam kehidupan
ini dengan menjadi baik sama seperti Dia.

"Akulah gembala yang baik karena gembala yang baik mengenal domba-dombanya
dan Ia merelakan dirinya dikorbankan untuk domba-dombanya".

"Aku tidak lagi menyebut kamu hamba karena hamba......, tetapi aku menebut
kamu sahabat....".

Semoga kita boleh menjadi teman atau sahabat yang baik dalam kehidupan ini.
Salam dalam cinta untuk membangun dunia baru menjadi sahabat yang baik
dalam kehidupan ini.
petrusp,

Selasa, 25 Mei 2010

Malam Kegembiraan

Beberapa malam yang lalu tepatnya malam minggu menyambut hari pentakosta,
kami bersama beberapa mudika melakukan kegiatan pembagian sembako tengah
malam kepada para pekerja kebersihan jalan, pemulung tengan malam dan
orang-orang tuna wisma yang tidur dipingir-pingir jalan.

Malam itu semua terasa indah karena ada senyum yang mengembang
diwajah-wajah mereka yang kami sapa dengan pembagian bingkisan sederhana.

Roh kudus sungguh dicurahkan dan kegembiraan menjadi nyata karena adanya
keperpihakan, keperpihakan untuk mengejawantahkan satu bahasa yaitu bahasa
cinta kasih dan sapaan sebagai saudara.

Roh kudus yang tercurah telah mempersatukan kami dengan satu bahasa yaitu
bahasa persaudaraan dalam cinta dalam perhatian sebagai anak-anak
kebenaran.

Malam itu menjadi malam pentakosta yang sempurna karena bukan hanya
perayaan liturgi dan seremonial tapi pesta nyata akan kegembiraan karena
telah mengalami pencurahan Roh Kudus yang mempersatukan dan membahagiakan.

Ada banyak senyum, ada banyak tawa dan ada banyak keterkejutan karena
sapaan dan perhatian dari cinta yang walaupun hanya sederhana.

Ada Ibu-ibu yang memberi kami "Kiss-bye", ada bapak-bapak yang membungkuk
berkali-kali dengan ucapan terima kasih, ada anak yang terbengong-bengong
dan langsung membuka bingkisan dan makan kue dan minum susu yang dibagikan
dan ada banyak ekpresi lain yang muncul dari sebagai reaksi dari aksi yang
kami lakukan..

Malam itu, saya yakin malaikat dan para suci turut berbahagia karena Roh
Kudus yang dicurahkan Allah sungguhg memiliki makna yang nyata serta
membahagiakan.

Inilah malam sejuta bintang karena kegembiraan yang sangat mengharukan

Ini hanya kegiatan kecil tapi memiliki makna yang besar bagi mereka yang
tidak beruntung dalam kehidupan ini.

Selamat merasakan keindahan Pentakosta dengan pencurahan Roh Kudus
sehingga hidup selalu dipenuhi kegembiraan dan cinta.

Salam dalam cinta mewartakan hari Pentakosta dalam kegembiraan malam yang
penuh bintang.
Salam membangun dunia baru dengan cinta dan perhatian.
petrusp.