Kamis, 30 Oktober 2008

Domus Karitatis 5

"Saat-saat terakhir selalu mendebarkan dalam setiap pertandingan karena kadang kejutan terjadi pada saat itu".
Maka jangan pernah lengah dalam hidup ini terutama saat-saat terakhir dalam setiap pergulatan hidup ini.
Malam itu ketika pintu klinik sudah kami mulai tutup karena jam sudah malam dan pasien yang antri masih banyak sehingga kami menolek pasien baru, ada keluarga yang datang menggendong anaknya dengan mengatakan kalau anaknya panas.
Antara kasihan dan ketegasan kami katakan kalau klinik sudah tutup tidak menerima pasien tetapi yang sakit adalah anak kecil maka kami memberikan kesempatan pasien ini untuk mendaftar dan sungguh mengejutkan karena kondisi anak ini sangat memprihatinkan.

Anak ini usia empat bulan dan kulitnya mengelupas seperti setelah tersiram air panas dan hal ini dikarenakan anak ini mengalami busung lapar.
Keputusan menerima anak ini untuk mendapatkan perawatan adalah keputusan yang tepat karena memang anak ini sangat membutuhkan perawatan.
Setelah diperiksa dokter, dokter menanyakan beberapa hal pada orang tua pasien ini sampai anak mengalami busung lapar dan keadaan yang demikian parah.
Orang tua menceritakan permulaan kejadian busung lapar ini dari pemberian susu lima kali sehari dengan jumlah setiap pemebrian hanya dua sendok karena tidak mampu beli susu dan juga banyak cerita lain karena ketidak berdayaan pada keadaan, orang tua juga menceritakan kalau anak ini dua minggu yang lalu dibawa pulang dari rumah sakit karena tidak memiliki biaya lagi.
Lalu kami membawa anak ini kembali ke rumah sakit dan ternyata pihak rumah sakit masih mengenali anak ini dan mengatakan kalau orang tua membawa pulang anak karena tidak memiliki biaya dan pihak rumah sakit malah menanyakan siapa yang akan membiaya anak ini kalau di rawat lagi.
Kami mengatakan kalau klinik kami yang akan membiayai.
Yang membuat saya rada marah adalah, "kok Rumah sakit memperbolehkan anak ini pulang karena alasan biaya sedangkan anak busung lapar memiliki jatah perawatan dari pemerintah?".

Setelah berjam-jam mengurusi anak ini sampai mendapatkan kamar, saya dengan bendahara klinik pulang dan meninggalkan uang untuk keperluan kalau ada obat yang perlu di tebus kepada orang tua anak ini. Legalah sudah hati ini karena boleh membawa anak ini kembali ke rumah sakit.

Malam berikutnya saya bersama dokter klinik kembali mengunjungi anak ini dan menanyakan keadaan anak pada perawat, syukur kepada Allah dokter kami ini lulusan udayana sehingga kenal dengan perawat karena waktu koas memang di rumah sakit ini, menurut perawat keadaan anak sudah sangat parah dan albumen anak hanya 0,9. Saya tidak tahu apa arti albumen ini katanya sih protein dalam tubuh. Kadar protein yang demikian rendah sehingga akan dimasukkan albumen dalam tubuh anak ini dan saya mengatakan setuju saja.

Setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit, Allah berbicara lain. Anak ini meningggal pada jam 04.00 dini hari. Saya yang tidak paham benar dengan keadaan Rumah sakit Sanglah akhirnya menelepon salah satu dokter residen di rumah sakit itu supaya mengantar saya untuk menemani saya mengnurus adminitrasi anak yang meninggal ini supaya bisa dibawa pulang dan syukur kepada Allah semua bisa berjalan lancar hingga anak dapat dibawa pulang ke kampung halaman oleh keluarga anak ini.

Semua berjalan dengan baik walaupun memang ada pemasalahan yang terjadi dan semua saya kembalikan kepada Allah sebagai pemilik dari semua rencana kehidupan ini.
Yang masih terus menjadi pemikiran saya adalah sikap Rumah sakit dalam menyikapi anak yang mengalami busung lapar.
Kok Rumah sakit tega membiarkan anak ini dibawa pulang paksa oleh orang tuanya karena ketiadaan biaya?.
Apakah Rumah sakit tidak bisa menyarankan jalan lain agar anak ini tetap bisa dirawat di Rumah sakit sedangkan anak busung lapar memang memiliki jatah dalam perawatanya.
Orang miskin memiliki jatah parawatan Rumah sakit terutama yang busung lapar.
Pihak Rumah sakit yang seolah lepas tangan membuat hati saya bergetar tidak karuan tetapi juga tidak berdaya karena tidak tahu prosesnya apalagi baru sekali menangani busung lapar di pulau nan indah bernama pulau dewata ini.
Keadaaan memang luar biasa berbeda.
Kalau pejabat pemerintah berbicara tetang penanganan orang kecil selalu memberikan kesejukan dengan angin segar yang seolah datang dari surga tetapi kenyataanya keadaan jauh berbeda dimana orang miskin tetap dibuat kepanasan untuk keadaan yang demikian ini.
Antara kebijakan dan praktiknya memang berbeda bahkan jauh berbeda.
Yang satu bicara ke jurusan kute nan indah mempesona, yang satunya lagi harus mengalami perjalanan satu ke jurusan karang asem yang panas penuh bukit gundul.
Inilah realita kehidupan orang kecil yang selalu menjdi korban kebijakan.
Saya tidak menyalahkan Rumah sakit karena memang mereka menuntuk balasan dari pelayanan yang dilakukan tetapi tidak bisakan pihak Rimah sakit memeberikan solusi dari permasalahan mereka ayng mengalami kesulitan terutama keluarga yang memiliki anak busung lapar ini sehingga anak tidak herus "mati konyol" karena tidak memiliki biaya untuk pengobatan.
Apalagi kalau lihat iklan "pnpm" mandiri yang selalu ditayangkan ditelevisi dimana ada program untuk anak busung lapar, hati saya menjadi lebih sedih karena ada anak busung lapar yang harus meninggal didepan mata saya.
Kami terlambat membantu karena keluarga ini baru ke klinik setelah anak ini panas dan tidak bisa berobat d rumah sakit.
Memang rumah anak inipun jauh dari klinik karena berasal dari Benoa sedangkan klinik di Denpasar.
Namun syukur kepada Allah kami boleh tetap memberikan pelayanan bahkan membawa anak ke rumah sakit sampai anak meninggal.
Andaikan malam itu kami menolak anak ini untuk berobat karena pasien sudah banyak dan klinik sudah tutup tentu penderitaan anak ini akan menjadi lebih parah, Syukurlah dalam saat-saat terahkir kami masih boleh berbagi cinta kepada anak ini.
Inilah saat Tuhan bekerja.
Saat dimana waktu menjadi sangat berarti dan saat yang kadang tidak diperhitungkan namun menjadi saat yang paling menentukan.
Maka janganlah menyelepekan saat-saat sekarang ini untuk mereka yang ada disekitar terutama untuk orang terdekat yang kita cintai.
Saat-saat demikikian tidak dapat kembali lagi kalau sudah lewat dan yang ada hanyalah penyesalan kalau telah terjadi.
Maka mulai memberikan hati pada mereka sebelum terlambat terutama pada masa sekarang adalah waktu yang paling efeftif dalam mewujudkan cinta.
Kami tentu akan kehilangan momen yang berharga yaitu tinggal bersama anak yang busung lapar ini andaikan kami menolak pada saat akan berobat di klinik ini dan karena Allah memperkenankan hati kami terbuka pada anak ini sehingga kami boleh merasakan kebersamaan ini.
Saat -saat yang indah dan istimewa boleh menjadi rekan terakhir anak ini di dunia apalagi kami boleh tetap berbagi cinta.
Sungguh menjadi saat berharga bersama Allah dalam cinta dan pelayanan.
Maka sekali lagi jangan membuang kesempatan untuk menggunakan waktu saat ini untuk menyapa semakin banyak orang dalam kehidupan ini karena kita tidak tahu kapan akan berakhir.
Mungkin saat itu adalah setelah Anda membaca tulisan ini atau besok atau lusa,
Kita tidak tahu saat-saat akhir ini maka lebih baik melakukan sekarang daripada besok atau tidak melakukan.
Semoga kita bisa mempunyai momen indah dalam saat-saat hidup sekarang ini tanpa menundanya karena banyak alasan.
Allah sudah menunggu disana untuk berbagi cinta pada kita saat ini, maka datanglah segera.
"Aku menunggumu dalam kehangatan kerahiman hatiKu, datangalah saat ini karena waktuKu tidak lama lagi".
Jangan buang kesempatan, bergegasalah mendatangi Allah dan bagikan cinta pada sesama.
salam dalam kebersamaan melakukan kebaikan saat ini karena kita tidak tahu saat-saat akhir akan tiba.
petrusp.
Doaku untuk seorang anak bernama samuel yang meninggal karena busunglapar beberapa hari yang lalu.

Senin, 27 Oktober 2008

Aku Percaya

Selamat Siang Sobat.
Semoga belas kasih Allah menyertai hidup dan usaha Anda.
Saya percaya semua yang terjadi dalam hidup kita adalah baik karena kasih Allah akan memberikan "kemudahan" dalam segala hal.
Tadi malam sewaktu saya selesai berdoa Rosario jam 00.24, teman saya menelepon saya.
Saya yang sudah hampir tidur menerima telepon itu dan rekan itu mengatakan,"Be, udah tidur?".
Jawab saya," Belum, aku baru mau tidur setelahs elesai doa Rosario".
Sambung rekan itu," Be, dalam doa Rosario selalu dimulai dengan kata Aku Percaya, sungguh dalam kata Aku Percaya inilah orang boleh memasuki terang Allah dan dalam terang itu Allah sanggup melakukan segalanya".
Jawab saya," Benar, dan akupun percaya dengan hal itu".
Mulailah kami mensharingkan apa yang terjadi dalam perjalanan pelayanan hidup ini mulai dari pembangunan "gubuk-gubuk" sederhana bagi mereka yang miskin sampai dari kejadian hari kemarin dimana salah satu orang yang kami masaukkan ke rumah sakit meninggal karena penyakit busung laparnya.
Saya katakan," dalam kepercayaan kepada Allah, Allah menjadikan semua menjadi sangat hebat.
Anak yang busung lapar meningggal setelah tiga hari dirawat di Rumah Sakit dan andaikan tidak meningal maka akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyembuhkannya apalagi ada penyakit lain yang juga cukup parah dalam diri anak itu".
Sambung saya," waktu yang lama akan menjadi masalah baru bagi keluarganya yang miskin dan mungkin juga keberadaan keuangan, tapi dalam kepercayaan kepada Allah, Allah menjadikan semua berjalan dengan baik dan dalam kepercayaan itu kita boleh melakukan yang terbaik bagi anak itu hingga meninggalnya".
"Sungguh dalam kepercayaan kepada Allah semua akan diberikan jalan kebaikan".
Lalu saya menceritakan pada rekan itu akan misteri "Aku Percaya ini" untuk meneguhkan perjalanan kehidupannya.
Beberapa waktu yang lalu setelah pemakaman Simbok sebelum saya dan saudara-saudara kembali ke tempat masing-masing, bapak mengumpulkan kami dan memnceritakan sebuah kejadian sederhana yang pernah ia alami dengan simbok.
Bapak bercerita kalau walaupun dalam hidupnya penuh dengan wanita-wanita lain dan ia tidak setia dalam perkawainan hingga simbok pernah pulang ke rumah kakak nenek saya, namun kesetiaan simbok sangat laur biasa sampai simbok meninggal.
Simbok pernah pulang ke rumah orang tuanya karena masalah keluarga hingga ada kabar kalau bapak dipecat dari pekerjaannya dan Lurah serta atasan bapak datang ke rumah orang tua simbok saya.
Lurah dan atasan bapak mengatakan," Mbakyu tidak usah kembali ke rumah mas,......(menyebut naam bapak saya) karena mas .... sudah tidak memiliki pekerjaan lagi dan sudah tidak memiliki gaji sehingga hidup Mbakyu akan lebih sengsara lagi".
Simbok saya tidak menjawab dengan kalimat dari Lurah dan atasan bapak itu.
Namu setelah lurah dan atasan bapak itu pulang, kakek saya mengatakan kepada simbok saya," masalah pulang atau tidak ke rumah suamimu itu urusanmu sendiri, tetapi kalau kamu tidak pulang karena suamimu sudah tidak memiliki pekerjaan dan tidak memiliki gaji dari pemerintah itu salah. Yang memberi hidup dan makan kita ini bukan pemerintah tetapi Pangeran maka percayalah kepada Pangeran yang memberi hidup ini. saat seperti saat inilah suamimu lebih membutuhkan kehadiranmu".
(Pangeran adalah sebutan untuk Allah bagi orang Jawa).
Setelah mendegar kalimat kakek itu, Simbok pulang kembali ke rumah bapak saya dan setia sampai beliau menghemburkan nafas terakhir beberapa minggu yang lalu.
"Kepercayaan dan Kesetiaan kepada Pangeran inilah yang mendasari simbok kembali menjadi isteri bapak saya dan boleh melahirkan anak-anaknya ke dunia ini".
memang setelah Simbok pulang "penyakit" bapak saya dalam ketidaksetiaan dalam perkawinan terjadi lagi tetapi simbok tetap berada disisi bapak sampai meninggalnya, bahkan simbok yang mencukupi kebutuhan bapak pada masa tuanya tanpa memandang apa yang terjadi pada masa yang lalu.
kesetiaanya sebagai isteri tidak diragukan lagi baik bahkan bapak mengatakan kalimat,"kalau bukan simbok kalian mungkin aku sudah ditinggalkanya dan perkawinan tidak sampai pada saat ini, maka saya harap kalian seperti simbokmu yang tatap setiap sampai meninggal baik setia kepada Allah dan kepadaku".
Sambung bapak,"Simbokmulah yang mengajarkan aku berdoa Rosario karena simbokmu selalu berdoa Rosario setiap jam duabelas malam bahkan setiap hari sewaktu jalan pergi ke pasar dan pulang dari pasar. Simbokmu pula yang setiap Sabtu sore pasti ke pergi ke Gereja walaupun hujan lebat karena gereja menjadi rumahnya ayng kedua setelah rumah ini".
Cerita kepercayaan Simbok dari bapak ini sungguh menjadikan saya bersyukur kepada Allah boleh memiliki Simbok yang demikian hebat dan "kehebatan" hati simbok ini nampak juga dari pelayat yang datang sewaktu beliau akan dimakamkan.
Ribuan orang datang mengiringi kepergian simbok ke temapt peristirahatan yang terakhir.
Semua orang melihat jenasah beliau dan banyak yang tidak percaya dengan keberadaan jenasah beliua yang "hancur" ditabrak motor ini namun nampak cantik seeprti sedang tidur saja.
Saya menjadi lebih percaya akan penyelengaraan Allah bahwa yang dimata manusia Rusak karena hancur tetapi menjadi elok ketika akan datang kepada Allah.
Dalam kepercayaan inilah semua diubah termasuk pandangan mansuia.
Kehancuran akan menjadi keelokan jika Allah menghendaki dan kepercayaan ada disana.
Maka dalam kalimat "Aku Percaya" ini tergantung keyakinan kalau hidup ini adalah dalam penyelenggaraan Allah dan dalam kalimat ini ada sebuah jembatan antara Surga dan Dunia yang nampak dalam kehidupan sehari-hari.
Kepercayaan ini menjadikan orang boleh tetap mengalami kebersamaan dengan Allah dan hidup simbok sayapun dipenuhi dengan kepercayaan ini karena beliau sampai meninggalnyapun masih setia mendaraskan doa Rosario sebagai senjata dalam hidupnya untuk meneguhkan kepercayaananya kapada Allah.
Saya mengatakan sampai akhir hidup beliau karena sebelum beliau meninggal dalam komanya saya memegangi tangan beliau dan saya bisikkan ," Mbok, Gusti wis rawuh monggo simbok nyawisaken manah kangge nyrantos rawuh Dalem Gusti kaliyan ndedongo Rosario".
(Mbok, Tuhan sudah datang mari simbok menyiapkan hati untuk menanti Tuhan dengan berdoa Rosario).
Saya juga menelepon rumah supaya semua yang di rumah berdoa Rosario dan bapak yang memimpin doa Rosario.
Selesai berdoa rosario nafas simbok tersengal beberapa kali dan hilang, sampai saya memanggil perawat dan perawat bersama dokter jaga mengusahakan penanganan yang terbaik hingga simbok benar benar meninggal.
Jam 23.55 simbok dinyatakan meninggal oleh dokter dan waktu ini adalah waktu dimana beliau selalu melakukan doa Rosario.
Dalam doa Rosario yang dimulai dengan kalimat,"Aku Percaya kepada Allah" beliau boleh datang kepada Allah dalam kepercayaannya disamping setelah menerima sakramen perminyakan pada sore sebelum beliau meninggal.
Sungguh dalam kepercayaan doa rosario ada kepenuhan janji Allah karena Allah tidak akan membiarkan anak-anaknya berjalan dalam kesendirian pada malam-malam gelap akhir kehidupan ini.
Indahnya akhir kehidupan mereka yang mau setia setiap hari dengan mendarasakan doa Rosario dalam kepercayaan kepada Allah.
"Aku Percaya kepada Allah" adalah kalimat awal doa Rosario dan dalam kepercayaan ini ada keistimewaan hidup bagi yang mau melakukannya.
Dalam "Aku Percaya" ini pula kemudahan-kemudahan akan selalu diberikan karena dalam kepercayaan orang akan melihat cahaya Allah dalam setiap kesempatan.
Masa-masa kegelapan dalam hidup pasti akan dialami oleh semua orang tetapi dalam kalimat Aku Percaya kepada Allah terang akan diberikan.
Percayalah dahulu kepada Allah maka semua akan diberikan sesaui dengan kebutuhan yang diperlukan.
Semoga kita semakin rajin berdoa Rosario dalam keseharian dan menanamkan kepercayana kepada Allah sehingga seluruh perjalanan hidup kita menjadi perjalanan Allah sendiri.
Percayalan kepada Allah karena Ia adalah sumber penghidupan ini.
"Bukan Pemerintah yang akan memberi hidup tetapi Pangeran yang akan mencukupi hidupmu, Percayalah kepada Pangeran".
Salam dalam cinta untuk menanamkan kepercayaan kepada Allah dalam membangun dunia baru.
petrusp.
Tulisan ini untuk mengenang meninggalnya simbok pada tangan 04-10-2008.

Sabtu, 27 September 2008

Pesta St. Vincentius

Siapakah St Vincent de Paul ini sehingga Gereja merayakan pestanya?
Tentu ada alasan khusus yang istimewa sehinga pribadi ini layak dirayakan pestanya dan "mungkin" dari Anda tahu alasan pestanya diperingati dan Anda mengerti kiprah hidup orang suci ini.
Saya sebagai salah satu "pengikut" semangat Beliau, sedikit mengerti sejarah hidup Beliau,
Sekali lagi hanya sedikit yang saya ketahui.
Namun yang utama "nyantol" di benak saya adalah akan satu hal yaitu daya pikat yang diwariskan pada kehidupan ini.
"Daya pikat utama yang diwariskan pada dunia dan menjadi kekayaan setiap pengikutnya adalah cintanya yang tulus untuk mengangkat martabat manusia menjadi pribadi yang berharga sehingga layak diperhitungkan dalam kehidupan ini.
Setiap orang adalah berharga termasuk mereka yang terkecil di dunia ini dan mereka tidak dianggap keberadannya".
St Vincent sangat "memahami" dan "merasakan" sungguh apa yang dialami oleh mereka yang "dikucilkan" oleh dunia karena keberadaannya yang tidak diperhitungkan.
Ketika melihat bayi-bayi yang terbuang, St Vincent merasakan kesedihan tangisan bayi-bayi itu sehingga ia menggendong bayi-bayi itu di tangannya dan membawanya pulang di tempat tinggalnya dan meminta rekan-rekannya yang tergabung dalan ibu-ibu cinta kasih mengasuh keberadaan bayi-bayi itu dan setiap pagi beliau berjalan untuk menemukan setiap bayi yang terbuang.
Tangisan penderitaan bayi-bayi itu sungguh membuat hati beliau tersentuh sehingga beliau melakukan apa yang terbaik bagi bayi-bayi itu.
Ketika melihat orang miskin, St Vincent merasakan sungguh penderitaan dan kelaparan orang-orang miskin itu sehingga beliau mengurangi makanannya dan berusaha memperhatikan mereka dengan meminta para suster PK melayani mereka yang miskin itu, dari keperpihakan kepada yang msikin itu hadir pribadi istimewa lain bernama Margareth Nesau yang tidak mampu baca tulis tetapi setiap hari bersedia menggendong sup di pundaknya untuk dibagikan kepada mereka yang miskin kekuarangan makan.
Ketika melihat para Imam tidak lagi hidup dalam "keimamannya", St Vincent merintis pertemuan setiap hari selasa untuk memberikan "pelajaran" kepada mereka sehingga dihasilkan imam-imam yang sungguh menghidupi "keimamanya" dan dari sana terbentuklah para imam Congregasi Misi yang menjadi tulang punggung pelayanan Cinta kasih kepada mereka yang kecil tersisihkan terutama daerah-daerah yang ditinggalkan imam sehingga pelayanan rohani umat teraabaikan.
Sungguh pandangan mata hati St Vincent sangat tajam sehingga menembus setiap lapisan kehidupan terutama yang berkaitan dengan "penderitaan" dan "ketidakadilan"
Cintanya yag besar dan tulus untuk mereka yang menderita menjadikan seluruh hidupnya adalah cerminan kehadiran Allah sendiri.
Semua yang dilakukannya diwariskan kepada kita terutama yang mau hidup seperti beliau dalam pelayanana kepada orang kecil.
St Vincent dalam melakukan cintanya tidak pernah terlepas dari penyelenggaraan Allah dan pertolongan Bunda Maria.
Beliau paham sungguh akan campur tangan Allah, sehingga setiap apa yang dipikirkan dan diprogramkan selalu dipersembahkan kepada Allah melalui Bunda Maria sehingga Allah sendiri yang bekerja dan Beliau hanya menjalankan apa yang dikehendaki Allah.
Kecintaannya kepada orang miskin dan kecil Beliau kukuhkan dalam Perlindungan Bunda Maria sehingga apa yang dilakukan dalam serikat-serikat yang dibentuk dipersembahkan di bawah Kaki Bunda Maria.
Sehingga setiap pengikutnya wajib pula mencintai Bunda Maria sebagai teladan kesetiaan kepada Allah.
"Hendaklah setiap dari Anda berdoa rosario setiap haris ebagai bakti dan cinta kepada Bunda Maria".
Pemikian yang beliau lakukan sungguh merupakan pikiran yang bersumber dari Allah sendiri sehingga setiap pemikiran beliau yang bersih, jujur dan penuh cinta menjadi daya pikat yang luar biasa menarik banyak orang untuk mau terlibat dengan apa yang Beliau dipikirkan dan diprogramkan.
Jalan pencapaian pemikiran memang tidak mudah tetapi Beliau selalu memiliki keyakinan yang kuat sehinnga jalan selalu dibukakan.
Pemikiran Beliua yang luar biasa hebat berkaitan dengan pelayanan orang kecil yang memberikan efek semangat luar biasa bagi pengikutnya adalah kurang lebih seperti berikut,"Orang kecil memiliki rejekinya sendiri-sendiri dan hanya dibutuhkan orang yang mampu mengkoordinasi"
Dari kalimat yang Beliau katakan ini jelas bahwa tak perlu ada kekawatiran ketika orang mau melayani orang kecil, karena mereka selalu memiliki jalan dan jalan itu adalah Allah sendiri.
Allah yang akan menyediakan semua keperluan yang dibutuhkan dalam pelayanan sehingga setiap orang yang terpanggil dalam pelayanan ini hanya "cukup" mengkoordinasi apa yang diberikan Allah dalam pelayanan ini melalui orang lain yang mau terlibat.
Kalimat lain yang juga kuat menggema dalam hidup ini adalah," bukan besarnya karya yang kalian lakukan tetapi berapa banyak orang yang kalian libatkan dalam karya ini".
Kalimat ini adalah ajakan kalau karya pelayanan kepada orang kecil bukan melulu milik sendiri sehingga kebesaranya juga milik sendiri tetapi karya ayng besar adalah kaya bersama melibatkan orang lain didalamnya.
orang lain diharapkan diikutsertakan untuk ambil bagian sehingga keselamatan banyak orang akan semakin terjangkau.
Beliau sungguh memiliki pemikiran yang tajam pada kehidupan ini akan keyakinan pada Allah dan peran serta orang lain dalam pelayanan.
Tak dapat diragukan lagi bahwa bara api cinta pada pelayanan pada orang kecil yang beliau wartakan adalah sungguh mengena pada hati setiap orang terutama mereka yang mau memiliki keterlibatan.
Beliu jeli menangkap pesan kehidupan ini sehingga tahu sungguh celah mana yang dapat dipakai untuk mengajak semakin banyak orang terlibat dalam pelayanan orang kecil sehingga Beliau memberikan tempat yang istimewa pada orang kecil yang menjadi prioritas pelayanan.
Orang kecil adalah Tuan, Majikan, Guru bahkan sakramen sehingga tidak memberikan cinta kepada mereka berarti membuang kesempatan untuk mendekati Allah.
Orang "kecil" adalah Tuan, karena dalam diri mereka ada Kristus yang hadir,
Orang "kecil" adalah Majikan karena merekalah yang memiliki kerajaan surga,
Orang "kecil" adalah Guru karena merekalah yang sanggup mengajarkan apa hidup ini sebenarnya dan dalam diri mereka ada sejuta misteri yang sulit dipahami sehingga hanyan dengan tinggal bersama mereka akan memperoleh pengajaran yang istimewa dari hidup mereka.
Orang "kecil" adalah Sakramen karena mereka adalah tanda kehadiran Allah yang nyata terutama seperti kehadiran Kristus sendiri dalam kandang domba sebagai bayi kecil yang lemah, miskin dan rapuh.
Sungguh dalam diri orang miskin ada sejuta kekautan dan sejuta kekayaan yang tidak bisa diperoleh kalau tidak bersedia tinggal bersama dengan mereka.
St Vincent sungguh menjadi manifestasi orang yang mau belajar dari kehidupan orang kecil dan mengambil intidari dari ekhidupan orang kecil.
Sungguh dalam diri santo ini ada hal yang tidak dapat diperoleh dari Santo yang lain sehingga St Vincent merupakan orang kudus yang istimewa dalam sejarah Gereja.
Dialah orang kudus yang menemukan wajah Allah "dibawah" yang tidak ditangkap oleh banyak orang.
Mistik kehidupan Beliau dalam ada dalam kemampuan menangkap wajah Allah yang ada dalam tatapan kepada mereka yang kecil, miskin dan terlupakan oleh dunia bahkan cenderung dimusuhi dan berusaha untuk dihapuskan.
"orang kecil akan selalu ada bersama kamu".
"dan barang siapa yang memperhatikan mereka yang terkecil ini, merekalah yang memiliki kerajaan surga," sabda Tuhan.
Sunguh dalam diri orang kecil ada kerajaan Surga ,
Dan hal ini yang ditangkap oleh mata St Vincent bukan hanya dengan mata inderanya tetapi dengan ketajaman mata hatinya.
Semoga apa yang telah St Vincent lakukan dalam kehidupan ini sungguh menjadikan cerminan hidup kita sehinnga kita bisa merasakan kerajaan surga seperti yang dirasakan beliau.
Salam dalam cinta dengan meneladani hidup St Vincent.
SELAMAT PESTA St. VINCENTIUS de PAUL.
27 September 2008
Semoga kekuatan hati Beliau dalam mencintai orang kecil ada dalam diri kita.
pesta st Vincent.
petrusp.

Jumat, 26 September 2008

Sapaan Akhir Pekan

Buatlah hidup dalam kegembiraan,
Jangan larut pada kesedihan karena kesedihan tidak mengubah sesuatu dan malah mematikan kekuatan-kekuatan dalam diri kita.
Tinggalkan kesedihan dan jadikan kesedihan sebagai batu loncatan menggapai kegembiraan.
Sore kemarin sewaktu saya pulang dari bepergian, ada Ibu dengan dua anak dan suaminya duduk diteras klinik sambil tertidur dan dua anaknya juga tertidur.
Kedua anak ini kurus sekali dan mereka berdua tertidur sangat pulas, satu dipangkuan ibunya dan satu dipangkuan bapaknya.
Saya kaget setengah hidup sewaktu melihat mereka "ndlosor' dilantai yang kotor di teras klinik kami.
Lalu saya bangunkan mereka dan saya tanyakan ada keperluan apa kok tidur di teras klinik kami.
Mereka langsung bangun dan ibu itu mengatakan," Ada perlu dengan bapak".
"ayo masuk rumah dulu", ajak saya pada mereka.
Setelah mempersilahkan mereka masuk, saya meninggalkan mereka di ruang tunggu klinik dan saya sendiri masuk ke ruang tengah untuk meletakan barang yang saya bawa.
Saya lalu menemui mereka dan saya tanyakan kembali apa keperluan mereka ingin bertemu dengan saya.
Ibu itu lalu menceritakan keperluanya yaitu memerlukan uang untuk "ngaben" pamannya yang meninggak kemarin di rumah sakit.
Pamanya ini harus diaben segera karena mati secara tidak wajar dan pamanya ini tidak boleh dibawa pulang ke rumah atau ke banjar.
Masyarakan banjar bersedia untuk secepatnya nagben tetapi dibutukan biaya dan semua biaya ditanggung oleh sanak saudara dari paman itu dan Ibu ini juga kebagian jatah untuk membantu proses ngaben dan setelah keliling kemana-mana untuk mencari pinjaman tidak ada yang meminjami maka ibu ini memberanikan diri menemui saya untuk pinjam uang karena sudah tidak ada jalan lain untuk pinjam uang ke orang laint ermasuk saudara-saodaranya.
Saya tidak tahu mengapa kok saya menjadi jalan terakhir dari permasalahan ibu ini.
Saya tidak bisa bicara banyak, setelah mendengarkan cerita yang diceritakan ibu itu.
Untung ada uang klinik yang saya pegang dan jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan ibu itu.
Lalu saya memberikan uang kepada ibu ini.
Setelah Ibu dan kelaurga itu pulang, Saya menceritakan kejadian ini pada bendahara kalau uang klinik yang saya pegang dengan uang yang ada pada saya, saya pinjamkan untuk dipakai menolong ibu yang kesulitan kana ibu ini tidak punya uang.
Bendahara menanyakan, kapan dikemablikan? apa pekerjaan orang yang pinjam uang ini? dan saya jawab kalau saya tidak tahu kapan dikembalikan dan yang pinjam uang adalah penganguran.
Bendaha klinik langsung menjawab,"penganguran kok dipinjami uang, dengan apa bisa bayar utang?".
Saya tersentak dengan jawaban ini dan saya jawab," kalai keluarga itu memiliki pekerjaan dan punya uang tentulah keluarga ini tidak pinjam uang".
"Ok, nanti aku yang akan ganti pinjaman keluarga ini kalau sudah memiliki uang", saya mengakhiri pembicaraan dengan bendahara kami.
Setelah kejadian ini saya termenung sendiri akan kejadian yang baru terjadi ini.
"kok bisa keluarga ini mencari saya dan rela duduk tertidur di emperan klinik untuk menunggu saya", pikir saya.
Tambah lagi,"mengapa sewaktu saya pergi kok gerbang tidak saya kunci sehingga Ibu itu dengan mudah masuk ke klinik dan menunggu saya disana dan dengan mudah saya meminjami uang setelah mendengarkan cerita Ibu ini".
Banyak pikiran terus memenuhi otak kecil ini.
"mungkin ketotolan yang sedang saya almai, saya tidak emikirkan akan apa yang akan terjadi terutama perhitungan setelah peminjaman uang itu, seperti yang dikatakan bendahara kami itu," pikir saya lagi.
Spontanitas ayng saya lakukan karena ada kesedihan yang dialami oleh kelaurga itu.
Sungguh semua diluar kemampuan nalar saya yang "cupet" ini.
Disisi lain, keberanian dan keyakinan keluarga ini untuk berharap kalau saya bisa membantu keperluanya, sungguh juga diluar kendali saya.
Memang pertama saya ragu untuk membantu kelaurga ini tetapi dari cerita tentang pamannya yang sendiri tidak menikah dan harus meninggal dengan sakit yang tidak wajar sehingga harus diaben dengan segera membuat saya ingat akan hidup saya sendiri yang juga demikian tanpa memiliki andalan apa-apa.
Saja juga hidup sendirian dan tidak tahu apa yang akan terjadi esok.
kesedihan menyusup disela-sela hati saya.
Yang pasti rumah ini telah menjadi rumah bagi mereka yang membutuhkan dan disana mereka memiliki pengharapan akan kebaikan dan kegembiraan hidup.
Syukur kepada Allah akan semua kebaikan yang diberikan pada rumah sederhana ini.
yang pasti keberanian keluarga ini unutk hadir ke dalam rumah kami karena penderitaan yang dialami.
penderiaaan ini bukan hanya penderitaan keluarga ini tetapi juga penderitaan semua orang yang boleh tinggal bersama dengan mereka di dunia ini.
Belarasa akan kebersamaan dan penderitaan menjadikan solidaritas akan cinta mucul dan keikutsertaan dan keterlibatan pada pengentasan penderitana semakin menjadi.
Hidup buka sendirian tetapi dalam kebersamaan maka segala yang terjadi kalau bisa juga diselesaikan secara bersama.
Semua ini pasti karena peran serta Allah dalan kehidupan ini.
Allah yang mengerakan dan Ia pula yang menjadilkan perjalanan hidup menjadi lebih baik.
Keperpihakan Allah pada mereka yang menderita masih tetap ada selama masih ada hati yang mau tersapa dan menjadi bagian dari penderitaan orang lain.
Sungguh hanya dalam kebersamaan dengan Allah kepekaan ini bisa terjadi dan terlaksanankan.
Saya sendiri mulai memiki kesadaran akan arti hidup ini yaitu.
Hidup hanya saat ini dan kelanjutanya saya tidak tahu
Maka hidup harus melakuakn apa yang terbaik saat ini tanpa menundanya sampai nanti.
Saat ini dengan melakukan kebaikan menjadikan seluruh hari bahkan seluruh hidup yang telah dijalani menjadi sangat membahagikan karena penuh dengan kebaikan.
Saat ini yang diketahui dan saat ini pula yang harus dilakukan untuk melakuakan sesuati yang terbaik.
Jika hidup menunda maka ini membuang kesempatan dan akan ada sesal jika tidak dilaksanakan.
Sungguh hanya saat inilah yang istimewa dalam hidup.
Semoga hidup kita selalu dapat melakukan kebaikan saat ini.
Maka dengan selalu ingat akan hal ini penolakan untuk melakukan cinta tidak akan dilakukan.
Usaha untuk mencipta kebaikan akan terus dilakukan.
Kegembiraan ada karena ada kesediaan,
kesedihan tercipta karena tidak ada kesediaan .
Semoga kita bisa meninggalkan kesedihan dan melakukan kebaikan untuk menciptakan kebaikan sehingga seluruh hidup dipenuhi kegembiaraan.
Salam dalam cinta membangun dunia baru dalam kebersaman mencitakan kebaikan.
petrusp.

Jumat, 19 September 2008

Rumah cinta kasih 4

Bukalah pintu hati bagi orang lain dan biarkan mereka keluar masuk memberikan warna dan bentuk pada hati kita.
Hati yang indah adalah hati yang telah menampung banyak penderitaan karena keberadaan orang lain,
Hati itu bukan hati yang utuh indah seperti yang digambarkan oleh anak-anak muda yang sedang jatuh cinta tetapi hati itu penuh dengan jahitan dan tambalan karena ulah setiap orang boleh mendapatkan bagian hati itu.
Hati Yesus sendiri telah menjadi hati yang copang-camping karena ulah kita yang membuat kedukaan hatiNya.
Buatlah hati ini seperti hati Yesus sendiri.
Kerelaan membiarkan orang lain singgah dan tinggal disanalah yang membentuk hati menjadi seperti hati Tuhan sendiri.
Orang-orang yang dapat menyerupai hati Tuhan tentulah mereka yang berani menyediakan hidupnya bagi orang lain tanpa sekat dan batas.
Semoga hati kita boleh menyerupai hatiNya.
Malam ini merupakan malam yang istimewa bagi saya dengan rekan-rekan dokter muda.
Sewaktu dokter-dokter muda ini sedang berkumpul di rumah kami untuk belajar membahas kasus-kasus yang mereka temui di Rumah Sakit didampingi satu dokter senior, Ada Ibu yang berlari-lari masuk rumah dan menanyakan apakah ada dokter yang jaga di klinik.
Saya spontan mengatakan,"Tidak, klinik sudah tutup dari jam 20.00 tadi".
Namun Ibu malah ngotot meminta pertolongan kalau ada anggota keluarganya yang sekarat.
Saya tanyakan ke dokter yang yang senior yang spesialis kulit," apakah bisa mengunjungi orang yang sekarat tersebut?".
Dokter mengatakan "Ok" dan berangkatlah kami berbondong-bondong menuju ke rumah ibu itu karena dokter-dokter muda juga ingin melihat keadaan orang yang sedang sekarat itu.
Sesampainya di rumah Ibu itu dokter senior meminta salah satu koas untuk memeriksa tekanan darah dan memeriksa mata dari orang itu sekalian dia sendiri memeriksa keadaan orang yang sekarat itu.
Selesai memeriksa tekanan darat orang sekarat itu saya tanyakan ke dokter koas itu," Gimana hasilnya?".
Jawab dokter koas,"nol".
Lalu dokter yang senior keluar ruangan dan memanggil kelaurga,
Dokter menerangkan keadaan orang yang sekarat itu," Bu badan anak ibu masih panas dan baru saja meninggal karena dari mata,....... banyak yang dijelaskan dan kesimpulanya kalau orang yang sekarat itu sudah meninggal".
Ibu itu langsug menangis dan kelaurga yang berkumpul menangis semuanya.
Lalu kami pun pamitan meninggalkan kelaurga itu.
Waktu kami datang ke rumah orang itu sekitar jam 23.49 menit.
Sungguh merupakan kejadian yang termasuk istimewa bagi saya dan klinik ini.
Bagamiana tidak ?
Sewaktu kami sedang berkumpul untuk belajar bersama, ternyata ada orang yang membutuhkan pertolongan pada akhir hidupnya dan kami boleh tinggal disana menemani.
Bahkan yang hadir bukan hanya satu dokter tetapi tujuh dokter.
Sebuah keajaiban Allah dimana biasanya dokter-dokter ini belajar bersama hari minggu ternyata hari minggu kemarin tidak belajar bersama karena saya pergi namun jadwal belajar diubah menjadi hari kamis dan hari ini dipakai oleh Allah untuk menyebarkan cinta bagi orang yang mengalami sakrat maut.
Saya menjadi yakin kalau hati mau terbuka dan siap memberikan pertolongan maka akan datang mereka yang membutuhkan pertolongan.
Banyak hal selalu terjadi dalam keadaan demikina ini.
Seperti beberapa waktu yang lalu ketika saya mengalami "kesendirian", saya menghubungi dua dokter muda untuk datang ke Klinik.
Alasan pertama yang saya katakan adalah urusan penting dan saya ingin berbicara kepada mereka.
dan sewaktu dokter itu datang, saya mengajak mereka main monopoli seperti anak-anak kecil karena sebenarnyaa tidak ada urusan penting.
Tetapi sewaktu kami baru akan memulai main monopoli,
Ada Ibu yang langsung masuk ke klinik dengan menggendong anaknya yang kejang dan darah keluar banyak sekali dari mulut anak itu.
Pertolongan pertama yang kami lakukan yaitu membuka mulut anak itu dan mengganjel mulutnya dengan kasa sehingga gigi tidak menggigit lidah anak itu.
setelah memerika anak itu dan keadaan anak sudah tenang tidak kejang lagi,
Dokter koas menyarankan ibu itu membawa anaknya ke Rumah sakit, Ternyata Ibu ini tidak mau karena hanya pemulung dan akhirnya kami yang mengantar ibu ini ke Rumah sakit dan anak ini harus dirawat inap dan saat ini anak itu telah menjadi baik dan sembuh dari sakitnya.
Allah memakai setiap kesempatan laur biasa mengagumkan.
Saya yang sedianya hanya ingin main monopoli dengan dokter koas, ternyata dipakai untuk membawa anak seorang pemulung pergi ke Rumah sakit.
Dan malam ini yang sebenarnya bukan jadwal untuk belajar bersama ternyata belajar bersama dan Allah memakai untuk menyaksikan orang yang mengalami sekarat dan meninggal dengan didampingi oleh tujuh dokter dengan satu orang pembawa alat tensi meter dengan kelaurga orang yang meninggal itu.
Allah selalu akan menggunakan siapapun yang bersedia membaka hati dan terlibat pada kehidupan orang lain.
dan Allah pula yang akan memelihara apa yang akan terjadi pada kemudian hari.
Memang hal ini melelahkan bahkan harus berani berkorban untuk mereka yang di kirim oleh Allah pada kehidupan ini.
Namun kegembiraan menjadi balasan yang langsung diberikan oleh Allah bagi mereka yang bersedia bekerja dalam kekuasaan cintaNya.
Dari kejadian yang demikian ini.
Setiap waktu Allah bekerja dalam hidup kita untuk menyapa mereka yang membutuhkan dan Allah menjadikan jalan keselamatan mereka yang dalam perlindunganNya.
Waktu hidup mejadi sangat berarti bagi kehidupan ini sehingga tidak ada kesia-siaan dalam kehidupan ini.
Bercermin dari Allah sendiri yang selalu siap dan ada untuk setiap dari kita,
Maka kitapun diharapkan selalu ada dan siap untuk mereka yang hadir dalam hidup kita baik mereka yang adalah saudara kita, teman kita, tetangga kita bahkan orang lain yang tidak kita kenal.
Inilah cerminan kerelaan hati Allah bagi kehidupan yang boleh memantul pada kehidupan orang -orang yang mau menyediakan hati bagi orang lain.
Setiap waktu adalah kesempatan yang dipakai oleh Allah dalam hdiup ini.
Maka tak ada hal yang kebetulan karen Allah pasti ada dalam setiap langkah hidup kita.
Allah selalu merencanakan apa yang baik dalam setiap langkah dari telapak kaki kita.
Dalam kedukaan, kesedihan, kesendirian dan kesepianpun Allah akan bekerja dan memakai hidup kita kalau kita mau terbuka padaNya.
Dengan demikian kita harus berani sungguh hidup dalam kebersamaan dengan Allah,
Memang hidup kita tidak dapat melakukan segalanya tetapi kita dapat melakukan sesuatu.
Bukan segalanya yang harus dilakukan tetapi mau melakukan sedikit saja sesuatu dalam kehidupan ini maka dunia akan menjadi lebih baik.
Jangan berkutat pada keterbatasan sehingga tidak bisa melakukan sesuatu tetapi terimalah keterbatasan itu karena dalam keterbatasan orang masih bisa melakukan sesuatu.
Dengan berani melakukan sesuatu dalam keterbatasan inilah hati kita telah dibentuk menjadi seperti hatiNya.
Hati yang terkoyak karena telah melakukan sesuatu bagi orang lain.
Selamat menghidupi keseharian dalam cinta untuk melakukan sesuatu dalam hidup ini sehingga hati kita semakin menyerupai hatiNya,
Bukalah hati bagi Allah untuk orang lain maka Allah akan mengunakan hidup ini untuk menyapa mereka yang membutuhkan.
Cinta dimulai dari kemauan dan kemauan bersumber dari hati yang terbuka.
Semoga kita menjadi seperti hatiNya di dunia ini.
Salam dalam cinta membangun dunia barudengan keterbukaan bagi orang lain.
petrusp.

Rabu, 03 September 2008

Rumah Cinta kasih 3

Malam Sobat.
Maaf saya menulis terus sehingga memenuhi email Anda, saya menulis mumpung ada kesempatan karena kemarin sibuk. Jadi membaut anda puyeng dengan tulisan saya.
Saya berterima kasih kalau Anda masih mau membaca, berterima kasih kalau sudah tidak mau membaca dan juga berterima kasih kalau langsung mendelete tulisan-tulisan saya.
Malam ini, saya menjadi sulit membedakan apa yang namanya keberuntungan ini ?
Saya yang selama ini bergulat dengan orang-orang yang tidak bisa makan tetapi mereka dapat tersenyum bahkan senyum itu mengagumkan, Namun disisi lain ada banyak pribadi dengan uang berlimpah bahkan gaji sampai puluhan juta tetapi tidak memiliki senyum bahkan cenderung mengalami kesepian dalam hidupnya.
Sungguh perbedaan yang drastis dalam hidup ini.
Kemarin sore, saya bersama dua orang dokter muda berkesempatan mengunjungi seorang nenek yang hidup dalam keadaan yang "menyedihkan"
Nenek-nenek ini tinggal sendirian dalam rumah kontrakan dengan mata yang sudah lamur "tidak dapat melihat dengan jelas karena katarak"
Nenek ini adalah asli orang bali yang menikah dengan koster gereja dan akhirnya menjadi katolik, setelah menikah malah ditinggal pergi suaminya dan saat ini tinggal sendirian tanpa teman dengan mata lamur sehingga kalau jalan harus "rambatan"
Sewaktu saya datang ke rumah itu nenek itu kelihatan bahagia apalagi pada saat sedang diperiksa oleh dokter dan nenek yang bahagia ini menangis ketika menerima obat dari dokter dengan mengatakan kalau ia tidak mau menerima obat karena tidak memiliki uang untuk membayar.
Kami mengatakan kalau obat tidak usah dibayar dan akan datang lagi untuk mengantarkan obat setelah obat habis.
Tekanan darah nenek ini 210/120, dan ini tekanan darah yang lumayan tinggi dan hal ini yang mengakibatkan badan nenek ini sakit-sakitan terutama pada lehernya yang selalu terasa kaku.
Dalam keadaan yang demikian nenek ini masih memiliki semangat yang mengagumkan dan memiliki kesetiaan dalam hidupnya walaupun mengalami banyak kekurangan.
Bahkan nenek ini bercerita yang membuat dia susah bukan karena tidak memiliki apa-apa tetapi karena nyamuk yang menggigiti tubuh dan wajahnya.
Lalu kami meminta ijin untuk melihat kamar dan dapur rumah nenek ini, kamarnya sewaktu saya intip kelihatan bersih karena memang hanya ada tempat tidur sedrhana dengan lemari kecil.
Yang membuat kamis edih adalah dapur rumah nenek ini terutama makanan yang dimakan nenek ini.
Nenek ini masih masak sendiri dan hari ini nenek ini makan nasi dengan sayur kacang merah dan ini nampak dari makanan yang ada di lemari tanpa tutup, saya sempat memfoto makanan nenek ini sebagai kenang-kenangan kalau saya telah megnunjungi rumahnya.
Foto yang saya bawa ini sewaktu saya tunjukkan apda dokter lain, ada dokter yang mengatakan,"apakah benar ini makanan nenek itu? atau ini adalah makanan anjing?".
Saya marah dengan dokter itu dan mengatakan,"ngawur, jangan ngomong gitu, aku jadi tambah sedih?.
Sungguh mengharukan kehidupan nenek ini tetapi dalam keharuan ini kegembiraan nampak disana walaupun hidup penuh perjuangan bahkan kesulitan yang teramat parah.
Disisi lain,
Malam ini tepat jam 00.31 selesai saya berdoa, pijetan saya berbunyi dan terlihat nomor asing yang nampak di layar pijetan saya.
Saya mengangkat pijetan itu dan terdengar suara, ternyata suara dari salah satu rekan yang pernah saya kenal di Jakarta tetapi sudah lama saya tidak bertemu rekan ini.
Rekan ini pertama meminta ijin untuk bercerita keadaanya dan saya diminta mendengarkannya.
Sebagai rekan yang baik, saya mengatakan, "Ok".
Rekan ini bercerita banyak sekali tentang pengalaman pribadinya tertama pengalaman cintanya dengan seorang yang sudah memiliki isteri dan teman ini takut kehilangan teman yang dicintainya ini.
Rekan ini menceritakan kalau hidupnya hampa walaupun saat ini telah memiliki banyak hal dari barang -barang berharga yang telah ia miliki, bahkan rekan ini menceritakan dengan gajinya yang puluhan juta tetapi ia merasa tidak memiliki apa-apa.
Rekan ini merasa hidup sendirian tanpa dukungan walaupun memiliki banyak hal termasuk banyak teman.
Semua terasa tidak berarti dan hidup tidak memiliki harapan lagi tertuama harapan cinta karena ia tidak bisa selalu bersanding dengan orang yang dicintainya.
Saya tidak dapat memberi banyak saran dan saya hanya mendengarkan apa yang diceritakan rekan ini
Yang pasti kekayaan yang dia miliki tidak menjadikan ia bahagia dan hidupnya jauh dari yang namanya kegembiraan dan senyum.
Saya jadi bignung dengan dunia ini.
Siapa orang yang beruntung dan kaya antara dua orang ini.
Apakah nenek yang makan saja sulit tetapi bisa tersenyum bahagia dalam hidup ini ?
Ataukan rekan yang memiliki banyak hal termasuk gaji puluhan juta tetapi tidak dapat tersenyum bahagia?
Membayangkan uang puluhan juta terasa banyak sekali terutama bagi orang kecil ini.
Saya bahkan membayangkan kalau punya uang puluhan juta mungkin bisa membiaya hidup nenek-nenek yang kekurangan ini terutama nenek yang bernama Made simon yang hidup dalam kesendirian dan kekurangan itu.
Sayang saya tidak memiliki uang seperti rekan yang menelepon saya malam ini. (tapi saya bersykur lho, walaupun tidak punya uang puluhan juta namun saya tetap sebagai orang yang berbahagia dan beruntung karena boleh tetap tersenyum dalam hidup ini dan tidak berkekuarangan apapun. uang punya walaupun dikit, makan cukup, tidur punya kamar dan temapt tidur, perg kemana-mana bisa walaupun hanay naik angkot atau jalan kaki. beruntung kan gua. he he he.)
Setelah rekan ini bercerita, saya hanya mengatakan kalimat ini,"Berdoalah kepada Allah dan berharaplah padaNya agar IA sebagai sumber kegembiraan memberimu kesempatan untuk bahagia. Kau pasti akan bahagia kalau kau mau terbuka padaNya terutama mau terbuka pada orang lain disekitarmu termasuk yang membutuhkan bantuanmu dan bukan karena cinta dari orang yang kau harapkan itu.
Jangan bodoh memikirkan orang yang mungkin tidak memikirkan dirimu karena lagi sibuk dengan anak dan isterinya.
Berpikirlah untuk dirimu sendiri jangan memikirkan orang itu".
Lalu rekan itu meminta saya berdoa untuknya, lalu kami berdoa jarak jauh saya di Bali dan rekan itu di Jakakta.
Jujur wajah teman inipun saya sudah lupa karena lama tidak bertemu dengannya.
Setelah itu saya memintanya berdoa rosario seandainya ia tidak bisa tidur malam ini.
Pertemuan yang aneh dengan dua orang berbeda dengan permasalahan yang berbeda pula.
Inilah dunia yang katanya merupakan panggung sandiwara,
Ada yang berkelimpahan tetapi hidup tidak bahagia,
Ada yang berkekurangan walaupun "mungkin" hidup tidak bahagia tetapi masih bisa tersenyum.
Ada yang senyum-senyum sendirian karena telah gila sehingga kelihatan seperti orang bahagia.
Dan ada yang masih boleh tersenym bahagia walaupun tidak punya apa-apa tetapi boleh berbagi cinta dengan mereka termasuk dengan Anda
Hidup memang tidak seperti yang disangka-sangka.
Inilah misteri keagungan dan keadilah Tuhan.
Semua orang memiliki beban yang harus dipikul sendiri dengan beban berbeda.
Namun Hidup memiliki panggilan.
Panggilan untuk menjadi rekan dari setiap orang yang memiliki beban ini.
Pangilan ini diberikan kepada kita yaitu saya dan Anda.
Kita semua dipanggil untuk memiliki kepekaan akan kehidupan orang sekitar karena ternyata banyak ketidakberesan terjadi bahkan dalam diri kita sendiri.
Banyak orang yang kelihatan menyakinkan ternyata penuh kekeroposan dan ada yang kelihatan penuh kekeroposan tetapi hidup dalam keyakinan.
Panggilan hidup menjadi bagian dari orang lain ternyata masih sangat relevan di dunia ini.
Panggilan untuk telibat adalah sebuah "keharusan" yang secara tidak langsung dipaksakan oleh kehidupan ini dan semua ini akan bisa kalau ada keterbukaan hati.
Allah memang hebat.
Ia menciptakan jembatan Cinta untuk menhubungkan semua hati,
Jembatan yang menghubungkan hati kita,
Hati dari nenek yang tidak bisa makan dan hidup dengan gigitan nyamuk, hati rekan yang mengalami kesepian walaupun penuh kekayaan dan hati kecil orang berdosa ini dan juga hati Anda yang sangat berharga.
Hati kita telah disatukan oleh jembatan cinta Allah ini dalam keterlibatan.
Saya terlibat dalam menemukan ketidakberesan dan Anda terlibat secara tidak lansung dengan membaca tulisan ini.
Keterlibatan yang disebarluaskan agar panggilan Allah dalam keterlibatan ini tidak berhenti sehingga dengungannya sampai ke ujung bumi.
Semua diajak dalam penyatuan cinta agar semua boleh berbagia.
Kebahagiaan saya adalah boleh berbagi cerita dengan Anda,
Kebagaian nenek dan Rekan di jakarta itu karena punya teman seperti saya, he he he Sombong dikit.
Dan kebahagian Anda karena memiliki kehidupan yang mungkin tidak sama dengan kehidupan nenek yang sulit makan karena kemiskinan atau rekan saya yang memiliki banyak hal tetapi hidup dalam kesepian atau kehidupan saya yang semoga Anda tahu keadaannya.
Sehingga Anda boleh semakin mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan pada Anda.
Saya bagagia jika Anda juga bahaia terutama mau terlibat pada orang -orang disekitar Anda.
Salam dalam kegembiraan melalui keterlibatan untuk membangun dunia baru yang dipenuhi cinta
petrusp.

Selasa, 02 September 2008

Rumah Cinta kasih 2

"Sungguh tidak mudah menangkap apa yang dikehendaki Allah dalam hidup ini, sehingga banyak orang jatuh pada pandangan sendiri akan apa yang terjadi sebagai kehendak Allah atas apa yang terjadi".
Sore ini selesai praktek klinik, saya bertanya pada dokter berkaitan dengan meninggalnya seseorang.
Dokter itu mengatakan masih berat jika mengingat apa yang terjadi pada orang yang meninggal itu karena orang itu tidak mau dirawat di rumah sakit.
lalu saya mengatakan," memang orang itu harus meninggal dengan cara demikian itu, jadi pak dokter tidak harus bersusah hati".
"benar tetapi saya menyesal mengapa tidak bisa memaksa orang itu untuk pergi ke rumah sakit", tambah dokter itu.
Lalu suster biarawati yang ada disamping dokter itu berkata," orang itu meninggal karena kehendak Allah, jadi dokter tidak usah menyesalinya".
Saya yang bodoh ini menjawab," saya rasa hal ini 'mungkin' bukan kehendak Allah karena Allah pasti menghendaki orang itu sembuh jika ia mau dirawat dirumah sakit atau setidaknya meninggal setelah mendapatkan perawatan".
Suster itu lalu cemberut dengan saya karena memang ia kurang suka dengan saya yang sering ceplas-ceplos berbicara terutama jika menenggapi hal yang tidak sesuai dengan hati saya.
Mengenai meninggalnya orang ini, memang ini harus terjadi yaitu meninggal tetapi "kemungkinan" bukan kehendak Allah tetapi kehendak orang itu sendiri karena tidak mau dirawat di rumah sakit.
Saya tidak terima kalau Allah dijadikan kambing hitam penyebab orang itu meninggal sedangkan "mungkin" masih ada kemungkinan sembuh adaikan ada perawatan di rumah sakit.
Lain ceritanya kalau orang itu sudah berusaha ke rumah sakit dan diobati dengan segala upaya dan akhirnya meningal.
Jadi buka karena kesalahanya sendiri,.
Alangkah menyedihkan kalau apa-apa yang terjadi terus dikatakan sebagai kehendak Allah.
Sepengetahuan saya, Allah menghendaki kebaikan, sukacita dan kegembiraan bukan kematian seperti yang dialami oleh orang ini.
Memang pandangan saya cukup berbeda dengan pandangan orang lain terutama tetang "kehendak Allah ini".
Saya tidak bisa terima dengan mudah kalau Allah yang saya cintai itu hanya sebagai pemanis mulut dan sebagai kambing hitam yang harus "bertanggungjawab" karena hal yang sebenarnya tidak dikehendakiNya.
Kesalahan dan ketololah manusia tidak sepantasnya menjadi tanggung jawab Allah.
Allah memang memiliki kuasa untuk semuanya tetapi bukan kuasa untuk berbuat sesukaNya termasuk mencabut nyawa seseorang terutama yang sudah tidak mau memelihara dan menjaga nyawa yang dianugerahkanNya dengan baik terutama karena keteledoran.
Lalu apa bedanya orang yang sakit yang sebenarnya memiliki kemamuan sembuh tetapi tidak mau berobat dengan seorang miskin yang berobat saja tidak mampu jika mereka sama-sama meninggal?
Apakah semua menjadi tanggung jawab Allah.
Bukankah orang pertama ini yang tidak mau mengusahakan kebaikan bagi dirinya sehinggga harus meninggal yang telah menyia-nyaikan kesempatan untuk hidup lebih lagi.
Bagaimana orang pilek yang tidak mau berobat atau berusaha melawan melawan pileknya dan menyalahkan Allah dengan mengatakan kalau pileknya ini adalah kehendak Allah ?
Aneh.
Ini sangat tidak masuh akal terutama dibenak orang yang bodoh ini.
Cerita ini saya tuliskan untuk Anda agar Anda tidak terjatuh pada pandangan bahwa semua yang terjadi adalah kehendak Allah ?
Allah memang menghendaki semua hal tetapi tidak menghendaki ketotolan dan kecerobaohan yang mengakibatkan kematian.
Sama seperti aborsi dan eutanasia.
Kematian memang kehendak Allah tetapi cara kematian yang tidak sesuai "hakekat' dan "kebenaran" tentu bukan kehendak Allah tetapi kehendak manusia.
Mengapa gereja masih menjunjung tinggi kehidupan karena Allah menghendaki kehidupan ini terus berlangsung dan bukan dirampas dan dihancurkan.
Allah telah menyediakan banyak sarana dan cara untuk kebaikan manusia dan jika mansuia sendiri yang tidak mau memakainya jadi bukan salah Allah kalau ada ketidaknyamanan pada manusia.
Salah siapa tidak mau naik mobil kalau disediakan mobil grastis?
Atau salah siapa jika orang kelaparan sedangkan ada makanan disiapkan gratis ?
Apakah salah Allah dan menghendaki demikian atau karena ketotolan orang itu sendiri.
Berhati-hatilah dalam mengatakan "kehendak Allah " dalam kehidupan ini.
Karena Allah tidak harus bertanggunjawab dengan semua hal yang terjadi dalam diri kita terutama karena ketololan kita.
Ia memang menghendaki kalau semua orang pasti mati dengan cara yang bebeda tetapi bukan cara konyol karena kebodohan manusia.
Memang semua ini harus terjadi tetapi bukan semua yang terjadi adalah kehendak Allah.
Semoga kita diberi penerang hati sehingga selalu bisa menangkap kehendak Allah dalam hidup ini sehingga semua menjadi baik,
Kehendak Allah adalah damai, sukacita dan keselamatan yang menghantar semua orang pada kegembiraan surga.
Salam dalam cinta dengan hidup dalam kehendak Allah.
petrusp.